USNSJUSNSJ

Journal of Biological Science and EducationJournal of Biological Science and Education

Kakao (Theobroma cacao L.) adalah salah satu tanaman perkebunan rakyat dengan prospek menjanjikan karena dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas biji kakao adalah dengan meningkatkan viabilitas dan vigor biji melalui teknik invigorasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik perlakuan invigorasinya terhadap viabilitas, vigor, dan pertumbuhan biji kakao. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Agroteknologi Unit Agronomi Fakultas Pertanian Halu Oleo Kendari dari April hingga Mei 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan: Kontrol (B0), Bio-priming Bacillus sp. CKD061 (B1), Bio-priming Pseudomonas flourescent (B2), dan kombinasi Bio-priming Bacillus sp. CKD061 dengan Pseudomonas fluorescent. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali, sehingga terdapat 12 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varians dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (UBNT). Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan biopriming menggunakan rhizobacteria memiliki pengaruh terbaik terhadap viabilitas, vigor, dan pertumbuhan biji kakao.

Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan biopriming menggunakan rhizobacteria memiliki pengaruh terbaik terhadap viabilitas, vigor, dan pertumbuhan biji kakao.Perlakuan biopriming ini meningkatkan viabilitas dan vigor biji tanaman (Moradi dan Younesi, 2009.Penggunaan rhizobacteria Bacillus sp CKD061 dan Pseudomonas fluorescent PG01 yang terintegrasi dengan teknik invigorasinya menggunakan matrix conditioning bubuk arang merah atau bubuk sekam mampu meningkatkan viabilitas dan vigor biji padi lokal sawah (Sutariati et al.Selain melarutkan fosfat dan mengikat nitrogen, Bacillus sp CKD061 juga dapat memproduksi hormon pertumbuhan IAA dengan konsentrasi 346,79 ppm (Sutariati et al.Bacillus sp CKD061 juga mampu memproduksi gibberellin dan sitokinin.Bacillus sp CKD061 juga dapat mempercepat proses dekomposisi bahan organik dan menyediakan nutrisi bagi tanaman (Sutariati et al.Hormon IAA adalah bentuk aktif hormon auxin yang ditemukan pada tanaman dan berperan dalam meningkatkan perkembangan sel, mendorong pertumbuhan, dan meningkatkan aktivitas enzim.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang efek jangka panjang dari perlakuan biopriming terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman kakao. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada isolasi dan identifikasi strain rhizobacteria yang lebih spesifik dan efektif dalam meningkatkan kualitas biji kakao. Studi komparatif antara berbagai teknik invigorasinya dan perlakuan biopriming juga dapat dilakukan untuk menentukan metode yang paling optimal dalam meningkatkan viabilitas dan vigor biji kakao.

Read online
File size1.06 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test