UYPUYP

JURNAL HERITAGEJURNAL HERITAGE

Penelitian ini bertujuan mengungkap wacana sebuah cerita dari pementasan wayang kulit berjudul Pandawa Kumpul yang dimainkan oleh dalang Ki Bayu Setiawan melalui percakapan tokoh dalam cerita. Wacana yang dibangun melalui pesan dari pementasan wayang kulit di saat pandemi Covid-19 ini diselenggarakan dan disiarkan secara langsung melalui radio Gemilang FM. Realitas kehidupan masyarakat pada dasarnya rukun dan harmonis, namun adanya konstentasi dalam kehidupan maupun sistem politik negara membawa dampak pada terjadinya pengelompokkan di masyarakat sesuai pemahaman masing-masing kelompok individu. Dalam pementasan wayang kulit dapat dikategorikan sebagai jenis hiburan namun sarat dengan pesan. Konteks naskah/teks pada pesan yang diwujudkan dalam percakapan, dapat dilihat dan ditelusuri dari realitas atas konteks dari produksi teks dan aspek sosial budaya yang mempengaruhi pembuatan teks. Kajian wacana pada penelitian ini menekankan pada analisis percakapan sebagai pesan dari penuturan lisan dalam cerita (conversation analysis). Pada hasil analisis digambarkan bahwa penuturan lisan dari dalang dalam bentuk cerita terdapat interaksi diantara para tokoh cerita dan terdapat pesan dari pemegang kebijakan pemerintah daerah. Pada praktik wacana terdapat kepentingan pemangku kekuasaan dalam penyampaian pesan dari persoalan isi pesan, fungsi pesan dan makna pesan bagi sosial kemasyarakatan untuk menata kembali harmoni kehidupannya demi menjaga stabilitas keamanan sehingga mendorong kehidupan ekonomi masyarakat.

Pementasan wayang kulit berfungsi sebagai media hiburan sekaligus menyampaikan pesan moral dan kritik sosial.Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang memanfaatkan pementasan wayang kulit sebagai sarana diseminasi informasi dan penguatan nilai-nilai persatuan.Pementasan wayang kulit dapat menjadi perekat sosial dan mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan serta menggerakkan ekonomi di tengah pandemi.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menganalisis lebih mendalam dampak pementasan wayang kulit terhadap perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam konteks menjaga kerukunan dan stabilitas sosial. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada perbandingan wacana yang disampaikan dalam pementasan wayang kulit dengan media komunikasi lainnya, seperti media sosial atau televisi, untuk melihat efektivitas masing-masing media dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat. Terakhir, penelitian dapat mengkaji bagaimana nilai-nilai tradisional yang terkandung dalam wayang kulit dapat diintegrasikan dengan pendidikan karakter di sekolah-sekolah untuk membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan cinta tanah air. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran wayang kulit sebagai bagian dari budaya bangsa yang memiliki potensi untuk memajukan pendidikan, sosial, dan ekonomi masyarakat.

Read online
File size224.71 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test