STAIDUBASTAIDUBA

Al-Irfan : Journal of Arabic Literature and Islamic StudiesAl-Irfan : Journal of Arabic Literature and Islamic Studies

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan kerangka konseptual model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) yang berfokus pada pembuatan storytelling (bercerita) berbasis konten budaya Arab guna meningkatkan kompetensi berbahasa Arab siswa. Latar belakang penelitian didasarkan pada perlunya pengembangan model pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan keterampilan berbicara (mahārat al‑kalām) dan mengintegrasikan materi budaya otentik dalam pembelajaran Bahasa Arab. Metode yang digunakan adalah Kualitatif Deskriptif dengan pendekatan Studi Pustaka (Library Research). Data dikumpulkan melalui penelaahan sistematis terhadap berbagai literatur, termasuk buku, jurnal ilmiah, dan dokumen terkait mengenai teori Project-Based Learning, prinsip pengembangan media storytelling, serta integrasi konten budaya Arab. Penelitian ini menghasilkan sebuah model kerangka kerja (framework) Project‑Based Learning (PjBL) untuk pembuatan storytelling bernuansa budaya Arab yang siap diimplementasikan di kelas. Model ini dirancang untuk mendorong siswa berkolaborasi secara aktif dan menggunakan bahasa Arab dalam konteks autentik, yaitu mencipta dan menyajikan cerita, sehingga diperkirakan mampu meningkatkan keterampilan berbicara (mahārat al‑kalām). Selain itu, model ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar serta pemahaman siswa terhadap budaya Arab. Secara konseptual, model ini layak diterapkan dan berpotensi menjadi pendekatan baru yang efektif dalam membuat pembelajaran bahasa Arab lebih menarik dan praktis.

Inovasi penggabungan Storytelling dan Project‑Based Learning (PBL) dalam pembelajaran bahasa Arab berbasis budaya Arab terbukti efektif dalam mengembangkan kompetensi komunikatif dan budaya siswa, meningkatkan kefasihan berbicara, kesadaran budaya, dan kepercayaan diri ketika menghasilkan proyek storytelling berbasis Arab.Penelitian menunjukkan bahwa tugas kolaboratif dalam PBL memperkuat kemampuan negosiasi makna, penggunaan bahasa Arab secara natural, serta penerapan kosakata dalam konteks nyata, meskipun terdapat tantangan seperti kebutuhan waktu lebih, kreativitas guru, manajemen proyek kelompok, dan keterbatasan sumber cerita budaya Arab.Dengan perencanaan yang cermat dan manajemen pembelajaran yang sistematis, tantangan‑tantangan tersebut dapat diminimalisir, menjadikan kombinasi Storytelling dan PBL solusi inovatif yang relevan untuk pembelajaran bahasa Arab berbasis budaya.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas model PjBL‑Storytelling secara empiris dengan desain eksperimental di kelas nyata untuk mengukur peningkatan kemampuan berbicara dan pemahaman budaya secara kuantitatif. Selain itu, studi lanjutan dapat mengeksplorasi integrasi teknologi digital, seperti aplikasi mobile atau platform e‑learning, dalam proses pembuatan media storytelling untuk mengetahui dampaknya terhadap motivasi dan kolaborasi siswa. Penelitian ketiga dapat meneliti keberlanjutan pembelajaran dengan melakukan studi longitudinal yang mengikuti siswa selama beberapa semester guna menilai dampak jangka panjang model terhadap kompetensi linguistik, sikap budaya, dan kemampuan berpikir kritis. Semua penelitian tersebut harus melibatkan variasi konteks pendidikan (misalnya SMA, perguruan tinggi) dan memperhatikan faktor-faktor seperti beban kerja guru serta akses terhadap sumber cerita budaya Arab.

  1. #based learning model#based learning model
  2. #budaya siswa#budaya siswa
Read online
File size222.01 KB
Pages16
Short Linkhttps://juris.id/p-3kT
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test