LLDIKTI12LLDIKTI12
JUSTE (Journal of Science and Technology)JUSTE (Journal of Science and Technology)Keberlanjutan sumber daya ikan demersal sangat penting karena merupakan salah satu hasil utama tangkapan nelayan di Desa Kampung Baru serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun, intensitas penangkapan yang terus meningkat tanpa pengelolaan yang tepat berpotensi menyebabkan penurunan populasi ikan dan mengancam keseimbangan ekosistem laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ikan demersal yang tertangkap serta menganalisis volume dan frekuensi tangkapan. Informasi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Metode penelitian meliputi survei lapangan, pencatatan hasil tangkapan harian nelayan, wawancara semi-terstruktur, serta identifikasi jenis ikan. Pengambilan data dilakukan selama lima bulan berturut-turut untuk memperoleh gambaran yang representatif mengenai dinamika tangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sepuluh jenis ikan demersal dominan yang tertangkap di Desa Kampung Baru, yaitu ikan lolosi/wakong kuning, ikan nauti/lencam, ikan kerapu macam/mera-mera lukese, ikan mata besar/waulang bendera, ikan kerapu merah/mera-mera, ikan moro/kakap merah, ikan perak merah/putak, ikan manutu/kakap bagong, ikan kakap buton/marak lao, serta ikan kakap punggung pelara/matkaul. Variasi jumlah tangkapan dipengaruhi oleh faktor musim, kondisi cuaca, waktu penangkapan, serta penggunaan alat tangkap pancing ulur. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perikanan demersal di Desa Kampung Baru masih tergolong perikanan skala kecil dan dapat dijadikan dasar dalam penyusunan pengelolaan perikanan demersal yang berkelanjutan berbasis lokal.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa.Identifikasi jenis ikan demersal menunjukkan terdapat sepuluh jenis ikan dominan yang tertangkap oleh nelayan di Desa Kampung Baru, yaitu Paracaesio xanthura, Lethrinus ornatus, Epinephelus areolatus, Cephalopholis sexmaculata, Etelis carbunculus, Etelis radiosus, Etelis boweni, Lutjanus bouton, dan Paracaesio kusakari.Keberagaman jenis tersebut mengindikasikan bahwa perairan Desa Kampung Baru masih memiliki potensi sumber daya ikan demersal yang cukup baik.Jumlah tangkapan ikan demersal yang diperoleh nelayan bervariasi antar jenis, dengan kisaran 2–15 ekor per trip.Jenis ikan yang memiliki jumlah tangkapan tertinggi adalah waulang bendera (famili Priacanthidae), moro/kakap merah (Etelis carbunculus), dan kakap buton (Lutjanus bouton), sedangkan jumlah tangkapan terendah terdapat pada ikan manutu (Etelis boweni).Aktivitas penangkapan ikan demersal di Desa Kampung Baru didominasi oleh penggunaan alat tangkap pancing ulur (hand line), yang bersifat selektif, ramah lingkungan, serta mudah dioperasikan.Karakteristik alat tangkap ini turut berperan dalam menentukan pola dan jumlah hasil tangkapan yang diperoleh nelayan.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut faktor-faktor yang memengaruhi hasil tangkapan ikan demersal di Desa Kampung Baru, seperti pengaruh musim, teknik penangkapan, kondisi oseanografi, dan variasi spesies yang tertangkap. Penelitian ini penting untuk memahami dinamika perikanan demersal secara komprehensif. Selain itu, perlu dilakukan penguatan pengelolaan perikanan demersal berbasis kearifan lokal melalui pengaturan waktu dan daerah penangkapan secara partisipatif antara pemerintah desa dan nelayan. Pendekatan ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan sumber daya ikan demersal dan meningkatkan kesadaran konservasi perairan. Pemerintah daerah dan nelayan juga disarankan untuk mengendalikan upaya penangkapan, terutama pada musim-musim tertentu, serta melindungi habitat penting ikan demersal. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan lokal dan sistem pencatatan hasil tangkapan yang berkelanjutan untuk pengelolaan perikanan demersal di Desa Kampung Baru.
| File size | 1.15 MB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UMGUMG Tingkat kelangsungan hidup mencapai 100% dan nilai FCR relatif rendah (1,19–1,61). Kepekatan flok berada pada kisaran optimal (65–161,25 ml/L), sedangkanTingkat kelangsungan hidup mencapai 100% dan nilai FCR relatif rendah (1,19–1,61). Kepekatan flok berada pada kisaran optimal (65–161,25 ml/L), sedangkan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Secara keseluruhan, Walaupun sistem zonasi bertujuan baik untuk mendekatkan akses pendidikan, implementasinya di Surakarta belum sepenuhnya menjamin hakSecara keseluruhan, Walaupun sistem zonasi bertujuan baik untuk mendekatkan akses pendidikan, implementasinya di Surakarta belum sepenuhnya menjamin hak
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Namun, sejumlah kendala masih dihadapi, seperti keterbatasan supervisi berbasis data, pengelolaan pendanaan jangka panjang, dan internalisasi budaya mutuNamun, sejumlah kendala masih dihadapi, seperti keterbatasan supervisi berbasis data, pengelolaan pendanaan jangka panjang, dan internalisasi budaya mutu
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa efektivitas perencanaan stratejik di sekolah sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal,Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa efektivitas perencanaan stratejik di sekolah sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal,
UNSULBARUNSULBAR Sebanyak 60 ekor anak ayam kampung yang dipergunakan, pemeliharaan dilakukan selama 42 hari. Penelitian ini memakai rancangan acak lengkap (RAL) denganSebanyak 60 ekor anak ayam kampung yang dipergunakan, pemeliharaan dilakukan selama 42 hari. Penelitian ini memakai rancangan acak lengkap (RAL) dengan
UNSULBARUNSULBAR Penyakit utama yang umum menyerang ikan ini adalah penyakit bakteri, khususnya Motile Aeromonas Septicemia (MAS) yang disebabkan oleh bakteri AeromonasPenyakit utama yang umum menyerang ikan ini adalah penyakit bakteri, khususnya Motile Aeromonas Septicemia (MAS) yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas
UNAIRUNAIR , dan Dictyota sp. , yang paling efektif menyerap nutrisi air limbah budidaya ikan kakap hybrid. Penelitian ini menggunakan rumput laut sebagai perlakuan, dan Dictyota sp. , yang paling efektif menyerap nutrisi air limbah budidaya ikan kakap hybrid. Penelitian ini menggunakan rumput laut sebagai perlakuan
IAIHPANCORIAIHPANCOR 2. Peningkatan Mutu dan Akses Pendidikan, yaitu: a. Meningkatkan mutu pendidikan sesuai lingkup Standar Nasional Pendidikan untuk mengoptimalkan capaian2. Peningkatan Mutu dan Akses Pendidikan, yaitu: a. Meningkatkan mutu pendidikan sesuai lingkup Standar Nasional Pendidikan untuk mengoptimalkan capaian
Useful /
LLDIKTI12LLDIKTI12 ⁵⁶⁸² pada jantan dan W = 2,0516L². ⁰⁴⁵³ pada betina. Nilai koefisien pertumbuhan yang lebih kecil dari 3 mengindikasikan bahwa pola pertumbuhan⁵⁶⁸² pada jantan dan W = 2,0516L². ⁰⁴⁵³ pada betina. Nilai koefisien pertumbuhan yang lebih kecil dari 3 mengindikasikan bahwa pola pertumbuhan
LLDIKTI12LLDIKTI12 Namun, tahap disseminate tidak dilaksanakan karena keterbatasan waktu. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 50 MalukuNamun, tahap disseminate tidak dilaksanakan karena keterbatasan waktu. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 50 Maluku
UNSULBARUNSULBAR Faktor pendukung utama wisata ini adalah keindahan alam yang menjadi daya tariknya. Dapat disimpulkan bahwa Penerapan CBT pada wisata sapi perah Brau sudahFaktor pendukung utama wisata ini adalah keindahan alam yang menjadi daya tariknya. Dapat disimpulkan bahwa Penerapan CBT pada wisata sapi perah Brau sudah
UNSULBARUNSULBAR Perlu pemahaman yang baik dari pelaku usaha dalam hal ini peternak untuk menyukseskan penerapan manajemen kesehatan. Tingkat pemahaman tersebut dapat diukurPerlu pemahaman yang baik dari pelaku usaha dalam hal ini peternak untuk menyukseskan penerapan manajemen kesehatan. Tingkat pemahaman tersebut dapat diukur