ABULYATAMAABULYATAMA

Jurnal Dedikasi PendidikanJurnal Dedikasi Pendidikan

Abstrak: Komunikasi efektif antara guru dan siswa merupakan kunci utama dalam menciptakan proses pembelajaran yang bermakna. Salah satu pendekatan yang dapat meningkatkan kualitas komunikasi guru adalah Neuro Linguistic Programming (NLP), yang menawarkan berbagai teknik praktis untuk memahami dan memengaruhi pola pikir serta perilaku. Penelitian ini bertujuan mengkaji relevansi NLP terhadap pola komunikasi guru dalam pembelajaran melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode kajian pustaka. Fokus utama diarahkan pada tiga teknik NLP, yaitu rapport, reframing, dan modeling. Hasil kajian menunjukkan bahwa rapport membantu guru membangun kedekatan dan kepercayaan dengan siswa, reframing memungkinkan perubahan persepsi negatif menjadi positif dalam proses belajar, dan modeling mendorong pembelajaran melalui peneladanan terhadap perilaku dan strategi sukses. Ketiga teknik tersebut dapat memperkuat peran guru sebagai komunikator yang inspiratif dan memberdayakan. Kajian ini merekomendasikan agar guru mengikuti pelatihan NLP guna memperoleh pemahaman dan keterampilan yang lebih mendalam dalam menerapkan pendekatan ini secara efektif di lingkungan pembelajaran.

Penerapan prinsip Neuro‑Linguistic Programming (NLP) secara signifikan meningkatkan kualitas komunikasi guru dalam pembelajaran, dimana teknik rapport, reframing, dan modeling masing‑masing memperkuat kedekatan emosional, mengubah persepsi siswa, dan menyediakan teladan keberhasilan.Konsistensi dan kesadaran dalam penggunaan ketiga teknik tersebut menjadikan guru tidak hanya penyampai informasi tetapi juga inspirator dan pemberdaya siswa.Agar penerapan lebih optimal, diperlukan pelatihan dan pendampingan yang memadai bagi guru.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji sejauh mana program pelatihan Neuro‑Linguistic Programming (NLP) meningkatkan kemampuan komunikasi guru serta dampaknya terhadap keterlibatan siswa di kelas, dengan menggunakan desain eksperimen quasi‑experimental dan instrumen observasi serta kuesioner. Selanjutnya, perlu dilakukan studi komparatif untuk menilai bagaimana teknik NLP seperti rapport, reframing, dan modeling dapat disesuaikan dengan tiga gaya belajar utama—visual, auditori, dan kinestetik—dan bagaimana adaptasi tersebut memengaruhi hasil belajar dan motivasi siswa pada mata pelajaran berbeda. Selain itu, penelitian longitudinal dapat menelusuri efek jangka panjang penggunaan teknik modeling oleh guru terhadap persepsi self‑efficacy siswa serta prestasi akademik mereka selama beberapa tahun pelajaran, sehingga dapat memberikan gambaran tentang keberlanjutan manfaat NLP dalam pendidikan. Ketiga arah studi ini diharapkan dapat memperkaya basis bukti empiris, membantu penyusunan kebijakan pelatihan guru, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah.

Read online
File size383.52 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test