AFEKSIAFEKSI

Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi PendidikanAfeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan

Pernikahan dalam ajaran Islam dipandang sebagai institusi sakral yang memiliki tujuan membangun keluarga harmonis berlandaskan nilai sakinah, mawaddah, dan rahmah. Literasi pernikahan Islami bagi remaja sekolah menengah menjadi penting, terutama dalam menghadapi tantangan moral dan sosial generasi muda. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi materi “Indahnya Membangun Mahligai Rumah Tangga yang terdapat dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas XII, dengan fokus pada kesesuaian isi terhadap prinsip fiqh munakahat serta relevansinya dalam membangun literasi pernikahan Islami. Penelitian menggunakan pendekatan kajian kepustakaan dengan metode analisis isi, melalui tahapan identifikasi, kategorisasi, perbandingan dengan literatur fiqh, dan interpretasi pedagogis. Hasil analisis menunjukkan bahwa materi dalam buku ajar telah menyajikan pokok-pokok pernikahan Islami, seperti pengertian, hukum, hikmah, dan tanggung jawab keluarga. Namun, terdapat kekurangan dalam hal kedalaman dan keluasan, khususnya mengenai masa iddah, poligami, dan perwalian. Tujuan pembelajaran juga belum dinyatakan secara eksplisit, ilustrasi visual masih terbatas, dan evaluasi pembelajaran cenderung berorientasi pada aspek kognitif. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara materi kurikulum dan prinsip fiqh munakahat yang lebih komprehensif. Penelitian menyimpulkan bahwa literasi pernikahan Islami melalui buku ajar dapat diperkuat dengan penyempurnaan konten, pengayaan media pembelajaran, dan integrasi dengan hukum positif. Guru berperan penting dalam memperkaya proses pembelajaran melalui pendekatan kontekstual yang mampu menghubungkan ajaran agama dengan realitas sosial.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi pernikahan Islami melalui buku ajar dapat diperkuat dengan penyempurnaan konten, pengayaan media pembelajaran, dan integrasi dengan hukum positif.Guru berperan penting dalam memperkaya proses pembelajaran melalui pendekatan kontekstual yang mampu menghubungkan ajaran agama dengan realitas sosial.Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kurikulum pendidikan Islam sekaligus membuka ruang bagi kajian lebih lanjut terkait literasi keagamaan di sekolah menengah.

Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk mengeksplorasi lebih dalam pemahaman siswa tentang materi pernikahan Islami, termasuk persepsi mereka terhadap relevansi materi dengan kehidupan sehari-hari. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas pendekatan pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan literasi pernikahan Islami siswa. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai model buku ajar dalam membangun literasi pernikahan Islami di berbagai daerah dengan karakteristik sosial-budaya yang berbeda. Dengan demikian, pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam dapat lebih responsif terhadap kebutuhan dan tantangan yang dihadapi generasi muda dalam membangun keluarga yang harmonis dan berlandaskan nilai-nilai Islami.

Read online
File size207.55 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test