UNDIKMAUNDIKMA
Journal of English Language TeachingJournal of English Language TeachingMobile-Assisted Language Learning (MALL) semakin disukai karena fleksibilitasnya. Penelitian ini menganalisis pola interaksi dalam pelatihan bahasa Inggris L2 yang sepenuhnya dilakukan melalui grup WhatsApp dan menelaah perspektif guru. Analisis wacana mengungkap pola Inisiasi-Respons-Feedback (IRF) yang fleksibel, di mana penggunaan emotikon dan catatan suara oleh siswa memperkuat hubungan emosional serta mengurangi umpan balik langsung. Guru menilai WhatsApp sebagai media yang berguna untuk melatih semua keterampilan bahasa, namun menekankan pentingnya ukuran kelompok yang kecil. Penelitian ini juga menemukan ketidaksesuaian pada pasangan adjacency, yang dapat diperbaiki dengan fitur balasan langsung untuk meningkatkan koherensi percakapan dan efektivitas pedagogis. Selanjutnya, penelitian menyarankan penggabungan grup WhatsApp dengan pertemuan luring guna meningkatkan rasa tanggung jawab dan partisipasi siswa dalam diskusi.
Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan WhatsApp sebagai platform Mobile‑Assisted Language Learning dapat mendukung latihan menulis, membaca, mendengarkan, dan berbicara dalam bahasa Inggris L2, dengan pola interaksi utama berlandaskan model Inisiasi‑Respons‑Feedback yang lebih fleksibel dibandingkan kelas tatap muka.Fitur-fitur seperti balasan langsung, emotikon, dan catatan suara memperbaiki koherensi percakapan serta mengurangi rasa terancam pada umpan balik korektif, namun keterbatasan partisipasi siswa tetap signifikan sehingga ukuran kelompok harus dibatasi.Oleh karena itu, kombinasi antara kegiatan daring melalui WhatsApp dengan pertemuan luring serta penelitian lanjutan yang menelaah persepsi siswa dianggap penting untuk meningkatkan keterlibatan dan efektivitas pembelajaran.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki persepsi siswa terhadap pembelajaran bahasa Inggris melalui WhatsApp, khususnya faktor‑faktor apa yang memengaruhi tingkat partisipasi dan rasa keterlibatan mereka dalam diskusi daring. Selanjutnya, dapat diuji pengaruh integrasi pertemuan tatap muka secara periodik bersama aktivitas WhatsApp terhadap peningkatan motivasi, kehadiran, serta hasil belajar keterampilan bahasa secara keseluruhan. Penelitian ketiga dapat membandingkan efektivitas dan pola interaksi pada kelompok belajar dengan ukuran berbeda (misalnya 5, 10, dan 15 peserta) serta kombinasi mode sinkron‑asinkron untuk menilai skala yang optimal bagi guru dalam memantau dan memberikan umpan balik yang tepat. Keempat, studi dapat mengevaluasi penggunaan algoritma otomatis dalam fitur balasan langsung untuk mendeteksi dan memperbaiki pasangan adjacency yang terganggu, sehingga meningkatkan koherensi percakapan. Kelima, penelitian dapat mengembangkan kerangka kerja pedagogis yang memadukan emotikon dan catatan suara sebagai instrumen pengurangan kecemasan belajar, serta mengukur dampaknya terhadap kepercayaan diri berbicara siswa.
- Interaction in L2 Classrooms - Long - - Major Reference Works - Wiley Online Library. interaction l2... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/9781118784235.eelt0233Interaction in L2 Classrooms Long Major Reference Works Wiley Online Library interaction l2 onlinelibrary wiley doi 10 1002 9781118784235 eelt0233
- Classroom Interaction Research: The State of the Art: Research on Language and Social Interaction: Vol... tandfonline.com/doi/full/10.1080/08351813.2019.1631037Classroom Interaction Research The State of the Art Research on Language and Social Interaction Vol tandfonline doi full 10 1080 08351813 2019 1631037
- Exploring chat-based communication in the EFL class: computer and mobile environments: Computer Assisted... tandfonline.com/doi/full/10.1080/09588221.2019.1614632Exploring chat based communication in the EFL class computer and mobile environments Computer Assisted tandfonline doi full 10 1080 09588221 2019 1614632
- Using mobile devices to leverage student access to collaboratively-generated resources: A case of WhatsApp... doi.org/10.2991/icaicte.2013.66Using mobile devices to leverage student access to collaboratively generated resources A case of WhatsApp doi 10 2991 icaicte 2013 66
| File size | 448.78 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
SYEKH NURJATISYEKH NURJATI majority of teachers still have low digital competence. Although they are able to use basic tools such as Microsoft Office, many have difficulty in adoptingmajority of teachers still have low digital competence. Although they are able to use basic tools such as Microsoft Office, many have difficulty in adopting
UNDIKMAUNDIKMA Mayoritas siswa memperoleh skor sekitar 70, yang termasuk dalam kategori cukup. Hal ini sejalan dengan kebijakan sekolah mengenai nilai kelulusan minimumMayoritas siswa memperoleh skor sekitar 70, yang termasuk dalam kategori cukup. Hal ini sejalan dengan kebijakan sekolah mengenai nilai kelulusan minimum
UNDIKMAUNDIKMA The validity and reliability of the tests used were analyzed using SPSS. A validity test was conducted on 40 students in class A using a double-choiceThe validity and reliability of the tests used were analyzed using SPSS. A validity test was conducted on 40 students in class A using a double-choice
UNDIKMAUNDIKMA The media used so far is less interesting and less interactive. This research was conducted to see the effectiveness of interactive media learning videoThe media used so far is less interesting and less interactive. This research was conducted to see the effectiveness of interactive media learning video
UNDIKMAUNDIKMA Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa jaringan WDM dapat menggunakan konversi panjang gelombang penuh atau terbatas, tergantung pada kemampuanHasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa jaringan WDM dapat menggunakan konversi panjang gelombang penuh atau terbatas, tergantung pada kemampuan
UNDIKMAUNDIKMA Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek model PjBL berbasis GeoGebra terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatanPenelitian ini bertujuan untuk menentukan efek model PjBL berbasis GeoGebra terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan
UNDIKMAUNDIKMA Conversely, students with low mathematical reflective thinking skills demonstrate low sociomathematical norms. These findings highlight a correlation betweenConversely, students with low mathematical reflective thinking skills demonstrate low sociomathematical norms. These findings highlight a correlation between
UNDIKMAUNDIKMA Instrumen meliputi tes kemampuan pemecahan masalah berjumlah enam butir dan kuesioner kecemasan matematika berjumlah 27 butir yang telah divalidasi olehInstrumen meliputi tes kemampuan pemecahan masalah berjumlah enam butir dan kuesioner kecemasan matematika berjumlah 27 butir yang telah divalidasi oleh
Useful /
APPISIAPPISI Studi konseptual ini menunjukkan bahwa kekompakan kelompok merupakan inti dan kekuatan utama bagi komunitas yang ingin membangun citra publik yang positif,Studi konseptual ini menunjukkan bahwa kekompakan kelompok merupakan inti dan kekuatan utama bagi komunitas yang ingin membangun citra publik yang positif,
UNJUNJ Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat tinggi, dengan penilaian dari ahli materi sebesar 95,83%, ahli media 83,10%, dan ahli desain pembelajaranHasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat tinggi, dengan penilaian dari ahli materi sebesar 95,83%, ahli media 83,10%, dan ahli desain pembelajaran
UNDIKMAUNDIKMA Tujuannya adalah untuk secara memadai mengatasi kebutuhan profesional mahasiswa dalam lingkungan kerja masa depan mereka. Studi ini menggunakan pendekatanTujuannya adalah untuk secara memadai mengatasi kebutuhan profesional mahasiswa dalam lingkungan kerja masa depan mereka. Studi ini menggunakan pendekatan
UNDIKMAUNDIKMA Based on the results and discussion of the research, it can be concluded that the Team-Based Project-based elementary school number learning module isBased on the results and discussion of the research, it can be concluded that the Team-Based Project-based elementary school number learning module is