ISEIISEI
One moment, please...One moment, please...Bank Indonesia telah mencoba menyesuaikan pendekatan kebijakannya dalam mengadopsi Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC) yang disebut Rupiah Digital melalui Proyek Garuda, sebagai upaya untuk mengatasi masalah bank bayangan yang telah berkembang menjadi masalah mata uang bayangan dan bahkan masalah bank sentral bayangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik pengguna perbankan digital di Indonesia terkait penggunaan Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC). Penelitian ini diteliti menggunakan analisis regresi data panel dan kemudian dikonfirmasi menggunakan analisis Structural Equation Model-Partial Least Structural (SEM-PLS). Hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor sosioekonomi (penggunaan digital), literasi digital, akses digital, dan keamanan digital mempengaruhi implementasi CBDC di Indonesia. Selain itu, masyarakat Indonesia siap menerima dan menggunakan CBDC (r-CBDC). Namun, implementasinya harus dilakukan secara bertahap karena faktor-faktor sosioekonomi (penggunaan digital), literasi digital, akses digital, dan keamanan digital di Indonesia tidak tersebar merata dan masih terpusat di Pulau Jawa.
Hasil analisis dan pembahasan mengenai karakteristik pengguna perbankan digital di Indonesia terkait penggunaan Rupiah Digital (CBDC), yang disajikan pada bagian sebelumnya, dirangkum menjadi kesimpulan dan rekomendasi yang terintegrasi.Kesimpulan dan rekomendasi ini bertujuan untuk menjadi referensi dan pertimbangan bagi Bank Indonesia dalam menyesuaikan pendekatan kebijakannya dalam mengimplementasikan Rupiah Digital (CBDC), khususnya dari perspektif pengguna perbankan digital di Indonesia.Penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan dan pemahaman CBDC dari sudut pandang pengguna perbankan digital di Indonesia menyimpulkan bahwa adopsi Rupiah Digital (CBDC) dipengaruhi oleh empat faktor utama.(1) Literasi digital - mewakili kemampuan dan pemahaman digital.(2) Akses digital - mewakili aksesibilitas dan infrastruktur digital.(3) Faktor sosioekonomi - mewakili aspek penggunaan digital.(4) Keamanan digital - mewakili keselamatan dan perlindungan digital.Hasil analisis regresi data panel menggunakan metode Generalized Least Squares (GLS) menunjukkan nilai Overall R-squared sebesar 0.4340, yang menunjukkan bahwa e-payment (Rupiah Digital/CBDC) dijelaskan oleh 43.40% variasi variabel independen dengan tingkat kepercayaan 95%.Literasi digital, akses digital, dan penggunaan digital memiliki pengaruh positif dan signifikan, sedangkan keamanan digital memiliki pengaruh negatif dan signifikan.Temuan ini konsisten dengan analisis berbasis survei menggunakan metode Structural Equation Model - Partial Least Squares (SEM-PLS).Preferensi publik, yang diwakili oleh variabel sosioekonomi, literasi digital, akses, dan infrastruktur, juga mempengaruhi pemahaman dan penggunaan CBDC secara positif dan signifikan.Sebaliknya, keamanan digital memiliki pengaruh negatif dan signifikan.50% menunjukkan bahwa pemahaman dan penggunaan Rupiah Digital (CBDC) dapat dijelaskan oleh variabel independen sebesar 60.Sementara itu, variansi sisanya disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.Secara umum, literasi digital, akses digital, dan penggunaan digital di Indonesia menunjukkan tren peningkatan dari tahun 2021 hingga 2022, kecuali keamanan digital yang cenderung menurun.Nilai korelasi antara literasi digital, akses digital, penggunaan digital, dan keamanan digital dengan penggunaan e-payment positif dan meningkat.Namun, perkembangan ini masih tidak merata, dengan konsentrasi di Pulau Jawa dibandingkan dengan daerah lainnya.Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia siap menerima dan menggunakan CBDC (r-CBDC).Namun, implementasinya harus dilakukan secara bertahap, mengingat faktor-faktor sosioekonomi (penggunaan digital), literasi digital, akses digital, dan keamanan digital masih belum tersebar merata dan terpusat terutama di Pulau Jawa.Meskipun masyarakat Indonesia sudah menunjukkan tingkat literasi, akses, penggunaan, dan keamanan digital yang cukup baik, aspek-aspek ini menawarkan peluang untuk kesuksesan implementasi Rupiah Digital (CBDC) di Indonesia.Namun, keamanan digital yang memiliki pengaruh negatif dan signifikan harus menjadi fokus utama dan tantangan berkelanjutan bagi pemerintah dan Bank Indonesia dalam meningkatkan kesadaran akan keselamatan digital untuk memastikan kesuksesan implementasi CBDC.Pemerintah dan Bank Indonesia harus tetap waspada dalam melindungi dan mencegah serangan siber, pelanggaran data, pelanggaran privasi, dan penipuan dengan mempercepat kebijakan tentang keamanan digital.Ini termasuk langkah-langkah untuk melindungi identitas online, data, dan aset digital seperti foto, kata sandi, dan PIN, terutama dalam persiapan implementasi mendatang dari Rupiah Digital (CBDC) di Indonesia.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengembangkan strategi literasi digital yang komprehensif: Penelitian ini menunjukkan bahwa literasi digital adalah faktor penting dalam adopsi CBDC. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan strategi literasi digital yang komprehensif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang CBDC dan teknologi keuangan digital secara umum. Strategi ini dapat mencakup program pendidikan dan pelatihan yang ditujukan untuk berbagai kelompok masyarakat, termasuk kelompok usia yang lebih tua dan masyarakat pedesaan yang mungkin memiliki akses terbatas terhadap teknologi digital.. . 2. Meningkatkan akses dan infrastruktur digital: Penelitian ini juga menekankan pentingnya akses dan infrastruktur digital yang memadai dalam mendukung adopsi CBDC. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan akses dan infrastruktur digital di seluruh Indonesia, terutama di daerah-daerah yang saat ini masih tertinggal dalam hal konektivitas dan infrastruktur digital. Ini dapat mencakup investasi dalam infrastruktur telekomunikasi, perluasan jangkauan jaringan broadband, dan peningkatan aksesibilitas perangkat digital bagi masyarakat.. . 3. Mengembangkan kebijakan keamanan digital yang kuat: Keamanan digital adalah faktor kritis dalam adopsi CBDC, seperti yang ditekankan dalam penelitian ini. Untuk memastikan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan CBDC, penting untuk mengembangkan kebijakan keamanan digital yang kuat dan komprehensif. Ini dapat mencakup penguatan regulasi dan pengawasan terhadap ancaman siber, perlindungan data pribadi, dan pencegahan penipuan. Pemerintah dan Bank Indonesia perlu bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, seperti lembaga keuangan, perusahaan teknologi, dan organisasi keamanan siber, untuk mengembangkan dan menerapkan kebijakan keamanan digital yang efektif.
- Digital rupiah: Are Indonesians ready? | Jurnal Ekonomi Indonesia. digital indonesians ready jurnal ekonomi... doi.org/10.52813/jei.v14i2.556Digital rupiah Are Indonesians ready Jurnal Ekonomi Indonesia digital indonesians ready jurnal ekonomi doi 10 52813 jei v14i2 556
- "Determinan Implementasi Central Bank Digital Currency di Indonesia" by Kharisma Dwi Widodo,... doi.org/10.21002/jepi.2024.8Determinan Implementasi Central Bank Digital Currency di Indonesia by Kharisma Dwi Widodo doi 10 21002 jepi 2024 8
| File size | 781.61 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
ISEIISEI Second, it analyzes the differences in job market sensitivity across disciplines among college graduates in Indonesia, particularly during economic contractions.Second, it analyzes the differences in job market sensitivity across disciplines among college graduates in Indonesia, particularly during economic contractions.
INTERNATIONALPUBLISHERINTERNATIONALPUBLISHER Fokus utama penelitian ini adalah memahami kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada, serta memberikan rekomendasi yang dapat digunakan oleh koperasiFokus utama penelitian ini adalah memahami kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada, serta memberikan rekomendasi yang dapat digunakan oleh koperasi
INTERNATIONALPUBLISHERINTERNATIONALPUBLISHER Disiplin kerja yang tinggi menciptakan ketertiban, mengurangi perilaku menyimpang, dan memastikan penyelesaian tugas tepat waktu, yang pada akhirnya meningkatkanDisiplin kerja yang tinggi menciptakan ketertiban, mengurangi perilaku menyimpang, dan memastikan penyelesaian tugas tepat waktu, yang pada akhirnya meningkatkan
INTERNATIONALPUBLISHERINTERNATIONALPUBLISHER Kontribusi penelitian ini memberikan wawasan berharga untuk pengembangan UMKM di Indonesia, khususnya terkait pentingnya peningkatan kapasitas sumber dayaKontribusi penelitian ini memberikan wawasan berharga untuk pengembangan UMKM di Indonesia, khususnya terkait pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya
INTERNATIONALPUBLISHERINTERNATIONALPUBLISHER Rekomendasi penelitian menyarankan pengawasan ketat NPL oleh OJK dan BI serta hedging risiko nilai tukar, serta penilaian kinerja keuangan yang lebih transparan.Rekomendasi penelitian menyarankan pengawasan ketat NPL oleh OJK dan BI serta hedging risiko nilai tukar, serta penilaian kinerja keuangan yang lebih transparan.
INTERNATIONALPUBLISHERINTERNATIONALPUBLISHER Hasil penelitian menunjukkan bahwa CR, ROI, AG, dan DER secara simultan mempengaruhi rasio kebijakan dividen, tetapi secara parsial hanya Rasio LancarHasil penelitian menunjukkan bahwa CR, ROI, AG, dan DER secara simultan mempengaruhi rasio kebijakan dividen, tetapi secara parsial hanya Rasio Lancar
JIMF BIJIMF BI Penelitian ini menginvestigasi tingkat pengembalian yang disesuaikan dengan risiko yang diterima oleh pemegang rekening investasi tanpa batasan dan pemegangPenelitian ini menginvestigasi tingkat pengembalian yang disesuaikan dengan risiko yang diterima oleh pemegang rekening investasi tanpa batasan dan pemegang
UINUIN Banyak regulasi yang harus dipatuhi membatasi ruang inovasi bank, namun persaingan ketat menuntut bank bersaing melalui inovasi. Untuk Bank Barakah, inovasiBanyak regulasi yang harus dipatuhi membatasi ruang inovasi bank, namun persaingan ketat menuntut bank bersaing melalui inovasi. Untuk Bank Barakah, inovasi
Useful /
ISEIISEI These findings support policies aimed at reducing the shadow economy through tax efficiency, improved regulations, and enhanced welfare for micro, small,These findings support policies aimed at reducing the shadow economy through tax efficiency, improved regulations, and enhanced welfare for micro, small,
ALFARABIALFARABI Berdasarkan hasil penelitian terkait Implementasi Customer Relationship Manajemen Kepala sekolah dalam meningkatkan jumlah peserta didik di SD Negeri 4Berdasarkan hasil penelitian terkait Implementasi Customer Relationship Manajemen Kepala sekolah dalam meningkatkan jumlah peserta didik di SD Negeri 4
ALFARABIALFARABI Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan manajemen pemasaran pendidikan dalam meningkatkan minat peserta didik baru di MIS Pasirkiara. DenganPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan manajemen pemasaran pendidikan dalam meningkatkan minat peserta didik baru di MIS Pasirkiara. Dengan
UINUIN Isbat nikah yang ditetapkan oleh Pengadilan Agama Pandeglang adalah perkawinan yang sudah memenuhi rukun dan syarat nikah namun tidak dicatatkan karenaIsbat nikah yang ditetapkan oleh Pengadilan Agama Pandeglang adalah perkawinan yang sudah memenuhi rukun dan syarat nikah namun tidak dicatatkan karena