ALFARABIALFARABI
J-STAF: Siddiq, Tabligh, Amanah, FathonahJ-STAF: Siddiq, Tabligh, Amanah, FathonahPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengkaji lebih dalam tentang bagaimana manajemen kepala sekolah dan Program yang yang disusun oleh kepala sekolah dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru beserta faktor pendukung dan penghambatnya. adapun jenis penelitian in berupa penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus dengan mengambil sumber data pada kepala sekolah dan guru melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis berupa reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan uji keabsahan data dengan tringulali sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kepala sekolah di SMP Maaarif NU terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pengorganisasian. kepala sekolah sebagai manajer berperan sebagai educator, manajer, supervisor, motivator, dan innovator. langkah-langkah manajemen yang dilakukan kepala sekolah adalah melaksanakan supervisi, memberikan reward, memotivasi dan mendorong melanjutkan pendidikan. Faktor pendukung manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru dapat disebabkan dari kedisiplinan, motivasi, kesadaran diri tingkat pendidikan guru, sarana dan prasarana, dan manajemen dari kepala sekolah. Kedisiplinan diri adalah kontrol diri dari konsisten diri. Seperti yang dikemukakan oleh Danim bahwa disiplin diri adalah realisasi dan independensi. Guru akan disiplin apabila memiliki kesadaran diri dan motivasi yang kuat untuk melaksanakan tugas dan fungsinya baik saat berada di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Adapun faktor penghambatnya adalah kurang maksimalnya manajemen waktu, sedikitnya guru honor yang sertifikasi, manajemen waktu guru dan staff yang kurang optimal, sebagian guru masih menggunakan RPP dari tahun sebelumnya dan guru masih belum bisa melakukan pembagian waktu antara pekerjaan rumah dan di lingkungan sekolah, sehingga pekerjaan sekolah terkadang lambat dilaksanakan karena kurangnya membagi waktu.
Manajemen kepala sekolah di SMP Plus Maarif NU Pangandaran dalam meningkatkan profesionalisme guru meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, yang diwujudkan melalui visi, misi, program kerja, serta tata tertib.Pelaksanaan program tersebut memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti berbagai kegiatan peningkatan kompetensi seperti pelatihan, seminar, dan workshop, serta mendorong studi lanjut.Kepala sekolah juga aktif mengirimkan guru secara bergiliran untuk mengikuti kegiatan pengembangan profesionalisme baik yang diselenggarakan pemerintah maupun swasta.
Melihat pentingnya manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru, penelitian lanjutan dapat fokus pada beberapa aspek krusial. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi mendalam mengenai efektivitas dan dampak jangka panjang dari program-program pengembangan profesional guru yang telah diimplementasikan, seperti keikutsertaan dalam MGMP, diklat, dan seminar, terhadap perubahan perilaku mengajar di kelas dan peningkatan prestasi belajar siswa. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan longitudinal untuk melihat bagaimana pelatihan tersebut benar-benar diterjemahkan menjadi praktik pengajaran yang lebih inovatif dan efektif dalam jangka waktu tertentu. Kedua, mengingat adanya faktor penghambat seperti manajemen waktu guru yang kurang optimal dan isu terkait sertifikasi guru honorer, perlu diteliti lebih lanjut mengenai strategi inovatif yang dapat diterapkan kepala sekolah untuk mengatasi tantangan tersebut. Misalnya, bagaimana penerapan sistem dukungan yang lebih terstruktur atau program mentorship dapat membantu guru dalam mengatur waktu secara lebih efisien dan memfasilitasi percepatan sertifikasi, sehingga berdampak langsung pada peningkatan profesionalisme mereka. Ketiga, studi ini dilakukan di satu SMP, sehingga menarik untuk mengembangkan penelitian komparatif dengan melibatkan sekolah lain yang memiliki karakteristik serupa namun dengan hasil peningkatan profesionalisme guru yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik terbaik (best practices) yang dapat digeneralisasi atau diadaptasi secara lebih luas, serta memahami faktor-faktor kontekstual yang mungkin mempengaruhi keberhasilan manajemen kepala sekolah di berbagai lingkungan pendidikan. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana manajemen kepala sekolah dapat dioptimalkan untuk mencapai profesionalisme guru yang berkelanjutan.
| File size | 405.4 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO 0, lembaga pendidikan Islam dituntut untuk melakukan transformasi menajerial agar tetap relevan dan kompetitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif0, lembaga pendidikan Islam dituntut untuk melakukan transformasi menajerial agar tetap relevan dan kompetitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
ALFARABIALFARABI Manajemen pesantren yang efektif diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan karakter santri, yang merupakan tujuan utama pendidikanManajemen pesantren yang efektif diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan karakter santri, yang merupakan tujuan utama pendidikan
ALFARABIALFARABI Proses manajemen kurikulum ini melalui beberapa tahapan yaitu perencanaan kurikulum, pengorganisasian kurikulum, pelaksanaan kurikulum, evaluasi kurikulumProses manajemen kurikulum ini melalui beberapa tahapan yaitu perencanaan kurikulum, pengorganisasian kurikulum, pelaksanaan kurikulum, evaluasi kurikulum
LATANSAMASHIROLATANSAMASHIRO Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut berupa pelatihan guru, penyediaan sarana belajar yang memadai, serta peningkatan kolaborasi dengan komunitasOleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut berupa pelatihan guru, penyediaan sarana belajar yang memadai, serta peningkatan kolaborasi dengan komunitas
STIK KENDALSTIK KENDAL Penelitian ini menunjukkan bahwa alokasi anggaran yang dioptimalkan melalui model Bayesian memberikan distribusi yang lebih efektif, dengan fokus padaPenelitian ini menunjukkan bahwa alokasi anggaran yang dioptimalkan melalui model Bayesian memberikan distribusi yang lebih efektif, dengan fokus pada
STAINUPASTAINUPA Peningkatan ini terlihat dari pemahaman konsep dasar AI, keterampilan integrasi aplikasi AI dalam perencanaan pembelajaran, dan kemampuan menyusun materiPeningkatan ini terlihat dari pemahaman konsep dasar AI, keterampilan integrasi aplikasi AI dalam perencanaan pembelajaran, dan kemampuan menyusun materi
UACUAC Pemerintahan Aceh telah merealisasikan kebijakan dalam mencegah radikalisme melalui eksistensi pendidikan Islam Dayah dengan tiga kebijakan utama, yaituPemerintahan Aceh telah merealisasikan kebijakan dalam mencegah radikalisme melalui eksistensi pendidikan Islam Dayah dengan tiga kebijakan utama, yaitu
MINDAMASMINDAMAS Selain itu, negara‑negara tersebut memiliki posisi penting dalam ekonomi dunia, karena mereka memasok sebagian besar minyak dunia. Faktor terpentingSelain itu, negara‑negara tersebut memiliki posisi penting dalam ekonomi dunia, karena mereka memasok sebagian besar minyak dunia. Faktor terpenting
Useful /
ULUMUNAULUMUNA Artikel ini menyelidiki bencana Lumpur Lapindo di Jawa Timur yang menimbulkan perubahan religius dan sosial selama dua dekade terakhir. Puluhan ribu wargaArtikel ini menyelidiki bencana Lumpur Lapindo di Jawa Timur yang menimbulkan perubahan religius dan sosial selama dua dekade terakhir. Puluhan ribu warga
ALFARABIALFARABI Penelitian dilaksanakan di MAN 1 Pangandaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasiPenelitian dilaksanakan di MAN 1 Pangandaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi
ALFARABIALFARABI Oleh karena itu, untuk menjawab tantangan di era globalisasi ini, lembaga pendidikan perlu melakukan inovasi yang mampu menghasilkan siswa yang kompeten,Oleh karena itu, untuk menjawab tantangan di era globalisasi ini, lembaga pendidikan perlu melakukan inovasi yang mampu menghasilkan siswa yang kompeten,
STAINUPASTAINUPA Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi, diikuti edukasi, pelatihan, dan monitoring. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilanData dikumpulkan melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi, diikuti edukasi, pelatihan, dan monitoring. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan