STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI

TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan InformatikaTEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika

Budaya organisasi memainkan peran fundamental dalam membentuk perilaku karyawan, termasuk bagaimana praktik keselamatan dan kesehatan kerja (K3) diterapkan dan dipertahankan. Budaya organisasi yang toksik dapat menimbulkan budaya menyalahkan, di mana individu disalahkan secara tidak adil atas kecelakaan atau insiden tempat kerja tanpa mengatasi penyebab sistemik yang mendasarinya. Artikel tinjauan ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara budaya organisasi, munculnya budaya menyalahkan, dan implikasinya terhadap keselamatan kerja. Menggunakan metodologi tinjauan literatur naratif, studi ini menganalisis 30 artikel peer-reviewed yang diterbitkan antara 2018 dan 2024, yang diambil dari basis data terpercaya seperti Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Tinjauan mengungkapkan bahwa struktur organisasi yang kaku, gaya komunikasi top-down, dan fokus yang kuat pada hasil daripada proses seringkali berkontribusi terhadap pembentukan budaya menyalahkan. Sebaliknya, budaya organisasi yang mendorong transparansi, komunikasi terbuka, belajar terus-menerus dari kesalahan, dan kepemimpinan transformasional lebih cenderung menumbuhkan budaya yang adil, yang menyeimbangkan akuntabilitas dengan pembelajaran dan mendukung manajemen keselamatan proaktif. Artikel ini menyimpulkan bahwa transformasi budaya dalam organisasi adalah hal esensial untuk membongkar praktik yang berorientasi pada penyalahan. Penerapan strategi budaya yang mendukung dan inklusif dapat meningkatkan kepercayaan karyawan secara signifikan, mendorong pelaporan masalah keselamatan, dan pada akhirnya menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan tangguh.

Budaya organisasi memainkan peran penting dalam menentukan kesuksesan penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan kerja.Budaya organisasi yang otoriter dan hierarkis yang menekankan pencarian kesalahan individu telah terbukti mendorong terbentuknya budaya menyalahkan, yaitu pola interaksi yang menekankan pemberian sanksi untuk kesalahan tanpa analisis penyebab sistemik.Akibatnya, pekerja cenderung enggan melaporkan risiko atau insiden karena takut dihukum, yang pada akhirnya menghambat deteksi dini dan pencegahan kecelakaan kerja.Di sisi lain, artikel ini menekankan bahwa transisi menuju budaya yang adil adalah solusi strategis yang berkelanjutan.Budaya yang adil mempromosikan keseimbangan antara akuntabilitas individu dan pembelajaran organisasi melalui pelaporan insiden yang aman secara psikologis.Dengan pendekatan ini, pelaporan insiden tidak lagi dianggap sebagai kelemahan, tetapi sebagai kontribusi untuk meningkatkan keselamatan.Oleh karena itu, transformasi budaya organisasi menuju arah yang lebih terbuka, adaptif, dan kolaboratif adalah langkah mendesak untuk meningkatkan efektivitas sistem K3 secara keseluruhan.Artikel ini mengusulkan keterlibatan manajemen puncak, pelatihan tentang prinsip budaya yang adil, dan kebijakan pelaporan insiden yang adil sebagai pilar utama dalam membangun sistem keselamatan kerja yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi kasus mendalam di berbagai sektor industri untuk memahami karakteristik budaya organisasi yang spesifik dan implikasinya terhadap keselamatan kerja. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan dan implementasi strategi intervensi budaya yang efektif untuk meningkatkan budaya yang adil dan keselamatan kerja secara keseluruhan. Terakhir, studi komparatif antara organisasi dengan budaya yang adil dan organisasi dengan budaya menyalahkan dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang dampak budaya organisasi terhadap keselamatan kerja dan kinerja organisasi secara keseluruhan.

  1. Just Culture as a Useful Tool for the Organizations in the Context of ISO 45001:2018 Standard Implementation... dpi-journals.com/index.php/dtssehs/article/view/33653Just Culture as a Useful Tool for the Organizations in the Context of ISO 45001 2018 Standard Implementation dpi journals index php dtssehs article view 33653
  2. No Blame No Gain? From a No Blame Culture to a Responsibility Culture in Medicine - Parker - 2020 - Journal... doi.org/10.1111/japp.12433No Blame No Gain From a No Blame Culture to a Responsibility Culture in Medicine Parker 2020 Journal doi 10 1111 japp 12433
Read online
File size189.25 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test