UMAUMA

Jurnal AnalitikaJurnal Analitika

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran tingkat kepuasan hidup sebagai moderator pada hubungan antara infleksibilitas psikologis dengan perilaku NSSI. Perilaku menyakiti diri tanpa ada niat untuk bunuh diri (nonsuicidal self-injury (NSSI)) saat ini sudah banyak dilakukan pada kelompok usia remaja dan dewasa muda. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 224 partisipan dengan usia 18 – 29 tahun (rata-rata umur 22,21 tahun, 81,3% Perempuan). Tingkat kepuasan hidup diukur menggunakan Satisfaction with Life Scale (SWLS), infleksibilitas psikologis diukur menggunakan Acceptance and Action Questionnaire-II (AAQ-II), dan perilaku NSSI diukur menggunakan Non-Suicidal Self-Injury Function Scale (NSSI-FS). Analisis moderasi telah dilakukan menggunakan Hayes 4.0. Hasil analisis moderasi menunjukkan bahwa tingkat kepuasan hidup secara signifikan memoderasi hubungan infleksibilitas psikologis dengan perilaku NSSI. Hal ini sesuai dengan hipotesis penelitian yaitu tingkat kepuasan hidup dapat memperlemah hubungan antara infleksibilitas psikologis dengan perilaku NSSI. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa individu dapat memperlemah efek dari infleksibilitas psikologis dengan meningkatkan kepuasan hidupnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan hidup berperan sebagai moderator dalam hubungan antara infleksibilitas psikologis dan perilaku NSSI pada dewasa muda.Individu dengan tingkat kepuasan hidup yang tinggi cenderung menunjukkan hubungan yang lebih lemah antara infleksibilitas psikologis dan perilaku NSSI.Dengan demikian, meningkatkan kepuasan hidup dapat menjadi strategi untuk mengurangi dampak negatif dari infleksibilitas psikologis terhadap perilaku menyakiti diri.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor spesifik yang berkontribusi terhadap infleksibilitas psikologis pada dewasa muda, seperti pengalaman traumatis masa lalu atau gaya pengasuhan yang tidak mendukung. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan evaluasi intervensi berbasis mindfulness atau terapi penerimaan dan komitmen (ACT) yang bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas psikologis dan kepuasan hidup pada individu yang rentan terhadap perilaku NSSI. Terakhir, penting untuk meneliti peran faktor-faktor kontekstual, seperti dukungan sosial dan lingkungan budaya, dalam memengaruhi hubungan antara infleksibilitas psikologis, kepuasan hidup, dan perilaku NSSI, guna merancang program pencegahan dan intervensi yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan populasi yang beragam. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang mekanisme yang mendasari perilaku NSSI dan membantu mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk mencegah dan mengatasi masalah ini.

  1. Association between Non-Suicidal Self-Injuries and Suicide Attempts in Chinese Adolescents and College... doi.org/10.1371/journal.pone.0017977Association between Non Suicidal Self Injuries and Suicide Attempts in Chinese Adolescents and College doi 10 1371 journal pone 0017977
Read online
File size312.03 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test