UNILAUNILA
Jurnal Sylva LestariJurnal Sylva LestariHutan rakyat merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah terhadap tekanan sumber daya hutan. Manfaat yang diperoleh masyarakat tergantung pada pengelolaan yang dilakukan oleh petani hutan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalis strategi pengembangan hutan rakyat di Desa Bandar Dalam. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2015. Data yang dikumpulkan berupa data potensi kayu yang dianalisis secara kuantitatif. Pengukuran potensi kayu dilakukan dengan menggunakan petak ukur persegi berukuran 10 m × 10 m dengan intensitas sampling sebesar 1,3 %. Analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) digunakan untuk menentukan pengembangan yang tepat di hutan rakyat Desa Bandar Dalam. Strategi pengembangan hutan rakyat yang perlu diterapkan adalah pemeliharaan terhadap pohon, meminimalkan kelemahan pengetahuan tentang hutan dengan meningkatkan pengetahuan mengenai manfaat hutan dan mengurangi ancaman dengan menggunakan teknologi sederhana seperti penggunaan alat pertanian yang lengkap dan pemupukan.
Hutan rakyat Desa Bandar Dalam memiliki potensi volume kayu sekitar 484,4 m³/ha dan potensi penerimaan sekitar Rp 439,183.Faktor internal utama pengembangan meliputi peningkatan kualitas kayu melalui pemeliharaan, sedangkan faktor eksternal menitikberatkan pada teknologi yang memitigasi serangan hama dan penyakit.Strategi stabilitas diperlukan dengan perubahan total terhadap kegiatan pengelolaan hutan rakyat, termasuk pembangunan jaringan pemasaran untuk meningkatkan pendapatan petani.
1. Meneliti model agroforestry berkelanjutan yang menggabungkan produksi kayu dan non‑kayu di Desa Bandar Dalam untuk meningkatkan diversifikasi pendapatan. 2. Mempelajari efektivitas platform digital pemasaran kayu lokal guna memecahkan hambatan distribusi dan meningkatkan harga jual di pasar regional. 3. Menggali inovasi teknologi pemeliharaan hutan yang mengurangi serangan hama melalui bio‑kontrol, sehingga meminimalkan kerugian ekonomi dan ekologis bagi petani hutan rakyat.
| File size | 198.23 KB |
| Pages | 8 |
| Short Link | https://juris.id/p-3F |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
UIDUID DPRD Labuhanbatu-Selatan sebagai lembaga perwakilan rakyat yang terlembagakan secara formal adalah penyuara kebutuhan rakyat, maka menjadi sangat pentingDPRD Labuhanbatu-Selatan sebagai lembaga perwakilan rakyat yang terlembagakan secara formal adalah penyuara kebutuhan rakyat, maka menjadi sangat penting
IPBIPB Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka kebijakan yang ada saat ini lemah untuk mendukung pengelolaan hutan rakyat yang berkelanjutan. Kerangka kebijakanHasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka kebijakan yang ada saat ini lemah untuk mendukung pengelolaan hutan rakyat yang berkelanjutan. Kerangka kebijakan
APTKLHIAPTKLHI Pengujian hipotesis mediasi menunjukkan bahwa terdapat mediasi parsial dari ECO dan EGY ke SCF yang konsisten dan bernilai positif. Berdasarkan perhitunganPengujian hipotesis mediasi menunjukkan bahwa terdapat mediasi parsial dari ECO dan EGY ke SCF yang konsisten dan bernilai positif. Berdasarkan perhitungan
UNILAUNILA Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa ketebalan papan dan persentase kayu teras berkorelasi signifikan dengan penyusunan skedul pengeringan. SkedulHasil analisis chi-square menunjukkan bahwa ketebalan papan dan persentase kayu teras berkorelasi signifikan dengan penyusunan skedul pengeringan. Skedul
UBTUBT Implementasinya di sekolah dan siswa Konseling karier model KIPAS hakikatnya merupakan suatu kerangka kerja yang dirancang dan disusun agar dapat beradaptasiImplementasinya di sekolah dan siswa Konseling karier model KIPAS hakikatnya merupakan suatu kerangka kerja yang dirancang dan disusun agar dapat beradaptasi
UNILAUNILA Repong Damar merupakan suatu sistem pengelolaan tanaman perkebunan yang dibudidayakan dan dikelola oleh masyarakat Lampung Krui. Repong Damar memilikiRepong Damar merupakan suatu sistem pengelolaan tanaman perkebunan yang dibudidayakan dan dikelola oleh masyarakat Lampung Krui. Repong Damar memiliki
UNILAUNILA Serangga hama yang menyerang bibit jabon, sengon laut, dan kayu afrika meliputi ulat, belalang, ngengat, kepik pengisap, ulat kantong, ulat daun, kutuSerangga hama yang menyerang bibit jabon, sengon laut, dan kayu afrika meliputi ulat, belalang, ngengat, kepik pengisap, ulat kantong, ulat daun, kutu
UNILAUNILA Hal ini berkaitan dengan daya dukung tanah terhadap pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan informasi tentang status kesuburan tanahHal ini berkaitan dengan daya dukung tanah terhadap pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan informasi tentang status kesuburan tanah
Useful /
UNSULTRAUNSULTRA Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa daerah aliran sungai DAS Kusambi yang melalui Desa Guali memiliki kerentanan banjir yang tinggi akibatHasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa daerah aliran sungai DAS Kusambi yang melalui Desa Guali memiliki kerentanan banjir yang tinggi akibat
PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING The participants were teachers of grades 1 to 6 and teachers of sports subjects. The research was conducted at SDN 1 Batukura Narmada, West Lombok. DataThe participants were teachers of grades 1 to 6 and teachers of sports subjects. The research was conducted at SDN 1 Batukura Narmada, West Lombok. Data
UNILAUNILA Adapun status kondisi kesehatan pada masing-masing klaster plot di hutan mangrove adalah buruk dan baik, di hutan rakyat adalah baik dan sedang, di hutanAdapun status kondisi kesehatan pada masing-masing klaster plot di hutan mangrove adalah buruk dan baik, di hutan rakyat adalah baik dan sedang, di hutan
UNILAUNILA Seluruh key person (100%) menilai pengelolaan telah berjalan baik, sedangkan sebagian besar wisatawan (80%) menilai pengelolaan ekowisata buruk. SeluruhSeluruh key person (100%) menilai pengelolaan telah berjalan baik, sedangkan sebagian besar wisatawan (80%) menilai pengelolaan ekowisata buruk. Seluruh