UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Di Puskesmas Botania Tahun 2019 penderita diare berjumlah 2.173, sedangkan pada tahun 2020 terdapat kasus diare pada semua kelompok umur berjumlah 3.009, ini menunjukkan terjadi peningkatan penderita diare dari tahun 2019, dan untuk penderita diare pada balita pada tahun 2020 berjumlah 1.879 kasus atau 62% dari semua kelompok umur. Penemuan kasus diare pada balita di wilayah Puskesmas Botania Kota Batam tahun 2020 dibanding dengan Puskesmas lain di wilayah Kota Batam, serta terjadi peningkatan kasus penderita diare dari tahun sebelumnya (2019) di wilayah Puskesmas Botania Kota Batam. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian dengan metode deskriptif analitik dan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Botania Kota Batam pada bulan Desember 2021. Sampel dalam penelitian ini adalah 54 responden. Dengan Teknik pengambilan sampel adalah Accidental Sampling. Analisis data yang digunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi Square. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan uji Chi-square diperoleh nilai p=0,027 (p<0,05) yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima, jadi menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu balita tentang diare dan perilaku pencegahan diare di Puskesmas Botania Kota Batam. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa pengetahuan ibu yang baik berpengaruh pada perilaku pencegahan diare yang baik pula.

Pengetahuan ibu balita tentang diare memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan diare di Puskesmas Botania Kota Batam.Ibu dengan pengetahuan baik cenderung menunjukkan perilaku pencegahan diare yang baik pula.Peningkatan pengetahuan ibu dapat menjadi dasar kuat untuk mengubah perilaku secara berkelanjutan dalam mencegah diare pada balita.

Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana pengaruh pendidikan formal ibu terhadap pengetahuan dan perilaku pencegahan diare, mengingat bahwa tingkat pendidikan mungkin menjadi faktor penting yang memengaruhi pemahaman kesehatan. Kedua, penting untuk mengevaluasi efektivitas program penyuluhan kesehatan yang dilakukan di Puskesmas terhadap perubahan perilaku jangka panjang ibu dalam mencegah diare, agar dapat diketahui metode edukasi yang paling efektif. Ketiga, sebaiknya diteliti juga peran akses informasi digital seperti media sosial atau aplikasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan diare, mengingat perkembangan teknologi yang pesat dan potensinya sebagai alat edukasi masyarakat secara luas. Studi-studi ini dapat melengkapi temuan penelitian sebelumnya dengan fokus pada aspek pendidikan, intervensi kesehatan, dan inovasi komunikasi kesehatan. Penelitian lanjutan dapat dirancang secara longitudinal untuk melihat perubahan perilaku dari waktu ke waktu, serta membandingkan efektivitas strategi edukasi tradisional dan digital. Dengan demikian, intervensi pencegahan diare dapat dirancang secara lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Penting juga untuk menyertakan observasi langsung terhadap praktik pencegahan di rumah guna memvalidasi laporan perilaku ibu. Melibatkan tokoh masyarakat atau kader kesehatan dalam intervensi juga perlu dieksplorasi sebagai strategi penguatan komunitas. Studi ini akan memberikan bukti ilmiah untuk pengembangan kebijakan kesehatan berbasis bukti di tingkat lokal. Hasilnya dapat digunakan untuk menyusun modul edukasi yang sesuai konteks dan kebutuhan masyarakat. Pendekatan multidimensi seperti ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian diare secara signifikan.

Read online
File size190.04 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test