ITBMITBM

Indonesian Journal of Coastal and Marine StudiesIndonesian Journal of Coastal and Marine Studies

Produksi ikan bandeng yang tinggi menghasilkan limbah pengolahan yang tinggi, seperti jeroan ikan yang sering kali hanya dibuang tanpa pemanfaatan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan jeroan ikan bandeng sebagai bahan baku pembuatan terasi dengan variasi konsentrasi garam. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan garam yang berbeda yaitu 0% sebagai kontrol, 15% dan 20%. Parameter yang diuji meliputi analisis proksimat (air, karbohidrat, protein, lemak dan abu) serta uji sensori (kenampakan, aroma, rasa dan tekstur). Hasil uji proksimat konsentrasi garam 0% dengan nilai kadar air 15,37%, kadar karbohidrat 34,32%, kadar protein 32,21%, kadar lemak 15,91%, kadar abu 2,18%. Konsentrasi garam 15% dengan nilai kadar air 14,57%, kadar karbohidrat 32,54%, kadar protein 26,92%, kadar lemak 13,46%, kadar abu 12,52%. Konsentrasi garam 20% dengan nilai kadar air 14,71%, kadar karbohidrat 32,34%, kadar protein 24,52%, kadar lemak 13,04%, kadar abu 15,39%. Hasil uji sensori konsentrasi garam 0% dengan nilai kenampakan 7,8, bau 7,67, rasa 7,13, tekstur 7,53. Konsentrasi garam 15% dengan nilai kenampakan 7,93, bau 8,33, rasa 8, tekstur 7,4. Konsentrasi garam 20% dengan nilai kenampakan 7,6, bau 7,73, rasa 7,4, tekstur 7,07. Kesimpulannya kadar air, protein dan sensori telah memenuhi persyaratan SNI (air maks 35%, protein min 15% dan sensori min 7), hasil analisis statistik ANOVA, menunjukkan variasi konsentrasi garam berpengaruh nyata terhadap proksimat dan tidak berpengaruh nyata terhadap nilai sensori.

Berdasarkan hasil uji proksimat, variasi konsentrasi garam pada terasi jeroan ikan bandeng memengaruhi nilai nutrisi produk.Terapi garam tinggi menurunkan kandungan air, karbohidrat, protein, dan lemak, namun meningkatkan abu.Terasi dengan kontrol (0%) memiliki kandungan nutrisi tinggi dan nilai sensori terpenuhi sesuai SNI.Secara keseluruhan, produk terasi jeroan ikan bandeng dipersembahkan secara akseptabel baik dari segi kualitas gizi maupun nilai organoleptik.

Dengan memperhatikan bahwa konsentrasi garam memengaruhi komposisi nutrisi terasi jeroan ikan bandeng, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan garam alami (misalnya garam laut ulang) sebagai alternatif, menilai dampaknya terhadap mikrobiota pengawet dan kandungan asam lemak. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mengkaji efek variasi waktu fermentasi bersamaan dengan konsentrasi garam pada pembentukan senyawa umami dan aroma, guna memaksimalkan cita rasa produk. Terakhir, riset tentang skala produksi rumah tangga akan memberikan wawasan implementasi praktis, termasuk studi biaya dan dampak lingkungan dari pengolahan limbah jeroan ikan bandeng menjadi produk terasi.

Read online
File size288.28 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test