DAARULHUDADAARULHUDA
Media Hukum Indonesia (MHI)Media Hukum Indonesia (MHI)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip keadilan restoratif yang diterapkan oleh aparat penegak hukum terhadap anak sebagai pelaku perundungan berdasarkan Pasal 7 dan Pasal 9 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, serta mengkaji proses pembinaan yang efektif dalam mencegah pengulangan perbuatan perundungan dari perspektif kriminologi restoratif. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif. Desain penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang menelaah peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan literatur ilmiah yang relevan dengan keadilan restoratif dan sistem peradilan pidana anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip keadilan restoratif dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 diwujudkan melalui mekanisme diversi dalam Pasal 7 dan pelibatan masyarakat dalam Pasal 9 yang bertujuan memulihkan hubungan antara anak pelaku perundungan, korban, dan lingkungan sosial. Ketentuan tersebut menegaskan orientasi sistem peradilan pidana anak pada penyelesaian perkara yang non-represif dan partisipatif, namun masih bersifat normatif dan prosedural tanpa indikator pemulihan yang jelas. Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa penerapan Pasal 7 dan Pasal 9 belum sepenuhnya sejalan dengan prinsip keadilan restoratif karena tidak menjamin keseimbangan posisi korban dan pelaku, serta minim mekanisme evaluasi dan pengawasan atas keberlanjutan pemulihan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengaturan dan pedoman penerapan keadilan restoratif yang lebih substantif agar pertanggungjawaban pidana anak pelaku perundungan benar-benar berorientasi pada pemulihan dan pencegahan pengulangan tindak pidana.
Berdasarkan analisis Pasal 7 dan Pasal 9 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012, sistem peradilan pidana anak menempatkan keadilan restoratif sebagai pendekatan utama dengan mewajibkan diversi serta melibatkan masyarakat, sehingga memberikan dasar normatif untuk dialog antara pelaku, korban, dan lingkungan sosial dalam pembinaan anak pelaku perundungan.Namun, kedua pasal tersebut belum mengatur standar substantif, indikator keberhasilan, maupun mekanisme pengawasan yang diperlukan untuk memastikan pemulihan korban dan perubahan perilaku pelaku secara nyata.Akibatnya, penerapan keadilan restoratif masih bersifat formal dan belum optimal menjamin akuntabilitas serta pemulihan substantif bagi anak pelaku perundungan.
Penelitian selanjutnya sebaiknya melakukan studi longitudinal yang membandingkan kasus perundungan anak yang diselesaikan melalui proses mediasi restoratif melibatkan masyarakat dengan kasus yang diproses secara konvensional, sehingga dapat mengukur secara kuantitatif perbedaan tingkat residivisme, kepuasan korban, serta perubahan perilaku pelaku selama periode minimal lima tahun. Selanjutnya, diperlukan pengembangan dan validasi indikator standar yang dapat menilai hasil restoratif secara objektif, mencakup dimensi psikologis seperti pemulihan trauma korban, dimensi sosial seperti reintegrasi pelaku ke lingkungan sekolah dan keluarga, serta dimensi prosedural seperti kualitas partisipasi semua pihak dalam proses diversi, yang kemudian diujikan melalui survei dan wawancara terstruktur pada pihak terkait. Selain itu, studi eksperimental dapat mengevaluasi manfaat integrasi psikolog sekolah sebagai mediator profesional dalam prosedur diversi, dengan membandingkan grup yang mendapatkan dukungan psikologik dengan grup yang tidak, untuk menilai apakah kehadiran mereka meningkatkan kualitas dialog, mengurangi stigma, dan mempercepat proses pemulihan sosial serta akademik korban dan pelaku. Penelitian juga dapat menyelidiki faktor-faktor institusional, seperti kesiapan aparat penegak hukum, ketersediaan fasilitas mediasi, dan alokasi anggaran, untuk memahami hambatan praktis dalam implementasi kebijakan restoratif yang lebih substantif. Dengan menggabungkan tiga arah penelitian tersebut, diharapkan dapat menyediakan bukti empiris yang kuat bagi reformasi kebijakan keadilan restoratif dalam sistem peradilan pidana anak di Indonesia.
| File size | 388.72 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIKSUNIKS Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Stratified Random Sampling. Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini, disebarkan kuesionerTeknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Stratified Random Sampling. Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini, disebarkan kuesioner
UNIKSUNIKS Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Camat Kuantan Hilir Seberang Kabupaten Kuantan Singingi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana.Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Camat Kuantan Hilir Seberang Kabupaten Kuantan Singingi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana.
UNIKSUNIKS Maka indikator yang menjadi penilaian dan dapat ditarik kesimpulannya sebagai berikut: Akuntabilitas, Transparansi, Keterbukaan, Aturan Hukum yang manaMaka indikator yang menjadi penilaian dan dapat ditarik kesimpulannya sebagai berikut: Akuntabilitas, Transparansi, Keterbukaan, Aturan Hukum yang mana
UNIKSUNIKS Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. DimanaData yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Dimana
UNIKSUNIKS Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Efektivitas Program Bantuan Stimulant Perumahan Swadaya (BSPS) di desa Koto Sentajo Kecamatan Sentajo Raya KabupatenHasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Efektivitas Program Bantuan Stimulant Perumahan Swadaya (BSPS) di desa Koto Sentajo Kecamatan Sentajo Raya Kabupaten
UNIKSUNIKS Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data wawancara, dokumentasi, dan observasi. Berdasasarkan hasil penelitianJenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data wawancara, dokumentasi, dan observasi. Berdasasarkan hasil penelitian
UNIKSUNIKS Informan dari penelitian ini adalah, Kepala Desa, Sekretaris Desa, Dirut, BPD dan terakhir Masyarakat. Teknik analisis data menggunakan wawancara untukInforman dari penelitian ini adalah, Kepala Desa, Sekretaris Desa, Dirut, BPD dan terakhir Masyarakat. Teknik analisis data menggunakan wawancara untuk
UNIKSUNIKS Penelitian ini menyimpulkan bahwa pertimbangan hakim dalam kasus KDRT didasarkan pada bukti yang kuat, terpenuhinya unsur dakwaan, dan faktor-faktor yangPenelitian ini menyimpulkan bahwa pertimbangan hakim dalam kasus KDRT didasarkan pada bukti yang kuat, terpenuhinya unsur dakwaan, dan faktor-faktor yang
Useful /
DAARULHUDADAARULHUDA Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian kepustakaan. Hasil penelitian pada pembahasan pertama menunjukkan bahwa Pasal 76CPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian kepustakaan. Hasil penelitian pada pembahasan pertama menunjukkan bahwa Pasal 76C
UNIKSUNIKS 16, karena Koperasi Unit Desa Langgeng mencatat harga perolehan sebesar nilai yang tertera pada neraca dan sudah dikurangi dengan akumulasi penyusutannya,16, karena Koperasi Unit Desa Langgeng mencatat harga perolehan sebesar nilai yang tertera pada neraca dan sudah dikurangi dengan akumulasi penyusutannya,
UNIKSUNIKS Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana modus operandi tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor roda 2 (dua) studi kasus putusan nomor 71/Pid.Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana modus operandi tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor roda 2 (dua) studi kasus putusan nomor 71/Pid.
UNIKSUNIKS Realisasi penerimaan Pajak Hotel di Kabupaten Kuantan Singingi jauh di bawah target yang ditetapkan, yang mengindikasikan adanya potensi peningkatan efektivitasRealisasi penerimaan Pajak Hotel di Kabupaten Kuantan Singingi jauh di bawah target yang ditetapkan, yang mengindikasikan adanya potensi peningkatan efektivitas