STPNSTPN
BHUMI: Jurnal Agraria dan PertanahanBHUMI: Jurnal Agraria dan PertanahanBerbagai konflik agraria struktural tetap belum terselesaikan setelah implementasi reforma agraria oleh pemerintah. Perbedaan interpretasi reforma agraria menjadi pemicu konflik. Interpretasi pemerintah berbeda dengan interpretasi masyarakat yang menganggap reforma agraria adalah upaya sistematis untuk memberikan akses masyarakat terhadap tanah. Artikel ini menggunakan metode penelitian hukum empiris, menggabungkan perspektif sosiologis dan pendekatan studi kasus. Artikel ini mengandung beberapa temuan penting, salah satunya adalah legalisasi aset bukanlah reforma agraria. Legalisasi aset gagal mengatasi masalah ketimpangan kepemilikan tanah. Implementasi redistribusi tanah oleh pemerintah juga gagal mengatasi masalah ketimpangan kepemilikan tanah. Versi redistribusi tanah pemerintah tidak hanya gagal menyelesaikan masalah ketimpangan kepemilikan tanah, tetapi juga merebut tanah dari masyarakat marjinal. Hal yang sama juga terjadi pada perhutanan sosial. Perhutanan sosial meninggalkan konflik agraria dan lingkungan yang belum terselesaikan. Perbedaan dalam menginterpretasikan reforma agraria sebenarnya menyebabkan semua masalah ini. Oleh karena itu, kita dapat menggunakan keadilan restoratif sebagai alternatif untuk menyelesaikan masalah. Sebagai model penyelesaian masalah yang melibatkan korban dan tersangka, model resolusi ini mencari perdamaian antara kedua belah pihak. Harapan kita agar tidak ada lagi konflik agraria berdarah, terutama yang berkaitan dengan reforma agraria di Indonesia.
Masalah hukum dalam artikel ini adalah kesenjangan antara fakta dan aturan.Aturan dan konsep reforma agraria yang sebenarnya menginginkan masyarakat mendapatkan manfaat terbesar dari tanah dan sumber daya agraria lainnya.Namun, pemerintah gagal menerapkan konsep ini secara efektif.Berbagai reforma agraria berdarah telah menyebabkan konflik agraria yang belum terselesaikan.Penulis mencoba menawarkan konsep keadilan restoratif agar konflik ini tidak berlanjut.Alih-alih konflik berdarah, penyelesaian konflik agraria harus mencari perdamaian antara masyarakat dan pemerintah.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: . . 1. Mengkaji ulang Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 21 Tahun 2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan. Peraturan ini sebelumnya menyatakan bahwa BPN adalah lembaga yang berwenang menyelesaikan sengketa atau konflik pertanahan di luar pengadilan. Penulis berpendapat bahwa aturan ini harus diganti dengan penjelasan yang disebutkan sebelumnya. Kepercayaan publik terhadap BPN terus menurun, terutama dalam proses penyelesaian konflik agraria. Sehingga Peraturan Menteri Agraria ini harus direvisi.. . 2. Memperkuat institusi Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI). Badan Arbitrase Nasional Indonesia masih menghadapi undervaluasi. Masyarakat masih menganggap proses penyelesaian sengketa di luar pengadilan sebagai penyelesaian sengketa sekunder dan jarang menggunakannya. Masyarakat semakin sering menggunakan pengadilan untuk menyelesaikan kasus yang mereka alami. Kita harus memperkuat institusi BANI untuk menyelesaikan kasus reforma agraria melalui jalur di luar pengadilan. Tujuannya adalah untuk mengawasi proses penyelesaian konflik reforma agraria agar dapat diselesaikan secara efektif dan menegakkan rasa keadilan.. . 3. Memperkuat aturan dalam bentuk sanksi jika pelaksanaan keputusan arbitrase tidak dilakukan. Penyelesaian reforma agraria menandai akhir dari pola keadilan restoratif. Konflik terjadi pada pelaksanaannya. Oleh karena itu, pelaksanaan keputusan arbitrase memerlukan penguatan hukum dan politik. Bagian ini dapat digunakan oleh penulis berikutnya untuk merumuskan model sanksi yang sesuai untuk memperkuat pelaksanaan keputusan arbitrase. Penulis berikutnya dapat mempelajari lebih detail siapa yang dapat melaksanakan keputusan dan siapa yang mengawasi pelaksanaannya.
| File size | 381.29 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
STIT AL ITTIHADIYAHLABURASTIT AL ITTIHADIYAHLABURA Pemanfaatan media pembelajaran seperti globe, manekin, dan infocus juga membantu guru dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.Pemanfaatan media pembelajaran seperti globe, manekin, dan infocus juga membantu guru dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
ARITEKINARITEKIN Data penelitian diperoleh dari 12 titik pengamatan melalui survei lalu lintas yang mencatat arus sepeda motor dalam satuan kendaraan per jam (kend/jam).Data penelitian diperoleh dari 12 titik pengamatan melalui survei lalu lintas yang mencatat arus sepeda motor dalam satuan kendaraan per jam (kend/jam).
LOCUSMEDIALOCUSMEDIA Kemudian dalam penegakan hukumnya, diharapkan dalam pengaturannya nanti dipertegas mengenai peranan hakim yang dapat menentukan sebuah perkara pidana dapatKemudian dalam penegakan hukumnya, diharapkan dalam pengaturannya nanti dipertegas mengenai peranan hakim yang dapat menentukan sebuah perkara pidana dapat
UIGMUIGM Berdasarkan pengolahan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa presentase penduduk yang terlayani oleh fasilitas kesehatan puskesmas dan rumah sakitBerdasarkan pengolahan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa presentase penduduk yang terlayani oleh fasilitas kesehatan puskesmas dan rumah sakit
UNESAUNESA Bencana alam hidrometeorologi yang sering melanda Sidoarjo iala banjir dan angin puting beliung. Bencana alam yang terjadi di sekitar lingkungan tempatBencana alam hidrometeorologi yang sering melanda Sidoarjo iala banjir dan angin puting beliung. Bencana alam yang terjadi di sekitar lingkungan tempat
UNESAUNESA Model pembelajaran sangat penting menjadi penentu bagi pendidik bukan hanya sumber belajar pada saat pembelajaran. Oleh sebab itu penerapan model pembelajaranModel pembelajaran sangat penting menjadi penentu bagi pendidik bukan hanya sumber belajar pada saat pembelajaran. Oleh sebab itu penerapan model pembelajaran
UNESAUNESA Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran damar kurung yang merupakan kesenian Gresik yang dikombinasikan dengan potensi kewilayahanPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran damar kurung yang merupakan kesenian Gresik yang dikombinasikan dengan potensi kewilayahan
LMULMU Tujuan penelitian ini adalah menggunakan analisis Geospatial Intelligence untuk menentukan lokasi relokasi pasca banjir bandang dengan mempertimbangkanTujuan penelitian ini adalah menggunakan analisis Geospatial Intelligence untuk menentukan lokasi relokasi pasca banjir bandang dengan mempertimbangkan
Useful /
STAIALHIKMAHPARIANGANSTAIALHIKMAHPARIANGAN Pemikiran kritis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran bahasa Arab. Live worksheet bertindak sebagai alat pembelajaranPemikiran kritis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran bahasa Arab. Live worksheet bertindak sebagai alat pembelajaran
STIKES SAPTABAKTISTIKES SAPTABAKTI Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara mutu pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien pengguna “Badan penyelenggara JaminanTujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara mutu pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien pengguna “Badan penyelenggara Jaminan
UNESAUNESA Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiriPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri
UNESAUNESA Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa menggunakan sumber belajar lingkungan sekolah lebihTeknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa menggunakan sumber belajar lingkungan sekolah lebih