ITBMITBM

Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB)Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB)

Permasalahan mendasar dalam pengelolaan perikanan ikan selar di WPPRI 713 meliputi terbatasnya data stok yang komprehensif, sehingga menyebabkan pemanfaatan sumber daya yang suboptimal dan berpotensi tidak lestari. Penelitian ini bertujuan untuk menduga potensi lestari, tingkat pemanfaatan, upaya optimum, serta jumlah tangkapan yang diperbolehkan sebagai dasar pengelolaan perikanan ikan selar yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berdasarkan data statistik selama sepuluh tahun (2015–2024), yang dianalisis dengan model surplus produksi Schaefer. Hasil menunjukkan bahwa potensi lestari ikan selar mencapai 63.404.117 ton/tahun, tingkat pemanfaatan sebesar 18,99%, upaya optimum sebesar 3.730.925 unit, dan jumlah tangkapan yang diperbolehkan sebesar 50.723 ton/tahun. Hasil ini menegaskan bahwa stok ikan selar berada dalam kondisi produktif dan peluang pengembangan pemanfaatannya masih terbuka luas, meskipun tetap memerlukan pengendalian manajemen melalui pengaturan upaya penangkapan serta penerapan kuota berdasarkan jumlah tangkapan yang diperbolehkan. Kesimpulannya, perikanan ikan selar di WPPRI 713 masih dapat dikembangkan secara aman selama tetap mematuhi batas-batas biologis yang telah ditetapkan.

Potensi lestari ikan selar menunjukkan stok yang tinggi dan produktif, dengan kapasitas pemulihan yang mendukung pemanfaatan berkelanjutan jika dikelola secara hati-hati.Tingkat pemanfaatan yang rendah menandakan tekanan penangkapan masih aman, sehingga membuka peluang peningkatan eksploitasi tanpa mengancam stok.Upaya optimum dan jumlah tangkapan yang diperbolehkan berfungsi sebagai batas pengelolaan yang dapat menjaga keberlanjutan stok sekaligus mendukung pengembangan perikanan jangka panjang.

Pertama, perlu penelitian lanjutan untuk menyelidiki dampak perubahan iklim terhadap dinamika migrasi dan produktivitas stok ikan selar di WPPRI 713, mengingat wilayah ini dipengaruhi oleh upwelling musiman dan sirkulasi Arlindo yang sensitif terhadap fluktuasi lingkungan. Kedua, diperlukan kajian mengenai efektivitas implementasi kuota tangkapan tahunan terhadap perilaku nelayan kecil, khususnya bagaimana alokasi kuota dapat dirancang secara adil dan mudah diterapkan tanpa membebani pelaku usaha skala mikro. Ketiga, perlu dilakukan penelitian yang mengevaluasi hubungan ekologis antara populasi ikan selar di Teluk Bone, Laut Flores, dan Selat Makassar untuk menguji hipotesis bahwa ketiganya merupakan sistem stok terhubung, sehingga dapat menjadi dasar pengelolaan berbasis ekosistem lintas wilayah. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memperkuat aspek ekologis, sosial, dan kelembagaan dalam pengelolaan perikanan ikan selar secara holistik.

  1. Effect of photoperiod on the cultural morphology of Rhizoctonia solani isolates of maize from Yogyakarta... doi.org/10.13057/biodiv/d200732Effect of photoperiod on the cultural morphology of Rhizoctonia solani isolates of maize from Yogyakarta doi 10 13057 biodiv d200732
Read online
File size621.36 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test