STIKESMAYAPADASTIKESMAYAPADA

Nursing Journal: Jurnal Keperawatan MayapadaNursing Journal: Jurnal Keperawatan Mayapada

Diabetes melitus, penyakit metabolisme kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah, terus menunjukkan peningkatan prevalensi global. Indonesia menduduki peringkat ke-7 dunia dengan 10,7 juta penderita, dengan DKI Jakarta sebagai salah satu provinsi berprevalensi tertinggi (Kemenkes, 2020). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat kepatuhan minum obat pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Menggunakan desain deskriptif kualitatif, 50 pasien diabetes melitus dilibatkan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner MMAS-8 (Modified Morisky Adherence Scale-8) untuk mengukur tingkat kepatuhan minum obat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah perempuan (70%), berusia 56-60 tahun (48%), dengan durasi penyakit kurang dari 5 tahun (60%). Tingkat kepatuhan minum obat tergolong rendah, dengan 48% responden memiliki kepatuhan rendah, 10% kepatuhan sedang, dan 42% kepatuhan tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat kepatuhan minum obat pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Pasar Minggu masih rendah, dengan karakteristik pasien dominan adalah perempuan lansia. Diperlukan upaya peningkatan kepatuhan melalui edukasi dan dukungan keluarga, serta penelitian lanjutan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus.

Kepatuhan minum obat pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Pasar Minggu mayoritas tingkat kepatuhan minum obatnya rendah.

Untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus, diperlukan intervensi yang komprehensif. Pertama, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi edukasi yang efektif, dengan mempertimbangkan karakteristik pasien, seperti usia dan jenis kelamin. Kedua, penting untuk menganalisis faktor-faktor sosial dan budaya yang mempengaruhi kepatuhan, seperti dukungan keluarga dan peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan. Ketiga, studi lanjutan dapat mengeksplorasi hubungan antara kepatuhan minum obat dan hasil kesehatan jangka panjang, seperti kontrol glukosa darah dan pencegahan komplikasi. Dengan memahami faktor-faktor ini, intervensi yang lebih terarah dan efektif dapat dirancang untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus.

  1. #minum obat#minum obat
  2. #diabetes melitus#diabetes melitus
Read online
File size239.53 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-3pn
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test