STIKESMAYAPADASTIKESMAYAPADA
Nursing Journal: Jurnal Keperawatan MayapadaNursing Journal: Jurnal Keperawatan MayapadaPenelitian ini mengkaji hubungan antara faktor genetik dan usia dengan kejadian hipertensi di sebuah fasilitas kesehatan Jakarta pada tahun 2024. Menggunakan desain cross-sectional, studi ini melibatkan 75 responden, mayoritas berusia 45-70 tahun. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan kuesioner, dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan prevalensi hipertensi yang sangat tinggi (96%), dengan 88% responden memiliki faktor genetik terkait. Analisis mengungkapkan hubungan signifikan antara faktor genetik dan hipertensi (p = 0.001), serta antara genetik dan usia (p = 0.040), namun hubungan langsung usia-hipertensi tidak signifikan (p = 0.109). Temuan ini menegaskan peran krusial faktor genetik dalam hipertensi dan interaksinya dengan usia, menyoroti kebutuhan pendekatan holistik dalam manajemen penyakit ini. Disarankan untuk melakukan skrining genetik dan pemantauan tekanan darah rutin, terutama pada individu dengan riwayat keluarga hipertensi. Penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar diperlukan untuk memahami interaksi genetik-usia dalam lebih dalam mekanisme perkembangan hipertensi, serta mengembangkan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih personal dan efektif.
Terdapat hubungan antara faktor genetik dan usia dengan penyakit hipertensi di Puskesmas Pasar Minggu Jakarta Selatan.Penelitian ini menegaskan pentingnya faktor genetik dalam perkembangan hipertensi, serta interaksinya dengan usia.Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar untuk memahami mekanisme interaksi genetik-usia secara mendalam dan mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif.
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi longitudinal dengan ukuran sampel yang lebih besar untuk menginvestigasi secara lebih mendalam mekanisme interaksi antara faktor genetik dan usia dalam perkembangan hipertensi, serta bagaimana interaksi ini memengaruhi respons terhadap terapi. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dikembangkan dengan menambahkan variabel sosioekonomi dan gaya hidup untuk melihat kontribusi variabel tersebut terhadap risiko hipertensi, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kejadian hipertensi. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi persepsi dan pengalaman individu dengan riwayat keluarga hipertensi terkait dengan skrining genetik dan manajemen penyakit, sehingga dapat menginformasikan pengembangan program edukasi dan konseling yang lebih efektif.
| File size | 251.58 KB |
| Pages | 6 |
| Short Link | https://juris.id/p-3po |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang serius dan salah satu penyebab utama kematian pada lansia. Tingginya prevalensi hipertensi disebabkan karenaHipertensi merupakan masalah kesehatan yang serius dan salah satu penyebab utama kematian pada lansia. Tingginya prevalensi hipertensi disebabkan karena
JURNALUNIV45SBYJURNALUNIV45SBY Melalui strategi ini, diharapkan individu menjadi lebih sadar akan pentingnya kesehatan kardiovaskular serta memiliki pengetahuan dan keterampilan yangMelalui strategi ini, diharapkan individu menjadi lebih sadar akan pentingnya kesehatan kardiovaskular serta memiliki pengetahuan dan keterampilan yang
UNTUNT Nelayan memiliki skor kualitas hidup (QOL) keseluruhan tertinggi, menunjukkan bahwa kepuasan kerja memainkan peran penting dalam kesejahteraan lansia.Nelayan memiliki skor kualitas hidup (QOL) keseluruhan tertinggi, menunjukkan bahwa kepuasan kerja memainkan peran penting dalam kesejahteraan lansia.
JOMPARNDJOMPARND Kawasan Asia Tenggara menempati urutan ketiga tertinggi dengan prevalensi sebesar 25%. Hipertensi menjadi salah satu faktor risiko utama penyebab kematianKawasan Asia Tenggara menempati urutan ketiga tertinggi dengan prevalensi sebesar 25%. Hipertensi menjadi salah satu faktor risiko utama penyebab kematian
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA Data pola makan dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan status hipertensi diukur dengan dua kali pengukuran tekanan darah (sistolik ≥150 mmHgData pola makan dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan status hipertensi diukur dengan dua kali pengukuran tekanan darah (sistolik ≥150 mmHg
UNISKA BJMUNISKA BJM Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa perilaku merokok secara bermakna beresiko tinggi menyebabkan kejadian hipertensi. Perilaku merokok berhubungan denganKesimpulan penelitian ini adalah bahwa perilaku merokok secara bermakna beresiko tinggi menyebabkan kejadian hipertensi. Perilaku merokok berhubungan dengan
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling sebanyak 30 orang. Instrumen pada penelitian ini adalah lembar observasi dan tensi digital merek omronPengambilan sampel dengan teknik purposive sampling sebanyak 30 orang. Instrumen pada penelitian ini adalah lembar observasi dan tensi digital merek omron
UAIUAI Pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran IMT dan tekanan darah dapat digunakan sebagai alat untuk deteksi faktor risiko hipertensi. Pendidikan tema kesehatanPemeriksaan kesehatan berupa pengukuran IMT dan tekanan darah dapat digunakan sebagai alat untuk deteksi faktor risiko hipertensi. Pendidikan tema kesehatan
Useful /
JMHSAJMHSA Di Indonesia, beberapa studi melaporkan bahwa insidensnya melebihi 60%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara usia menarche, statusDi Indonesia, beberapa studi melaporkan bahwa insidensnya melebihi 60%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara usia menarche, status
JURNALBIKESJURNALBIKES Kusta masih menjadi masalah kesehatan global karena dapat menimbulkan reaksi imunologis akut yang menyebabkan kerusakan saraf dan kecacatan permanen. WHOKusta masih menjadi masalah kesehatan global karena dapat menimbulkan reaksi imunologis akut yang menyebabkan kerusakan saraf dan kecacatan permanen. WHO
STIKESMAYAPADASTIKESMAYAPADA Mayoritas responden berada dalam rentang usia 19-28 tahun. Pengukuran skala nyeri menggunakan skala numerik. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yangMayoritas responden berada dalam rentang usia 19-28 tahun. Pengukuran skala nyeri menggunakan skala numerik. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang
STIKESMAYAPADASTIKESMAYAPADA Tingkat kepatuhan minum obat tergolong rendah, dengan 48% responden memiliki kepatuhan rendah, 10% kepatuhan sedang, dan 42% kepatuhan tinggi. PenelitianTingkat kepatuhan minum obat tergolong rendah, dengan 48% responden memiliki kepatuhan rendah, 10% kepatuhan sedang, dan 42% kepatuhan tinggi. Penelitian