UINMADURAUINMADURA

Jurnal Pendidikan Islam - TadrisJurnal Pendidikan Islam - Tadris

Pendidikan di Indonesia dikatakan belum berhasil (untuk tidak mengatakan gagal) dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Di antara indikasinya adalah belum optimalnya pembinaan yang dilakukan oleh pendidik terhadap peserta didik terutama pada ranah afektif sehingga perlunya optimalisasi peran dan fungsi pendidik di lembaga formal. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan membandingkan pemikiran Al-Mawardi, seorang ulama klasik dengan Zakiah Daradjat seorang psikolog pendidikan modern, tentang konsep sosok ideal seorang pendidik di lembaga pendidikan formal. Penelitian ini adalah library research (kajian pustaka). Sumber data primer penelitian ini terdiri atas karya-karya al-Mawardi dan Zakiah Daradjat, sedangkan sumber data sekunder mencakup buku-buku dan literatur yang terkait dengan kedua tokoh yang diteliti. Hasil penelitian yaitu Al-Mawardi menekankan pentingnya akhlak mulia, ilmu yang mendalam, dan kewibawaan sebagai karakter utama yang harus dimiliki oleh seorang pendidik, sejalan dengan perspektif pendidikan Islam yang menekankan moral dan kepemimpinan. Sedangkan Zakiah Daradjat, menekankan aspek psikologis dalam pendidikan, dengan fokus pada hubungan empati, perhatian terhadap kesehatan mental peserta didik, serta pentingnya pendekatan emosional yang mendukung perkembangan holistik siswa. Meskipun keduanya berasal dari konteks sosial yang berbeda, pemikiran mereka saling melengkapi dalam upaya membentuk sosok pendidik yang ideal.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah disajikan di atas, dapat disimpulkan bahwa.Dalam pandangan dan pemikiran al-Mawardi, seorang pendidik adalah seorang alim yang menguasai ilmu-ilmu agama seperti fiqh, hadis, dan bahasa.Ia mencari dan mempelajari ilmu-ilmu tersebut dari orang-orang yang juga benar-benar ahli dalam ilmu agama.Pandangan al-Mawardi memperhatikan pentingnya ilmu itu sendiri dan menjadikan para pemiliknya sebagai orang terhormat, dan hanya orang yang berilmu yang mampu memahami dan mengerti perintah dan larangan yang terkandung dalam wahyu Allah SWT.Oleh karena itu, belajar atau menuntut ilmu lebih penting daripada ibadah semata.Dalam melaksanakan tugasnya, seorang pendidik harus menguasai etika tertentu dalam berinteraksi dengan muridnya.Dalam pandangan dan pemikiran Zakiah Daradjat, seorang pendidik adalah seorang profesional yang dilengkapi dengan pengetahuan umum tentang pendidikan dan pengetahuan khusus tentang siswa sehingga dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.Penguasaan pengetahuan tentang siswa sangat penting karena profesi mengajar melibatkan banyak interaksi dengan siswa.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu ada penelitian lebih lanjut tentang penerapan nilai-nilai moral dan etika dalam pendidikan modern. Kedua, pengembangan keterampilan sosial-emosional siswa menjadi sangat penting dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Ketiga, penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran menjadi tantangan modern dalam pendidikan. Keempat, pendekatan student-centered learning yang diperkenalkan oleh Zakiah Daradjat dapat diterapkan dalam metode pembelajaran berbasis proyek, di mana pendidik berperan sebagai fasilitator, bukan hanya sumber pengetahuan. Kelima, menciptakan lingkungan belajar inklusif yang menghormati perbedaan dan mengintegrasikan prinsip-prinsip kesetaraan dan penerimaan. Keenam, keseimbangan antara penguasaan pengetahuan dan pengembangan keterampilan karakter menjadi penting dalam konteks pendidikan saat ini.

Read online
File size651.58 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test