STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI

TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan InformatikaTEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika

Pengukuran yang akurat sangat penting untuk memastikan penyelarasan alat, presisi mesin, dan hasil pengukuran. Saat ini, terdapat perbedaan tinggi badan mahasiswa di Politeknik ASTRA, oleh karena itu kursi antropometri diperlukan untuk memfasilitasi pengukuran dimensi tubuh. Kursi antropometri adalah alat khusus untuk mengukur dimensi tubuh, tetapi seringkali terdapat beberapa masalah dalam penggunaannya. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan perbaikan melalui metode Reverse Engineering yang bertujuan untuk mereproduksi atau membuat ulang model yang ada tanpa menggunakan dokumen desain asli. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pengukuran dimensi tubuh mahasiswa. Kursi antropometri yang dimodifikasi ini diharapkan lebih mudah digunakan, dengan ketinggian yang dapat disesuaikan dengan mudah dan proses pembongkaran dan perakitan yang sederhana. Hasil perbaikan menunjukkan bahwa desain baru kursi antropometri lebih efisien dan meningkatkan akurasi hasil pengukuran, serta memberikan data yang lebih andal untuk berbagai tujuan, seperti desain produk dan studi ergonomi.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa desain kursi antropometri yang ada dapat dibongkar dan dirakit dengan mudah, sehingga meningkatkan efisiensi.Hal ini memungkinkan pengukuran dimensi tubuh yang lebih mudah dan akurat.Kursi antropometri yang dimodifikasi ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam menjalankan mata kuliah perencanaan produksi manufaktur, khususnya pada modul 6 mengenai antropometri.Selain itu, kemudahan dalam mobilisasi kursi antropometri juga mempermudah proses perawatan.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi penggunaan material alternatif yang lebih ringan dan ramah lingkungan untuk pembuatan kursi antropometri, tanpa mengorbankan kekuatan dan durabilitasnya. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan akurasi pengukuran menggunakan kursi antropometri yang dimodifikasi ini dengan metode pengukuran tradisional lainnya, untuk memvalidasi keunggulan desain baru. Terakhir, pengembangan sistem integrasi data pengukuran dengan perangkat lunak desain ergonomi dapat dilakukan, sehingga hasil pengukuran dapat langsung digunakan untuk merancang produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna, serta meningkatkan efisiensi proses desain dan pengembangan produk secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan alat bantu pengukuran antropometri yang lebih inovatif dan aplikatif di bidang manufaktur dan ergonomi.

  1. Peran aktivitas reverse engineering pada Jurusan Teknik dan Desain di perguruan tinggi | Dwinandana P.... journal.isi.ac.id/index.php/PRO/article/view/7749Peran aktivitas reverse engineering pada Jurusan Teknik dan Desain di perguruan tinggi Dwinandana P journal isi ac index php PRO article view 7749
  2. KONSEP TERINTEGRASI DALAM PENGEMBANGAN LEARNING FACTORY | Jurnal Pendidikan Teknik Elektro. konsep terintegrasi... doi.org/10.26740/jpte.v10n01.p19-25KONSEP TERINTEGRASI DALAM PENGEMBANGAN LEARNING FACTORY Jurnal Pendidikan Teknik Elektro konsep terintegrasi doi 10 26740 jpte v10n01 p19 25
  3. Jurnal Mitra Teknik Industri (JMTI). perancangan alat angkut kasur metode reverse engineering vdi studi... doi.org/10.24912/jmti.v2i2.26985Jurnal Mitra Teknik Industri JMTI perancangan alat angkut kasur metode reverse engineering vdi studi doi 10 24912 jmti v2i2 26985
Read online
File size751.79 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test