UMJ PremiumUMJ Premium

JISI: Jurnal Integrasi Sistem IndustriJISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri

CV. Danagung adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di pembuatan briket arang dengan bahan baku tempurung kelapa. Pada bulan Januari 2019 terdapat satu buyer pemesanan briket arang dengan jenis Cube (2,5 x 2,5) sebanyak 26 ton. Permasalahan yaitu produk cacat retak sebanyak 460 Kg (33.120 unit) dengan persentase cacat sebesar 2% serta terdapat pemborosan aktivitas produksi di penjemuran manual, dan adanya pengulangan aktivitas yang terjadi pada saat memasukan arang briket ke dalam karung. Berdasarkan hasil penelitian penyebab terjadinya cacat retak briket Cube adalah tempurung mentah, dan bau tir, cetakan tidak tepat dan terdapat cela sehingga tidak sejajar, fan belt yang longgar, scruw aus, dice di mesin ulenan rusak dan pemborosan aktivitas produksi di penjemuran manual dan pengulangan aktivitas. Usulan perbaikan cacat produk yakni melakukan pengecekan bahan baku, cetakan harus dipresisikan dengan dinding cetakan, fan belt dilakukan pengecekan, pergantian dan pengaturan ulang, scruw aus diratakan dengan proses las pada dinding tabung, dan dice di mesin ulenan dilakukan proses las dengan sudut menyesuaikan scruw. Usulan aktvitas yakni menghilangkan penjemuran manual serta menggabungkan stasiun timbangan dan packaging. Future value stream mapping dengan waktu siklus selama 62.68 jam dan lead time selama 0.1419 jam.

Berdasarkan hasil dari proses pengolahan data dan analisis yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan adalah 1.Dari pengamatan yang dilakukan, terdapat satu jenis cacat yang dominan terjadi pada proses produksi briket arang dengan bentuk Cube (2,5 x 2,5) di CV Danagung, yaitu cacat retak.Adapaun usulan perbaikan yakni, perbaikan dilakukan pengecekan bahan baku, cetakan harus dipresisikan dengan dinding cetakan sehingga produk memadat, dilakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap mesin fan belt, rantai putus diganti dengan yang baru, pengaturan ulang jika kendor pada roda gear di fan belt dengan cara dikasih roda kecil bisa diatur untuk naik turunnya, dilakukan pengecekan 1x dalam seminggu ketika selesai produksi pada scruw aus, dilakukan perbaikan dengan cara diratakan atau ditambal dengan proses las pada dinding tabung selama 1 hari pengerjaan, dilakukan proses pengelasan kembali dengan sudutnya diperkecilkan sesuai dengan Scruw.Pada waste Waiting menghapus proses penjemuran manual dan stasiun Transportation timbangan dan packaging untuk mengurangi pengulangan aktivitas.Pada Future Value Stream Mapping (FVSM) memiliki waktu siklus selama 62.68 jam, dan lead time selama 0.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji penerapan pendekatan Lean Six Sigma dan Future Value Stream Mapping pada jenis briket lain atau industri manufaktur berbeda untuk memvalidasi efektivitas metodologi ini. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi integrasi teknologi IoT untuk memantau proses produksi secara real-time, meningkatkan deteksi cacat. Selanjutnya, studi tentang dampak ekonomi perbaikan ini terhadap industri kecil dapat memberikan wawasan tentang keuntungan dan skalabilitas solusi yang ditawarkan.

Read online
File size652.44 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test