ASY SYUKRIYYAHASY SYUKRIYYAH

Jurnal Asy-SyukriyyahJurnal Asy-Syukriyyah

Karakter telah menjadi masalah serius yang telah dikejar untuk perbaikan sejak kurikulum 2003 hingga kurikulum mandiri. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menggambarkan upaya untuk menanamkan nilai-nilai budaya Aceh dalam pembelajaran kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif. Hasil yang ditemukan adalah narit maja dapat digunakan sebagai salah satu sumber untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter mulia di Madrasah Ibtidaiyah. Metode pendidikan yang dapat digunakan oleh guru untuk memperkuat karakter moral mulia melalui narit maja adalah cerita, teladan, nasihat, pembiasaan, penghargaan, diskusi, dan pengenalan aturan yang harus disepakati agar tidak melanggar norma agama dan adat istiadat secara umum. Rekomendasi dari penelitian ini adalah narit maja dapat dimasukkan dalam kurikulum pendidikan Aceh, sebagai konten lokal. Sehingga siswa tidak asing dengan budaya lokal mereka sendiri.

Karakter moral mulia dapat dihidupkan kembali melalui budaya Narit Maja atau pidato yang menjadi sumber ketiga setelah Al-Quran dan Hadits dalam masyarakat Aceh dan diwujudkan dalam kurikulum konten lokal pendidikan Aceh.Hal ini dimungkinkan agar budaya non-materi tidak menjadi usang dan hilang seiring waktu.Ada ungkapan narit maja yang berkaitan dengan ini.Kong titi sebab na meuneumat, kong adat meung ade Raja. Kokoh jembatan karena pegangan, kokoh adat karena keadilan seorang Raja. Sturdy bridges because of the handrail, sturdy customs because of the justice of a King. . Artinya adalah bahwa adat istiadat akan terus hidup dan berakar jika pemimpin adil.Dalam konteks ini, pemimpin yang dimaksud adalah Pemerintah Aceh, yang memiliki wewenang dan kebijakan untuk membesarkan, mengemas, dan menghidupkan kembali budaya Aceh, sehingga siswa di semua saluran pendidikan mengetahui, mengenali, dan bahkan mencintai budaya mereka sendiri.Tentu saja, metode pendidikan yang tepat untuk pelaksanaannya adalah cerita, teladan, nasihat, motivasi, pembiasaan, pemberian penguatan (hadiah), dan diskusi.Siswa sejak dini harus diperkenalkan dengan aturan sehingga ada perilaku yang dapat dilakukan dan tidak boleh dilakukan.Karena hal ini akan berguna ketika mereka menghadapi kehidupan di masyarakat yang lebih luas.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan Madrasah Ibtidaiyah dan mempersiapkan generasi muda dengan moral mulia, karakter kuat, dan menjaga hubungan dengan masyarakat sebagai akar budaya lokal mereka, penting untuk mengintegrasikan pendidikan karakter dengan budaya lokal. Penelitian ini telah menunjukkan potensi besar dari narit maja sebagai sumber untuk menanamkan nilai-nilai karakter mulia. Namun, tantangan dalam mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pendidikan karakter adalah kompleksitas perubahan sosial dan budaya yang terus-menerus. Dalam era globalisasi dan teknologi informasi, pengaruh budaya global dapat mendominasi budaya lokal. Oleh karena itu, penting untuk menyelaraskan pendidikan karakter dengan budaya lokal untuk menciptakan fondasi karakter yang kuat yang mengintegrasikan nilai-nilai global dengan nilai-nilai lokal. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya metode pendidikan yang efektif, seperti cerita, teladan, nasihat, dan pembiasaan, dalam mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pendidikan karakter. Penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan metode-metode ini dan mengeksplorasi cara-cara baru untuk mengintegrasikan budaya lokal ke dalam kurikulum pendidikan. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak dari integrasi budaya lokal terhadap perkembangan karakter siswa dan mengidentifikasi strategi-strategi terbaik untuk mencapai hasil yang optimal. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi cara-cara untuk mengatasi tantangan dalam mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pendidikan karakter, seperti kompleksitas perubahan sosial dan budaya. Penelitian ini dapat membantu mengembangkan strategi-strategi yang lebih efektif untuk mengatasi tantangan tersebut dan memastikan bahwa budaya lokal tetap relevan dan terintegrasi dengan baik dalam pendidikan karakter.

  1. Internalization of Riau Malay Culture in Developing the Morals of Madrasah Ibtidaiyah Students | Tambak... doi.org/10.24235/al.ibtida.snj.v7i1.5954Internalization of Riau Malay Culture in Developing the Morals of Madrasah Ibtidaiyah Students Tambak doi 10 24235 al ibtida snj v7i1 5954
  2. BUILDING GOOD MANNERS CHARACTER BASED ON ACEH CULTURE IN ISLAMIC PRIMARY EDUCATION INSTITUTIONS | Jurnal... jurnal.asy-syukriyyah.ac.id/index.php/Asy-Syukriyyah/article/view/476BUILDING GOOD MANNERS CHARACTER BASED ON ACEH CULTURE IN ISLAMIC PRIMARY EDUCATION INSTITUTIONS Jurnal jurnal asy syukriyyah ac index php Asy Syukriyyah article view 476
Read online
File size314.46 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test