POLITAPPOLITAP

ADIDAYA : Aplikasi Pendidikan dan Sosial BudayaADIDAYA : Aplikasi Pendidikan dan Sosial Budaya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana baik itu pada masa Nabi ,Muhammad Saw,Masa Bani Abbasiyah ,dan Umayyah. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian library research, ataupun penelitian kepustakaan. Library research atau kepustakaan yaitu penelitian yang pengumpulan datanya dilakukan dengan menghimpun data dari berbagai literatur. Literatur yang diteliti tidak terbatas pada buku-buku tetapi dapat juga berupa bahan-bahan dokumentasi, majalah, jurnal, dan surat kabar. Hasil penelitian ini yaitu . Multikulturalisme mulai berkembang melewati batasan keragaman pada masyarakat Arab asli, keragaman kultur ini terjadi karena adanya hubungan antara budaya luar Islam dan luar budaya Arab. Pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah kebudayaan Islam bertemu dengan kebudayaan Arab, Persia, Romawi, juga kebudayaan India.

Sejarah Islam terbentang dalam kurun waktu yang sangat panjang, sekitar 15 abad semenjak kelahiran agama Islam pada abad ke-6 M sampai perkembangannya sekarang pada awal abad ke-21 M, dan wilayah penyebaran serta cakupan peristiwa sejarahnya yang luas, telah menumbuhkan pola-pola keislaman dan multikulturalisme yang sangat unik.Dakwah Nabi Muhammad tidak hanya mengubah lanskap spiritual masyarakat Arab pada masa itu, tetapi juga memberikan teladan dalam membangun hubungan antarbudaya yang harmonis dan saling menghormati.Multikulturalisme mulai berkembang melewati batasan keragaman pada masyarakat Arab asli, keragaman kultur ini terjadi karena adanya hubungan antara budaya luar Islam dan luar budaya Arab.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah studi lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana praktik toleransi beragama di masa Nabi Muhammad SAW dapat diimplementasikan dalam konteks masyarakat multikultural kontemporer, dengan fokus pada studi komparatif antara model toleransi di Madinah dengan pendekatan keberagaman di negara-negara modern. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosial, ekonomi, dan politik yang memengaruhi keberhasilan atau kegagalan implementasi kebijakan multikulturalisme pada masa Dinasti Abbasiyah, dengan tujuan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif dalam mempromosikan kerukunan antar umat beragama. Ketiga, penelitian interdisipliner yang menggabungkan perspektif sejarah, sosiologi, dan antropologi dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana identitas budaya dan agama berinteraksi dalam membentuk dinamika sosial di masyarakat multikultural Islam, dengan fokus pada studi kasus komunitas Muslim di berbagai belahan dunia.

  1. DOI Name 10.58466 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 35z crossref email support... doi.org/10.58466DOI Name 10 58466 Values doi name values index type timestamp data hs serv 35z crossref email support doi 10 58466
  1. #daya tarik#daya tarik
  2. #sosial budaya#sosial budaya
Read online
File size155.73 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-2jH
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test