STAI MASSTAI MAS

JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi KeislamanJIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman

Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Ngunut Tulungagung sebagai lembaga pendidikan Islam memerlukan strategi inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Artificial Intellegence (AI) adalah salah satu cabang ilmu komputer yang mempelajari bagaimana cara membuat komputer dapat bertindak selayaknya manusia, yang dapat berfikir, bertindak dan mengambil keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pentingnya peran Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan dari berbagai jenjang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya di pondok pesantren Hidayatul Mubtadiin. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui quesioner. Responden dari penelitian ini adalah santri SMP, SMA, dan guru SMP dan SMA Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan AI sangat dibutuhkan untuk membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, pemanfaatan AI mempermudah pemahaman santri terhadap materi ajar, pemanfaatan AI sangat diperlukan dalam proses pembelajaran, pemanfaatan AI bisa diterapkan untuk proses pembelajaran. Oleh karena itu, Artificial Intelligence (AI) merupakan strategi yang urgent untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin.

Secara keseluruhan, tabel menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dalam pembelajaran memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesenangan siswa dan guru.Namun, perlu diingat bahwa masih ada sebagian kecil responden yang tidak merasakan hal yang sama.Analisis tabel menunjukkan adanya perbedaan persepsi mengenai pemanfaatan AI dalam pembelajaran.Secara umum, mayoritas responden, baik siswa maupun guru, merasakan peningkatan kesenangan akibat penggunaan AI.Akan tetapi, masih terdapat proporsi kecil responden yang tidak merasakan hal yang sama.Hal ini mengindikasikan bahwa efektivitas pemanfaatan AI dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti karakteristik pengguna dan konteks pembelajaran.Sebagian besar siswa baik dari SMP maupun SMA merasa bahwa pembelajaran dengan pemanfaatan AI lebih menyenangkan.Hal ini terlihat dari jumlah responden yang memilih kategori Sangat Setuju dan Setuju yang cukup tinggi pada kedua jenjang pendidikan ini.Meskipun tidak sebesar siswa, namun guru juga memberikan respon positif terhadap pemanfaatan AI dalam pembelajaran.Jumlah guru yang memilih kategori Sangat Setuju dan Setuju cukup signifikan.Terdapat sejumlah kecil responden dari ketiga kelompok (SMP, SMA, dan guru) yang memilih kategori Tidak Setuju dan Kurang Setuju.Hal ini mengindikasikan bahwa tidak semua pihak merasa bahwa pemanfaatan AI membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.Kesimpulan dari pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan adalah.Fitur atau manfaat yang ditawarkan oleh AI memang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi belajar siswa dan guru.Cara pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran juga dapat mempengaruhi persepsi siswa dan guru.Jika AI digunakan dengan efektif dan menarik, maka kemungkinan besar akan meningkatkan kesenangan dalam belajar.Faktor-faktor lain seperti materi pelajaran, metode pembelajaran, dan kondisi lingkungan belajar juga dapat mempengaruhi persepsi terhadap pemanfaatan AI.

Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang bagaimana AI dapat diterapkan secara optimal dalam berbagai jenjang pendidikan, termasuk pendidikan pesantren. Selain itu, perlu dipertimbangkan aspek-aspek etika dan privasi dalam penggunaan AI, terutama dalam konteks pendidikan Islam. Penelitian juga dapat fokus pada pengembangan kurikulum yang memanfaatkan AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan menyesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan global. Dengan demikian, AI dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai jenjang, termasuk di pesantren Hidayatul Mubtadiin.

Read online
File size287.05 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test