ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES
Acta Medica IndonesianaActa Medica IndonesianaLatar belakang: retinopati diabetik (RD) tipe proliferatif merupakan bentuk lanjut RD yang selanjutnya dapat menyebabkan kebutaan. Kadar produk akhir glikasi/advanced glycation end products (AGEs) dan D-dimer cairan vitreus dapat menggambarkan perubahan patologi pada retina, tetapi hanya ada sedikit penelitian yang menilai korelasi antara kedua parameter tersebut dengan kadar HbA1c dalam darah. Tujuan penelitian ini menemukan hubungan antara kadar HbA1c darah dengan kadar AGEs dan D-dimer cairan vitreus pada pasien dengan RD tipe proliferatif. Metode: penelitian bersifat analitik potong lintang pada pasien dengan RD tipe proliferatif yang menjalani vitrektomi. Pasien dibagi dalam 2 kelompok yaitu hiperglikemi tidak terkendali (HbA1c > 7%) dan terkendali (HbA1c < 7%). Kadar AGEs dan D-dimer cairan vitreus diukur dan kadarnya dibandingkan antara pasien hiperglikemi tidak terkendali dan terkendali. Uji korelasi statistik juga dilakukan antara kadar HbA1c darah dengan kadar AGEs dan D-dimer cairan vitreus. Hasil: pasien berjumlah 47, dengan 32 (68.1%) pasien adalah wanita. Nilai median kadar AGEs cairan vitreus 11.0 (3.0 โ 48.0) ยตg/mL, dan nilai median kadar D-dimer cairan vitreus 5,446.0 (44.0 โ 37,394.0 ) ng/mL. Nilai median kadar AGEs cairan vitreus lebih tinggi bermakna pada pasien dengan hiperglikemia tidak terkendali dibandingkan dengan hiperglikemia terkendali (14.0 vs. 4.0 mg/mL; p<0.001). Terdapat korelasi positif bermakna dengan kekuatan sedang antara kadar HbA1c darah dan kadar AGEs cairan vitreus (r = 0.524; r2 = 0.130; p=0.0001). Kadar HbA1c darah dapat digunakan untuk memperkirakan kadar AGEs cairan vitreus dengan menggunakan rumus: kadar AGEs cairan vitreus = -1.442 (1.740xHbA1c darah). Kadar D-dimer cairan vitreus pasien dengan hiperglikemia tidak terkendali tidak berbeda bermakna dengan pasien hiperglikemia terkendali (median 4607.5 vs. 5701.6 ng/mL; p = 0.458). Terdapat korelasi positif bermakna tetapi dengan kekuatan lemah antara kadar HbA1c darah dengan kadar D-dimer cairan vitreus (r = 0.342; p = 0.019). Kadar AGEs cairan vitreus memiliki korelasi positif bermakna dengan kekuatan lemah dibandingkan dengan kadar D-dimer cairan vitreus (r = 0.292; p = 0.046). Kesimpulan: nilai median kadar AGEs cairan vitreus lebih tinggi bermakna pada pasien RD proliferatif dengan hiperglikemia tidak terkendali dibandingkan hiperglikemia terkendali. Kadar HbA1c darah dapat digunakan untuk memperkirakan kadar AGEs cairan vitreus pada pasien RD proliferatif dengan menggunakan rumus: kadar AGEs cairan vitreus = -1.442 (1.740x HbA1c darah). Kadar HbA1c darah pada pasien RD proliferatif tidak dapat digunakan untuk memperkirakan kadar D-dimer cairan vitreus.
Nilai median kadar AGEs cairan vitreus lebih tinggi secara signifikan pada pasien retinopati diabetik proliferatif dengan hiperglikemia tidak terkendali dibandingkan dengan pasien dengan hiperglikemia terkendali.Kadar HbA1c darah dapat digunakan untuk memperkirakan kadar AGEs cairan vitreus pada pasien retinopati diabetik proliferatif dengan rumus.Namun, kadar HbA1c darah tidak dapat digunakan untuk memperkirakan kadar D-dimer cairan vitreus pada pasien retinopati diabetik proliferatif.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang memengaruhi kadar D-dimer vitreus pada pasien dengan retinopati diabetik proliferatif, selain kadar HbA1c. Hal ini penting karena peningkatan D-dimer dapat mengindikasikan risiko trombosis dan komplikasi vaskular lainnya. Selain itu, studi prospektif yang melibatkan pemantauan kadar AGEs dan D-dimer vitreus secara berkala pada pasien dengan retinopati diabetik dapat membantu dalam memprediksi perkembangan penyakit dan merancang strategi pencegahan yang lebih efektif. Terakhir, penelitian yang mengeksplorasi peran intervensi terapeutik yang menargetkan AGEs dan jalur koagulasi, seperti penggunaan agen anti-AGEs atau antikoagulan, dalam memperlambat progresivitas retinopati diabetik proliferatif juga sangat menjanjikan untuk dilakukan.
| File size | 388.13 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UnwahasUnwahas Uji Spearman Rank digunakan untuk menghitung kekuatan asosiasi (CI: 95%). Dari 50 responden yang diteliti, status asma diketegorikan terkendali partialUji Spearman Rank digunakan untuk menghitung kekuatan asosiasi (CI: 95%). Dari 50 responden yang diteliti, status asma diketegorikan terkendali partial
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Selain itu, akan dinilai pula apakah layanan spiritual berperan dalam mengurangi rasa nyeri. Metode: penelitian ini menggunakan studi potong lintang denganSelain itu, akan dinilai pula apakah layanan spiritual berperan dalam mengurangi rasa nyeri. Metode: penelitian ini menggunakan studi potong lintang dengan
UNYUNY Kualitas Proses Akademik dan Dukungan (QuAcSuPr), Kurikulum (Cu), Kualitas Pengajaran (TeQu), Layanan Perpustakaan (LiSe), dan Keberlanjutan PendidikanKualitas Proses Akademik dan Dukungan (QuAcSuPr), Kurikulum (Cu), Kualitas Pengajaran (TeQu), Layanan Perpustakaan (LiSe), dan Keberlanjutan Pendidikan
UNDIPUNDIP Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perilaku gaya hidup yang mempromosikan kesehatan pada mahasiswa keperawatan serta korelasinya denganTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perilaku gaya hidup yang mempromosikan kesehatan pada mahasiswa keperawatan serta korelasinya dengan
MARANATHAMARANATHA Penelitian ini menunjukkan bahwa kecemasan memperlambat pengosongan lambung dan merangsang sekresi asam lambung sehingga mengakibatkan munculnya gejalaPenelitian ini menunjukkan bahwa kecemasan memperlambat pengosongan lambung dan merangsang sekresi asam lambung sehingga mengakibatkan munculnya gejala
MARANATHAMARANATHA Penelitian ini menggunakan metode studi potong lintang terhadap 78 penderita tekanan darah tinggi di Puskesmas Cisauk yang memenuhi kriteria penelitian.Penelitian ini menggunakan metode studi potong lintang terhadap 78 penderita tekanan darah tinggi di Puskesmas Cisauk yang memenuhi kriteria penelitian.
UNYUNY Selain itu, praktik pengasuhan mengalami perubahan positif dengan penurunan praktik pengasuhan negatif dan peningkatan praktik pengasuhan positif. VariabelSelain itu, praktik pengasuhan mengalami perubahan positif dengan penurunan praktik pengasuhan negatif dan peningkatan praktik pengasuhan positif. Variabel
INABJINABJ Tidak terdapat perbedaan signifikan kadar esRAGE dan MGP antara kelompok diabetes terkontrol dan tidak terkontrol, tetapi MGP lebih rendah pada kelompokTidak terdapat perbedaan signifikan kadar esRAGE dan MGP antara kelompok diabetes terkontrol dan tidak terkontrol, tetapi MGP lebih rendah pada kelompok
Useful /
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Studi ini menunjukkan bahwa hampir 90% pasien memberikan ekspresi positif CD30, sementara ekspresi positif CD15, CD50, dan PAX5 ditemukan pada kurang dariStudi ini menunjukkan bahwa hampir 90% pasien memberikan ekspresi positif CD30, sementara ekspresi positif CD15, CD50, dan PAX5 ditemukan pada kurang dari
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Analisis terbatas pada populasi pekerja usia 40-69 tahun. Terdapat 137.378 subyek yang dianalisis. Analisis coxs regression yang dimodifikasi digunakanAnalisis terbatas pada populasi pekerja usia 40-69 tahun. Terdapat 137.378 subyek yang dianalisis. Analisis coxs regression yang dimodifikasi digunakan
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Latar belakang: nefritis lupus (NL) proliferatif memiliki prevalensi yang lebih tinggi dan prognosis yang lebih buruk dibandingkan NL non-proliferatif.Latar belakang: nefritis lupus (NL) proliferatif memiliki prevalensi yang lebih tinggi dan prognosis yang lebih buruk dibandingkan NL non-proliferatif.
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Latar belakang: sudah banyak penelitian mengenai interferon-gamma release assay (IGRA) dalam TB luar paru, namun hanya sedikit yang berasal dari negara-negaraLatar belakang: sudah banyak penelitian mengenai interferon-gamma release assay (IGRA) dalam TB luar paru, namun hanya sedikit yang berasal dari negara-negara