PAPANDAPAPANDA
Polinomial : Jurnal Pendidikan MatematikaPolinomial : Jurnal Pendidikan MatematikaMotivasi belajar merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran matematika. Salah satu faktor yang memengaruhi motivasi belajar siswa adalah keterampilan bertanya guru dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ditemukan adanya kesenjangan antara keterampilan bertanya guru dan tingkat motivasi belajar siswa di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keterampilan bertanya guru dan motivasi belajar matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTS negeri 2 Lampung Timur yang berjumlah 161 siswa dan sampel penelitian kelas VII A dengan jumlah 30 siswa yang diperoleh menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket motivasi dan keterampilan bertanya guru. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji korelasi product moment (pearson). Hasil analisis data diperoleh nilai πβππ‘π’ππ 0,705 dan nilai ππ‘ππππ 0,374. Dimana jika πβππ‘π’ππ > ππ‘ππππ maka terdapat korelasi yang signifikan. Berdasarkan perolehan data tersebut dimana 0,705 > 0,374 atau πβππ‘π’ππ > ππ‘ππππ sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan bertanya guru terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika kelas VII Mts N 2 Lampung Timur. Hubungan tersebut menunjukkan bahwa semakin baik keterampilan bertanya guru, maka semakin tinggi motivasi belajar matematika siswa begitu juga sebaliknya.
Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji Korelasi Product Moment diperoleh nilai πβππ‘π’ππ = 0,705 dan ππ‘ππππ = 0,374.Karena πβππ‘π’ππ > ππ‘ππππ(0,705 > 0,374), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan bertanya guru dan motivasi belajar matematika siswa.Nilai koefisien korelasi sebesar 0,705 menunjukkan hubungan yang kuat dan positif, yang berarti semakin baik keterampilan bertanya guru, maka semakin tinggi motivasi belajar siswa.
Penelitian selanjutnya dapat menguji pengaruh pelatihan intensif keterampilan bertanya guru secara eksperimental, dengan membandingkan kelas yang menerima program pelatihan selama satu semester dengan kelas kontrol yang tidak mendapat pelatihan, serta mengukur perubahan motivasi belajar matematika siswa secara longitudinal. Selain itu, studi dapat menyelidiki perbedaan efek jenis pertanyaanβterbuka, tertutup, dan berbasis pemecahan masalahβterhadap motivasi intrinsik siswa pada berbagai tingkatan kelas (VII hingga IX), sehingga dapat diidentifikasi strategi pertanyaan yang paling efektif. Selanjutnya, penelitian mixedβmethods dapat mengeksplorasi peran mediasi selfβefficacy siswa dalam hubungan antara keterampilan bertanya guru dan motivasi belajar, dengan menggabungkan data kuantitatif korelasi serta wawancara mendalam untuk memahami mekanisme psikologis yang mendasari. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi pengembangan kurikulum dan program profesionalisasi guru dalam konteks pendidikan matematika di madrasah. Selain itu, penelitian dapat melibatkan guru dari berbagai jenis madrasah dan sekolah menengah umum untuk membandingkan efek konteks institusional terhadap hubungan tersebut. Dengan memperluas sampel dan variabel, hasilnya dapat meningkatkan generalisasi temuan secara nasional.
- Konsep Penelitian Kuantitatif: Populasi, Sampel, dan Analisis Data (Sebuah Tinjauan Pustaka) | Jurnal... doi.org/10.38035/jim.v3i1.504Konsep Penelitian Kuantitatif Populasi Sampel dan Analisis Data Sebuah Tinjauan Pustaka Jurnal doi 10 38035 jim v3i1 504
- Menguji Validitas Dan Reliabilitas Pada Mata Pelajaran Al Qur’an Hadits Menggunakan Korelasi Produk... doi.org/10.37758/annawa.v4i1.419Menguji Validitas Dan Reliabilitas Pada Mata Pelajaran Al QurAoan Hadits Menggunakan Korelasi Produk doi 10 37758 annawa v4i1 419
- PENTINGNYA KEMAMPUAN BERTANYA GURU TERHADAP MOTIVASI SISWA DALAM BELAJAR MATEMATIKA | Faridah | Journal... doi.org/10.24014/jete.v3i1.15132PENTINGNYA KEMAMPUAN BERTANYA GURU TERHADAP MOTIVASI SISWA DALAM BELAJAR MATEMATIKA Faridah Journal doi 10 24014 jete v3i1 15132
- Hipotesis Penelitian Kuantitatif | Perspektif : Jurnal Ilmu Administrasi. hipotesis penelitian kuantitatif... doi.org/10.33592/perspektif.v3i2.1540Hipotesis Penelitian Kuantitatif Perspektif Jurnal Ilmu Administrasi hipotesis penelitian kuantitatif doi 10 33592 perspektif v3i2 1540
| File size | 450.35 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
PAPANDAPAPANDA Selain itu, rata-rata capaian kemampuan penalaran matematis siswa telah memenuhi skor minimal, dan peningkatan kemampuan siswa ditunjukkan dengan indeksSelain itu, rata-rata capaian kemampuan penalaran matematis siswa telah memenuhi skor minimal, dan peningkatan kemampuan siswa ditunjukkan dengan indeks
PAPANDAPAPANDA Siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran, mampu mengaitkan konsep dengan permasalahan kontekstual, serta membangun pemahaman secara mandiriSiswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran, mampu mengaitkan konsep dengan permasalahan kontekstual, serta membangun pemahaman secara mandiri
PAPANDAPAPANDA Berdasarkan hasil tahap desain difokuskan pada perancangan struktur e-modul, pemetaan materi, penyusunan aktivitas pembelajaran sesuai sintaks DiscoveryBerdasarkan hasil tahap desain difokuskan pada perancangan struktur e-modul, pemetaan materi, penyusunan aktivitas pembelajaran sesuai sintaks Discovery
PAPANDAPAPANDA Pada aspek siswa, ditemukan rendahnya motivasi belajar, rendahnya kemampuan matematis, serta tingginya kecemasan matematika (mathematics anxiety) yangPada aspek siswa, ditemukan rendahnya motivasi belajar, rendahnya kemampuan matematis, serta tingginya kecemasan matematika (mathematics anxiety) yang
PAPANDAPAPANDA Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, dokumentasi, dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. HasilData dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, dokumentasi, dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil
PAPANDAPAPANDA Implementasi pembelajaran berbasis konteks lokal menghadapi tantangan terkait keterbatasan sumber daya pedagogis dan resistensi terhadap inovasi kurikuler.Implementasi pembelajaran berbasis konteks lokal menghadapi tantangan terkait keterbatasan sumber daya pedagogis dan resistensi terhadap inovasi kurikuler.
PAPANDAPAPANDA Analisis data dilakukan melalui analisis tematik untuk mengidentifikasi peran perencanaan, monitoring, evaluasi, dan kontrol metakognitif dalam interaksiAnalisis data dilakukan melalui analisis tematik untuk mengidentifikasi peran perencanaan, monitoring, evaluasi, dan kontrol metakognitif dalam interaksi
AFEKSIAFEKSI Ditinjau dari daya pembeda, mayoritas butir soal memiliki kemampuan daya beda yang baik. Selain itu, hasil analisis fungsi distraktor memperlihatkan sebagianDitinjau dari daya pembeda, mayoritas butir soal memiliki kemampuan daya beda yang baik. Selain itu, hasil analisis fungsi distraktor memperlihatkan sebagian
Useful /
PAPANDAPAPANDA Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. DataPenelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data
PAPANDAPAPANDA Penggunaan media Pop Up Book berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas II pada materi bangun datar.mediaPenggunaan media Pop Up Book berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas II pada materi bangun datar.media
PAPANDAPAPANDA Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan sampel siswa kelas VII D sebagai kelompok eksperimen dan VII E sebagai kelompok kontrol.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan sampel siswa kelas VII D sebagai kelompok eksperimen dan VII E sebagai kelompok kontrol.
AFEKSIAFEKSI Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 94 remaja yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. HasilPenelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 94 remaja yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Hasil