UGMUGM

PCD JournalPCD Journal

Makalah ini membahas politik patronase dan kesalehan dalam pemilihan lokal dengan memeriksa peran dan dilema yang dihadapi Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Muslim terbesar di Indonesia, dalam kompetisi politik daerah. Fokus pada pemilihan lokal 2017 di Brebes, Jawa Tengah, artikel ini mengonfirmasi temuan kerja ilmiah sebelumnya tentang penyebaran patronase secara luas dan dampak meningkatnya konservatisme religius terhadap kompetisi pemilihan. Namun, makalah ini menunjukkan bahwa politik patronase dan kesalehan tidak selalu menjaga kekuasaan oligarki maupun memicu intoleransi dan kekerasan. Kasus kompetisi pemilihan di Brebes menegaskan bahwa organisasi Islam di Indonesia tidak kebal terhadap politik pemilihan, dan karena kelemahan kelembagaan partai politik di Indonesia, kemungkinan besar tetap menjadi pemain politik penting dengan memobilisasi dukungan dalam pemilihan lokal maupun nasional. Secara lebih luas, mobilisasi Islam dalam pemilihan lokal di Indonesia membantu memahami munculnya demokrasi penuju dalam negara mayoritas Muslim.

1) Keterlibatan NU dalam pemilihan daerah menunjukkan bahwa mobilisasi penuju telah menjadi bagian integral dari politik pemilihan Indonesia.2) Simbol dan nilai religius tidak melemah.sebaliknya, mereka menjadi lebih kuat di tengah persaingan sengit.3) Keterlibatan NU memungkinkan penjelasan yang lebih nuansa tentang dinamika politik lokal, melampaui kerangka oligarki, patronase, dan kelembagaan.

Penelitian selanjutnya dapat diteliti tiga topik berikut: pertama, bagaimana perubahan regulasi kampanye mempengaruhi dinamika patronase dan mobilisasi keagamaan di pemilihan daerah; kedua, perbandingan peran NU dengan organisasi Islam lain seperti Muhammadiyah dalam membentuk aliansi lintas partai di tingkat daerah; ketiga, dampak jangka panjang mobilisasi kesalehan terhadap kebijakan publik lokal, khususnya dalam penyediaan layanan sosial. Dengan memperbanyak studi perbandingan dan longitudinal, peneliti dapat memahami baik mekanisme adaptasi NU maupun implikasi kebijakan yang dihasilkan. Penelitian ini akan mengisi kekosongan dalam literatur tentang hubungan kekuasaan, agama, dan kebijakan di Indonesia, serta menambah wawasan bagi pengembangan demokrasi yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Read online
File size303.97 KB
Pages30
DMCAReport

Related /

ads-block-test