WDHWDH
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi KesehatanEDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi KesehatanKetepatan dalam pemberian kode diagnosis penyakit gigi merupakan hasil yang sangat diutamakan sebagai dasar pembuatan laporan untuk berbagai keperluan. Pemberian kode diagnosis pada rekam medis pasien mengacu pada aturan ICD-10 (International Statistical Classification of Disease and Related Health Problem). Berdasarkan hasil observasi awal terdapat ketepatan kode pada diagnosis penyakit gigi dan mulut sebesar 45 (60,82%) kode. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketepatan pengkodean diagnosis penyakit gigi dan mulut pasien rawat jalan berdasarkan ICD-10 di UPTD. Puskesmas Serpong I. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah 3 petugas koder dan 2841 berkas rekam medis gigi dan mulut pasien rawat jalan. Sampel dalam penelitian ini adalah 3 petugas koder dan 97 berkas rekam medis pada bulan Januari- desember 2023. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel ini adalah Systematic Random Sampling dengan menggunakan perhitungan Interval. Instrumen penelitian ini menggunakan observasi dan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan bahwa belum memiliki Standar Prosedur Operasional kodefikasi. Dari 97 berkas rekam medis didapatkan kode yang tepat sebesar 64 (65.98%) dan kode yang tidak tepat sebesar 33 (34,02%). Faktor penyebab ketidaktepatan kode penyakit gigi dan mulut berdasarkan SDM didapatkan bahwa sebesar 66,7% koder bukan lulusan dari D3/D4/S1 rekam medis dan informasi kesehatan, sebesar 66,7% koder memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun. dan sebesar 66,7% koder pernah mengikuti pelatihan kodefikasi.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang tinjauan ketepatan kode diagnosis penyakit gigi dan mulut pasien rawat jalan di UPTD.1) Puskesmas Serpong I teridentifikasi belum memiliki Standar Prosedur Operasional (SPO) Kodefikasi Penyakit sesuai dengan ICD-10 WHO.2) Ketepatan kode penyakit dan mulut pasien rawat jalan di UPTD.Puskesmas Serpong I terhitung sebesar 64 (65.98%) dan 33 (34,02%) kode diagnosis penyakit gigi dan mulut yang tidak tepat.Puskesmas Serpong I belum memiliki SPO Kodefikasi yang mengacu kepada standar ICD-10 WHO.3) Puskesmas Serpong I teridentifikasi memiliki 3 orang petugas coding yang mana 2 petugas coding memiliki latar belakang pendidikan adalah S1 Kedokteran Gigi, dan 1 petugas coding berlatar belakang pendidikan D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan.Ketiga responden pernah mengikuti pelatihan kodefikasi penyakit dan tindakan.Ketiga responden rata-rata memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun sebagai petugas koding.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi ketepatan pengkodean penyakit gigi dan mulut, seperti tingkat pengetahuan dan pemahaman petugas koder tentang ICD-10, serta ketersediaan sumber daya yang memadai untuk mendukung proses pengkodean. Kedua, penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dapat dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pelatihan kodefikasi dengan tingkat ketepatan pengkodean penyakit gigi dan mulut. Ketiga, penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman petugas koder dalam menghadapi tantangan pengkodean penyakit gigi dan mulut, serta mengidentifikasi strategi yang efektif untuk meningkatkan ketepatan pengkodean. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan pengkodean penyakit gigi dan mulut, serta mengembangkan intervensi yang tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas.
| File size | 225.53 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
YARSIYARSI vaginalis sepenuhnya ditemukan pada kelompok usia dewasa (19–59 tahun) dengan proporsi 100%, sementara tidak ditemukan kasus pada kelompok remaja (10–18vaginalis sepenuhnya ditemukan pada kelompok usia dewasa (19–59 tahun) dengan proporsi 100%, sementara tidak ditemukan kasus pada kelompok remaja (10–18
YARSIYARSI Penggunaan OAT di Puskesmas Tanjung Bumi telah sesuai standar terapi TB yang dianjurkan, dengan hasil pengobatan yang umumnya efektif. Dari sudut pandangPenggunaan OAT di Puskesmas Tanjung Bumi telah sesuai standar terapi TB yang dianjurkan, dengan hasil pengobatan yang umumnya efektif. Dari sudut pandang
UnbrahUnbrah Data dikumpulkan dari rekam medis dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil: Dari 24 pasien, sebagian besar pasien berusia 17-25 tahun (33%), berstatus pelajarData dikumpulkan dari rekam medis dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil: Dari 24 pasien, sebagian besar pasien berusia 17-25 tahun (33%), berstatus pelajar
POLITEKNIK KEBUMENPOLITEKNIK KEBUMEN Temuan riset memperlihatkan bahwa baik kualitas layanan maupun citra rumah sakit sama-sama memberikan efek positif dan menonjol empati, jaminan, dan aksesibilitas,Temuan riset memperlihatkan bahwa baik kualitas layanan maupun citra rumah sakit sama-sama memberikan efek positif dan menonjol empati, jaminan, dan aksesibilitas,
APTIKOMAPTIKOM Dengan E-CRM, pasien dapat membuat janji secara online tanpa harus menunggu respon yang lama dari pihak bidan, menerima pengingat untuk janji yang telahDengan E-CRM, pasien dapat membuat janji secara online tanpa harus menunggu respon yang lama dari pihak bidan, menerima pengingat untuk janji yang telah
YMPAIYMPAI Kondisi ini berimplikasi pada menurunnya produktivitas kerja petugas rekam medis dan berdampak negatif terhadap kualitas layanan yang diberikan oleh rumahKondisi ini berimplikasi pada menurunnya produktivitas kerja petugas rekam medis dan berdampak negatif terhadap kualitas layanan yang diberikan oleh rumah
YMPAIYMPAI Hafiz Cianjur secara nyata dipengaruhi oleh unsur pengetahuan, sikap, serta motivasi, yang masing-masing memiliki hubungan positif dengan tingkat kepatuhan.Hafiz Cianjur secara nyata dipengaruhi oleh unsur pengetahuan, sikap, serta motivasi, yang masing-masing memiliki hubungan positif dengan tingkat kepatuhan.
UBMUBM Metode asosiasi berhasil mengidentifikasi hubungan antar item dalam data penjualan barang, sehingga dapat menentukan pola pembelian konsumen. PenerapanMetode asosiasi berhasil mengidentifikasi hubungan antar item dalam data penjualan barang, sehingga dapat menentukan pola pembelian konsumen. Penerapan
Useful /
APTIKOMAPTIKOM Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen pengguna terhadap aplikasi Atma dengan menggunakan algoritma Naïve Bayes serta mengevaluasi performanyaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen pengguna terhadap aplikasi Atma dengan menggunakan algoritma Naïve Bayes serta mengevaluasi performanya
YMPAIYMPAI Pengumpulan data menggunakan data primer menggunakan kuesioner untuk mengukur kepatuhan pretest dan posttest. Data analisis secara univariat dan bivariatPengumpulan data menggunakan data primer menggunakan kuesioner untuk mengukur kepatuhan pretest dan posttest. Data analisis secara univariat dan bivariat
YMPAIYMPAI Kebutuhan fisiologis adalah yang utama melebihi apapun, salah satu kebutuhan fisiologis adalah tidur yang berkualitas. Kualitas tidur adalah suatu keadaanKebutuhan fisiologis adalah yang utama melebihi apapun, salah satu kebutuhan fisiologis adalah tidur yang berkualitas. Kualitas tidur adalah suatu keadaan
IBI DarmajayaIBI Darmajaya Penelitian menunjukkan bahwa fasilitas pariwisata berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan objek wisata Pulau Pahawang, namun pengaruhnya kecil dengan nilaiPenelitian menunjukkan bahwa fasilitas pariwisata berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan objek wisata Pulau Pahawang, namun pengaruhnya kecil dengan nilai