ABULYATAMAABULYATAMA

Jurnal Dedikasi PendidikanJurnal Dedikasi Pendidikan

Kekerasan yang dilakukan oleh guru di sekolah menunjukkan pelanggaran serius terhadap etika dan standar profesional dalam pendidikan. Penelitian ini mengkaji lima kasus kekerasan fisik oleh pendidik yang mencakup kekerasan verbal, fisik, hingga pelecehan seksual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola, penyebab, serta dampak kekerasan terhadap siswa, baik fisik maupun mental. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan dipicu oleh lemahnya pengelolaan emosi guru, dan kurangnya pengawasan di sekolah. Untuk mencegah hal ini, diperlukan pelatihan bagi guru, penerapan kode etik yang konsisten, dan pengawasan lebih ketat terhadap kualifikasi guru.

Insiden kekerasan yang dilakukan oleh tenaga pendidik di lingkungan sekolah menunjukkan abrasi serius terhadap landasan profesionalisme dan imperatif etis yang seharusnya membimbing setiap tindakan guru, sebagaimana secara eksplisit termaktub dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.Kecenderungan dalam proses pemberian sanksi atau implementasi disiplin yang lebih bertumpu pada konsekuensi fisik yang menyakitkan dan tekanan psikologis yang merendahkan, alih-alih pendekatan pedagogis yang konstruktif dan berorientasi pada pengembangan karakter, berpotensi besar untuk menimbulkan dampak negatif yang berkelanjutan terhadap integritas fisik dan kesejahteraan mental peserta didik yang seharusnya dilindungi dan dibimbing.Fenomena kekerasan ini, dalam berbagai manifestasinya mulai dari agresi verbal yang merusak harga diri, tindakan fisik yang menimbulkan luka, hingga pelecehan seksual yang meninggalkan trauma mendalam, secara konsisten merusak fondasi kepercayaan esensial dalam relasi antara pendidik dan peserta didik.

Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah pelatihan regulasi emosi berbasis mindfulness bagi guru dapat secara signifikan menurunkan frekuensi kekerasan di kelas melalui desain eksperimen terkontrol dengan kelompok kontrol dan intervensi; pertanyaan penelitian yang dapat diajukan adalah Bagaimana pengaruh pelatihan mindfulness terhadap kemampuan guru mengelola stres dan mencegah tindakan kekerasan? Selanjutnya, diperlukan studi komparatif yang meneliti sejauh mana penerapan kode etik secara konsisten di sekolah-sekolah berbeda memengaruhi tingkat kekerasan guru, dengan fokus pada variabel kepatuhan kebijakan dan faktor konteks wilayah; pertanyaan yang relevan adalah Apakah tingkat kepatuhan terhadap kode etik berhubungan negatif dengan kejadian kekerasan guru? Terakhir, penelitian longitudinal dengan pendekatan campuran dapat menilai dampak program mentoring sejawat bagi guru terhadap peningkatan kompetensi profesional dan penurunan perilaku kekerasan, misalnya dengan mengamati perubahan sikap dan praktik mengajar selama dua tahun; pertanyaan yang dapat dijawab adalah Bagaimana program mentoring sejawat mempengaruhi profesionalisme guru dan mengurangi tindakan kekerasan dalam jangka panjang?.

  1. Pengembangan Kompetensi Guru untuk Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka | JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu... jiip.stkipyapisdompu.ac.id/jiip/index.php/JIIP/article/view/3478Pengembangan Kompetensi Guru untuk Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka JIIP Jurnal Ilmiah Ilmu jiip stkipyapisdompu ac jiip index php JIIP article view 3478
  2. KONTRIBUSI METODE COACHING DALAM KOMUNIKASI PERSUASIF PEGAWAI DI RSUD R. SYAMSUDIN, SH KOTA SUKABUMI... jurnal.wicida.ac.id/index.php/sebatik/article/view/1151KONTRIBUSI METODE COACHING DALAM KOMUNIKASI PERSUASIF PEGAWAI DI RSUD R SYAMSUDIN SH KOTA SUKABUMI jurnal wicida ac index php sebatik article view 1151
Read online
File size343.72 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test