STIKKENDALSTIKKENDAL
Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatJurnal Pengabdian Kepada MasyarakatPerkembangan era digital telah mengubah cara masyarakat memahami, mengakses, dan menyebarkan informasi keagamaan. Kondisi ini menghadirkan peluang bagi dakwah dan pendidikan Islam, sekaligus tantangan berupa penyebaran paham intoleran di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat moderasi beragama di kalangan santri Pondok Pesantren Darul Fikri Jambearum melalui program pendampingan berbasis literasi digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan partisipatif, dilaksanakan selama dua bulan dan melibatkan 30 santri berusia 14–22 tahun. Kegiatan mencakup kajian interaktif tentang moderasi beragama, pelatihan produksi konten digital, serta refleksi bersama. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman santri terhadap konsep moderasi beragama yang berorientasi pada sikap adil, seimbang, dan toleran. Selain itu, para santri berhasil memproduksi konten dakwah kreatif di media sosial, seperti video pendek dan poster digital bertema Islam damai. Kendala berupa keterbatasan perangkat dan akses internet diatasi melalui kerja sama dan pembentukan komunitas dakwah digital sebagai strategi keberlanjutan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendampingan literasi digital merupakan strategi efektif untuk menanamkan nilai moderasi beragama, sekaligus membentuk santri sebagai agen dakwah moderat yang adaptif terhadap tantangan era digital.
Program pendampingan berbasis literasi digital di Pondok Pesantren Darul Fikri Jambearum terbukti efektif dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di kalangan santri.Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman teoritis, tetapi juga mendorong praktik nyata dalam kehidupan keagamaan dan bermedia.Pertama, santri mengalami peningkatan signifikan dalam memahami konsep moderasi beragama sebagai sikap aktif yang berorientasi pada keadilan, keseimbangan, dan toleransi, bukan sekadar sikap netral atau menghindari konflik.Kedua, kemampuan literasi digital para santri meningkat melalui pelatihan pembuatan konten dakwah kreatif, seperti video pendek dan poster digital bertema Islam damai, yang kemudian dipublikasikan di media sosial.Ketiga, kendala teknis seperti keterbatasan perangkat dan akses internet justru memperkuat solidaritas dan kolaborasi antarsantri, yang pada akhirnya melahirkan komunitas dakwah digital sebagai wadah keberlanjutan program.Pendampingan literasi digital dapat menjadi strategi konkret untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama dan membentuk santri sebagai agen dakwah moderat yang adaptif terhadap tantangan era digital.Program ini menunjukkan bahwa penguatan moderasi beragama bukan sekadar wacana, tetapi dapat diwujudkan melalui model pembelajaran kolaboratif yang mengintegrasikan nilai agama, etika bermedia, dan kreativitas digital.Kegiatan serupa kedepannya perlu diperluas dengan dukungan infrastruktur dan jejaring kolaboratif agar santri semakin berperan dalam menyebarkan narasi Islam yang damai dan inklusif di ruang digital.
1. Mengembangkan program pendampingan literasi digital yang lebih luas, dengan melibatkan lebih banyak santri dan pesantren di berbagai daerah. Hal ini akan meningkatkan dampak sosial dan memperkuat ekosistem dakwah digital yang inklusif dan moderat. 2. Menerapkan strategi kolaborasi antara pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan komunitas santri dalam menyediakan dukungan infrastruktur, seperti akses internet yang stabil dan fasilitas teknologi sederhana. Kolaborasi ini akan memastikan keberlanjutan program dan meningkatkan keterampilan digital santri secara berkelanjutan. 3. Melakukan penelitian lanjutan yang fokus pada dampak jangka panjang program pendampingan literasi digital terhadap perilaku keagamaan dan sosial santri. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai moderasi beragama yang ditanamkan melalui program ini mempengaruhi interaksi santri dengan masyarakat luas, terutama dalam menghadapi tantangan era digital dan menjaga kerukunan antaragama.
| File size | 1011.59 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
IWIIWI Pengajar memperoleh penilaian yang tertinggi dengan rata-rata 5,45 tetapi masih perlu ditingkatkan lagi terutama pada inovasi dalam pengajaran. MateriPengajar memperoleh penilaian yang tertinggi dengan rata-rata 5,45 tetapi masih perlu ditingkatkan lagi terutama pada inovasi dalam pengajaran. Materi
STIKKENDALSTIKKENDAL Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, partisipasi aktif, wawancara, dan dokumentasi selama kegiatan PraktikMetode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, partisipasi aktif, wawancara, dan dokumentasi selama kegiatan Praktik
UMMUBAUMMUBA Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PTM dirancangPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PTM dirancang
IAIPD NGANJUKIAIPD NGANJUK Konsep Islamisasi yang digagas oleh Syed Muhammad Naquib Al-Attas merupakan suatu trobosan baru dan suatu bentuk upayah besar yang begitu visioner yangKonsep Islamisasi yang digagas oleh Syed Muhammad Naquib Al-Attas merupakan suatu trobosan baru dan suatu bentuk upayah besar yang begitu visioner yang
STIKKENDALSTIKKENDAL Model ini membuktikan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga mampu berjalan seiring dengan perkembangan pendidikanModel ini membuktikan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga mampu berjalan seiring dengan perkembangan pendidikan
STIKKENDALSTIKKENDAL Era digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi Pendidikan Agama Islam (PAI). Teknologi mempermudah komunikasi, pembelajaran, dan aktivitas sehari-hari,Era digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi Pendidikan Agama Islam (PAI). Teknologi mempermudah komunikasi, pembelajaran, dan aktivitas sehari-hari,
STIKKENDALSTIKKENDAL Hal ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan kualitas pengajaran sangat penting untuk menarik minat anak dan meningkatkan efektivitas pembelajaran. KegiatanHal ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan kualitas pengajaran sangat penting untuk menarik minat anak dan meningkatkan efektivitas pembelajaran. Kegiatan
STIKKENDALSTIKKENDAL Siswa reguler dan siswa mahad sama-sama mengikuti kurikulum Pendidikan Agama Islam, namun pengalaman keagamaan yang mereka peroleh berbeda. Siswa regulerSiswa reguler dan siswa mahad sama-sama mengikuti kurikulum Pendidikan Agama Islam, namun pengalaman keagamaan yang mereka peroleh berbeda. Siswa reguler
Useful /
USNSJUSNSJ Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif disertai dengan pengamatan langsung dan analisis data penelitian, yang juga disertaiMetode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif disertai dengan pengamatan langsung dan analisis data penelitian, yang juga disertai
USNSJUSNSJ ) adalah salah satu tanaman perkebunan rakyat dengan prospek menjanjikan karena dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun. Salah satu upaya untuk meningkatkan) adalah salah satu tanaman perkebunan rakyat dengan prospek menjanjikan karena dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun. Salah satu upaya untuk meningkatkan
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Diharapkan program ini dapat mempertahankan dampaknya minimal 2 tahun setelah berakhir, memberikan manfaat tidak hanya pada kesehatan dan kesejahteraanDiharapkan program ini dapat mempertahankan dampaknya minimal 2 tahun setelah berakhir, memberikan manfaat tidak hanya pada kesehatan dan kesejahteraan
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Petani kakao di Desa Libukang, Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu, bersama pendamping lapangan dan desa, berperan sebagai garda terdepan dalam mengatasiPetani kakao di Desa Libukang, Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu, bersama pendamping lapangan dan desa, berperan sebagai garda terdepan dalam mengatasi