IBLAMIBLAM
IBLAM LAW REVIEWIBLAM LAW REVIEWIndonesia saat ini sedang melakukan pembenahan di segala bidang, termasuk dalam bidang ekonomi. Dalam rangka mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, Pemerintah Republik Indonesia gencar melakukan pembangunan infrastruktur. Pembangunan Infrastruktur ini dilaksanakan oleh penyedia jasa yang melakukan perikatan lewat kontrak dengan pengguna jasa yaitu kontrak terintegrasi Engineering, Procurement, Construction (EPC). Dalam pelaksanaan EPC terdapat kemungkinan perubahan (change order) dalam kontrak tersebut. Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah : Bagaimanakah karakteristik kontrak kerja terintegrasi EPC? Apakah yang menjadi penyebab terjadinya perubahan (change order)? Dan bagaimanakah penyelesaian Change Order tersebut? Metode penelitian hukum yang dipergunakan adalah metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian didapati bahwa karakteristik kontrak kerja konstruksi EPC adalah bentuk pengaturan kontrak dimana Kontraktor EPC bertanggung jawab atas semua kegiatan dan mengitegrasikan kegiatan mulai dari desain (Engineering), pengadaan (Procurement), sampai konstruksi (Construction) dan commissioning. Penyebab change order karena pandemi Covid-19 adalah pada klausula change in law dan exceptional event seperti yang diatur pada Silver Book of FIDIC. Penyelesaian change order adalah penyelesaian yang bersifat murah, cepat, profesional, adil, final, dan mengikat dengan metode direct negotiation.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa karakteristik kontrak kerja konstruksi Engineering, Procurement, Construction (EPC) adalah bentuk pengaturan kontrak di mana Kontraktor EPC bertanggung jawab atas semua kegiatan, mulai dari desain hingga commissioning.Penyebab perubahan kontrak (Change Order) pada kontrak konstruksi terintegrasi EPC meliputi berbagai faktor, termasuk spesifikasi cacat, kondisi yang tidak diungkapkan, dan pandemi Covid-19.Penyelesaian Change Order yang efektif adalah melalui negosiasi langsung antara kontraktor dan pemilik proyek, dengan tujuan mencapai penyelesaian yang murah, cepat, profesional, adil, final, dan mengikat.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai efektivitas penerapan klausula force majeure dalam kontrak EPC di Indonesia, khususnya dalam menghadapi pandemi atau bencana alam serupa di masa depan. Penelitian ini dapat mengkaji sejauh mana klausula tersebut dapat melindungi kepentingan kedua belah pihak dan memberikan solusi yang adil dalam situasi yang tidak terduga. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model penyelesaian sengketa Change Order yang lebih efisien dan efektif, dengan mempertimbangkan karakteristik unik dari proyek konstruksi EPC. Model ini dapat menggabungkan unsur-unsur mediasi, arbitrase, dan litigasi, serta melibatkan ahli independen untuk memberikan penilaian yang objektif. Ketiga, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menganalisis dampak Change Order terhadap keberhasilan proyek konstruksi EPC secara keseluruhan, termasuk terhadap biaya, jadwal, dan kualitas pekerjaan. Analisis ini dapat membantu para pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi potensi risiko dan mengembangkan strategi mitigasi yang tepat, sehingga dapat meminimalkan dampak negatif Change Order terhadap keberhasilan proyek.
| File size | 199.31 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
POLNAMPOLNAM 234,56, p < 0,001) dengan ukuran efek 78,5%. Pola temporal menunjukkan variasi musiman sistematis dengan efisiensi puncak pada bulan Mei (96,2%) dan periodisitas234,56, p < 0,001) dengan ukuran efek 78,5%. Pola temporal menunjukkan variasi musiman sistematis dengan efisiensi puncak pada bulan Mei (96,2%) dan periodisitas
IBLAMIBLAM Kedua, putusan Pengadilan Niaga Jakarta (2025) dalam perkara Wahl Clipper memperlihatkan praktik rechtsvinding yang progresif, dengan pengesampingan prinsipKedua, putusan Pengadilan Niaga Jakarta (2025) dalam perkara Wahl Clipper memperlihatkan praktik rechtsvinding yang progresif, dengan pengesampingan prinsip
UPPUPP Faktor perilaku pekerja yang paling dominan memengaruhi penerapan SMKK adalah pengetahuan (90%), sikap (84%), dan pengawasan (78,3%). Pelatihan dan penghargaanFaktor perilaku pekerja yang paling dominan memengaruhi penerapan SMKK adalah pengetahuan (90%), sikap (84%), dan pengawasan (78,3%). Pelatihan dan penghargaan
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Dibandingkan litigasi di pengadilan yang cenderung memakan waktu dan biaya tinggi, arbitrase menawarkan proses yang lebih cepat, efisien, fleksibel, sertaDibandingkan litigasi di pengadilan yang cenderung memakan waktu dan biaya tinggi, arbitrase menawarkan proses yang lebih cepat, efisien, fleksibel, serta
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Secara spesifik, civil law memerlukan dokumentasi formal tertulis untuk setiap perubahan kontrak dengan rata-rata waktu penyelesaian amendemen 45-60 hari,Secara spesifik, civil law memerlukan dokumentasi formal tertulis untuk setiap perubahan kontrak dengan rata-rata waktu penyelesaian amendemen 45-60 hari,
UNSULTRAUNSULTRA Penetapan lingkup pekerjaan sejak awal dan penggunaan standar Work Breakdown Structure (WBS) memudahkan tim proyek dalam perencanaan, pelaksanaan, sertaPenetapan lingkup pekerjaan sejak awal dan penggunaan standar Work Breakdown Structure (WBS) memudahkan tim proyek dalam perencanaan, pelaksanaan, serta
4141 Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang sudah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut ini. Aliran kerja selama pelaksanaan konstruksiBerdasarkan hasil penelitian dan analisis yang sudah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut ini. Aliran kerja selama pelaksanaan konstruksi
4141 Therefore, assessing the feasibility of investing in heavy equipment is essential for informed financial decision-making. This study aims to determineTherefore, assessing the feasibility of investing in heavy equipment is essential for informed financial decision-making. This study aims to determine
Useful /
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan bagi organisasi lain yang ingin menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan berkelanjutan dalam program-programPenelitian ini diharapkan memberikan wawasan bagi organisasi lain yang ingin menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan berkelanjutan dalam program-program
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Terdapat korelasi signifikan yang lemah antara tingkat aktivitas penyakit (DAS28) dengan kualitas hidup pasien, namun tidak ditemukan korelasi antara kadarTerdapat korelasi signifikan yang lemah antara tingkat aktivitas penyakit (DAS28) dengan kualitas hidup pasien, namun tidak ditemukan korelasi antara kadar
UNSULTRAUNSULTRA Penelitian ini merupakan studi laboratorium yang mengkaji material penyusun beton meliputi pengujian analisis ayakan agregat, pengujian kandungan air,Penelitian ini merupakan studi laboratorium yang mengkaji material penyusun beton meliputi pengujian analisis ayakan agregat, pengujian kandungan air,
UNSULTRAUNSULTRA Kondisi eksisting fasilitas pedestrian termasuk dalam kriteria tidak baik, dengan nilai persentase sebesar 39,3%. Aspek keselamatan pejalan kaki juga termasukKondisi eksisting fasilitas pedestrian termasuk dalam kriteria tidak baik, dengan nilai persentase sebesar 39,3%. Aspek keselamatan pejalan kaki juga termasuk