TRILOGITRILOGI

Jurnal Sistem Informasi dan Sains TeknologiJurnal Sistem Informasi dan Sains Teknologi

Gempa bumi berkekuatan 7,4 skala Richter yang mengguncang bagian utara dan barat Pulau Sulawesi menyebabkan banyak korban, baik secara material maupun jiwa. Kerugian material yang terjadi mengakibatkan hilangnya lahan terbuka di daerah bencana. Hal ini disebabkan oleh gempa yang diikuti oleh fenomena likuefaksi, yang mengakibatkan hilangnya kekuatan tanah. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan tata guna lahan pasca gempa Palu, khususnya di wilayah Palu Timur, melalui analisis deteksi perubahan (Change Detection Analysis) menggunakan indeks vegetasi dari citra satelit Landsat 8 dengan metode klasifikasi terbimbing (supervised classification). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan luas area klasifikasi terbimbing sebelum dan sesudah gempa. Sebelum gempa, luas vegetasi rendah tercatat sebesar 1.458.000 m², sedangkan setelah gempa meningkat menjadi 3.743.900 m². Artinya, luas vegetasi rendah meningkat sebesar 2.467% setelah gempa. Penelitian ini juga menghasilkan peta baru berupa peta NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) dan hasil klasifikasi terbimbing sebagai data untuk membandingkan perubahan tata guna lahan sebelum dan sesudah gempa.

Berdasarkan hasil dan pembahasan, penelitian ini menyimpulkan bahwa Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) yang diterapkan pada citra landsat 8 Palu Timur dapat digunakan untuk memperoleh informasi mengenai tutupan vegetasi (tutupan lahan) dan persentase vegetasi (tutupan lahan) di wilayah penelitian.Hasil raster NDVI pada citra landsat Palu Timur sebelum Gempa memiliki lebih banyak memiliki lahan hijau (vegetasi tinggi) dibandingkan dengan nilai NDVI pada citra landsat Palu Timur setelah Gempa.Sedangkan presentase NDVI sebelum dan sesudah Gempa terjadi perubahan sebesar 27.Analisis menunjukkan adanya perbedaan area vegetasi rendah pada klasifikasi sebelum gempa dan setelah gempa.900 m2 yang diakibatkan gempa disertai likuifaksi.Daerah yang terlihat jelas perbedaan index vegetasi yakni kecamatan Palu Timur, Palu Selatan, Kecamatan Sigi Biromaru dan kecamatan Mantikulore.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam tentang dampak gempa dan likuefaksi terhadap perubahan tata guna lahan di Palu. Selain itu, studi komparatif antara metode supervised classification dengan metode lainnya, seperti unsupervised classification atau metode pengolahan citra lainnya, dapat dilakukan untuk membandingkan keakuratan dan efektivitas masing-masing metode dalam menganalisis perubahan tata guna lahan. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada pemodelan dan prediksi perubahan tata guna lahan di masa depan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti aktivitas manusia, perubahan lingkungan, dan kebijakan tata ruang. Hal ini dapat membantu perencanaan dan pengelolaan lahan yang lebih efektif dan berkelanjutan di daerah yang rentan terhadap bencana.

Read online
File size1.37 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test