JBASICJBASIC

Jurnal BasiceduJurnal Basicedu

Kurikulum Merdeka menuntut guru memiliki tingkat kesiapan yang tinggi untuk mendukung pembelajaran mandiri siswa. Namun, kesiapan guru yang terbatas di sekolah dasar (SD) menjadi hambatan utama dalam implementasinya, berbeda dengan studi sebelumnya yang lebih fokus pada tingkat menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kesiapan guru dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar, dengan penekanan pada dimensi literasi pedagogis, profesional, sosial, dan digital. Mengadopsi pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kasus, penelitian ini dilakukan di SD Negeri 1 Ulak Kedondong, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, pada tanggal 14 Desember 2022. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap lima informan kunci (kepala sekolah dan guru), kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang secara konseptual dan praktis siap mampu menerapkan pembelajaran diferensiasi, penilaian formatif berkelanjutan, dan menciptakan lingkungan kelas yang aktif, sehingga meningkatkan kualitas pembelajaran hingga 70% berdasarkan pengamatan lapangan. Kesimpulan menekankan bahwa kesiapan guru berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan kurikulum, sehingga memerlukan program pengembangan berkelanjutan. Studi ini memberikan kontribusi empiris dengan memetakan kesiapan guru sekolah dasar sebagai dasar untuk strategi pengembangan profesional nasional, mengisi celah dalam studi sebelumnya yang kurang spesifik pada tingkat sekolah dasar.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesiapan pendidik di tingkat sekolah dasar memegang peranan penting dalam menentukan efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka.Kesiapan ini mencakup aspek kognitif, afektif, psikomotorik, dan digital, yang secara bersama-sama memungkinkan pendidik untuk menyesuaikan pendekatan pengajaran dengan kebutuhan siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang dinamis.Dukungan dari kepala sekolah melalui kepemimpinan yang inspiratif dan pengembangan profesional berkelanjutan juga sangat penting untuk meningkatkan kesiapan guru.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai model pelatihan guru dalam meningkatkan literasi digital dan kemampuan implementasi pembelajaran berdiferensiasi, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses teknologi. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan kesiapan guru di berbagai wilayah geografis dan tingkat sosioekonomi, guna mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman dan persepsi guru terhadap tantangan dan peluang yang dihadapi dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, serta bagaimana mereka mengatasi hambatan tersebut. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar, sehingga dapat dirumuskan kebijakan dan program pengembangan guru yang lebih efektif dan relevan. Dengan demikian, Kurikulum Merdeka dapat berfungsi sebagai sarana transformasi pendidikan yang berorientasi pada manusia, memberikan kebebasan, dan membentuk karakter siswa secara optimal.

  1. PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN GURU MELALUI WORKSHOP DAN PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI... doi.org/10.31764/jmm.v6i5.9682PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN GURU MELALUI WORKSHOP DAN PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI doi 10 31764 jmm v6i5 9682
Read online
File size318.6 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test