Tel-UTel-U

Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR)Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR)

Pertukaran informasi yang cepat melalui berkembangnya internet membuka jendela baru untuk melihat fenomena-fenomena sosial yang kerap terjadi di lingkungan masyarakat. Salah satu fenomena tersebut adalah cultural untranstability atau ketidakterjemahan budaya yang dapat dilihat melalui konten video unggahan @bangjoeofficial pada media TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peristiwa cultural untranstability dalam konten video TikTok yang dipublikasikan oleh akun @bangjoeofficial dan dampaknya terhadap pemahaman hubungan antara budaya dan bahasa. Konten video TikTok saat ini merupakan salah satu bentuk media sosial yang popular yang sering digunakan untuk menyampaikan pesan budaya dan bahasa. Fenomena cultural untranstability merujuk pada ketidakstabilan atau konflik dalam budaya yang muncul melalui bahasa, sikap, atau interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan metode analisis konten untuk menyelidiki konten video @bangjoeofficial yang mencakup berbagai bahasa, budaya, dan pesan budaya dalam berbagai konteks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konten video TikTok dapat memengaruhi pemahaman hubungan antara budaya dan bahasa dalam masyarakat. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami secara lebih mendalam dampak konten media sosial terhadap budaya dan bahasa serta bagaimana penggunaan bahasa dan simbol budaya dalam media sosial dapat memengaruhi pandangan masyarakat terhadap identitas budaya. Kesadaran budaya dan pendidikan tentang keragaman budaya juga penting dalam mengatasi tantangan yang mungkin muncul akibat perbedaan budaya dalam media sosial.

Budaya memiliki hubungan yang bersifat saling melengkapi dengan bahasa dan komunikasi, di mana ketiganya tidak dapat dipisahkan karena saling memengaruhi.Fenomena cultural untranstability dalam konten TikTok @bangjoeofficial mencerminkan ketidakstabilan budaya yang muncul melalui bahasa dan interaksi sosial, sehingga memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap budaya dan bahasa.Media sosial seperti TikTok berperan penting dalam membentuk dan menyebarkan fenomena tersebut, yang membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut mengenai kesadaran budaya dan toleransi di masyarakat.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana masyarakat Indonesia memahami dan menafsirkan ekspresi budaya asing yang diadaptasi oleh konten kreator lokal, seperti Bang Joe, untuk melihat apakah terjadi proses akulturasi atau distorsi makna budaya. Kedua, penting untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari konsumsi konten media sosial berbasis perbandingan budaya terhadap identitas budaya generasi muda, terutama dalam konteks penggunaan bahasa sehari-hari dan nilai-nilai sosial. Ketiga, sebaiknya dikembangkan studi tentang efektivitas pendidikan budaya digital yang bisa membantu pengguna media sosial memahami konteks budaya di balik ekspresi linguistik yang tidak mudah diterjemahkan, guna meningkatkan toleransi dan mengurangi miskomunikasi antarbudaya secara daring. Ketiga saran ini saling terhubung karena membahas persepsi, pengaruh, dan solusi atas dinamika budaya-bahasa dalam ruang digital. Dengan memahami bagaimana makna dikonstruksi, disebarkan, dan dipahami kembali, penelitian dapat memberikan kontribusi nyata terhadap literasi budaya digital. Penelitian lanjutan juga dapat melibatkan analisis konten lintas platform dan melibatkan partisipan dari berbagai latar belakang budaya untuk memperkaya temuan. Pendekatan kualitatif mendalam seperti wawancara dan focus group discussion akan sangat relevan. Hasilnya bisa digunakan untuk merancang program edukasi media sosial yang lebih inklusif. Penting pula mempertimbangkan peran algoritma dalam menyebarkan konten budaya tertentu. Semua ini bisa membantu menciptakan ekosistem media digital yang lebih berwawasan budaya.

  1. #program edukasi#program edukasi
  2. #bahasa generasi muda#bahasa generasi muda
Read online
File size388.93 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-354
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test