UNTAG BANYUWANGIUNTAG BANYUWANGI
AMARAMARPada kasus pidana yang dilakukan anak yang berusia di bawah 12 tahun, salah satu alternatif penyelesaian perkara yang digunakan adalah diversi. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah terkait penerapan diversi pada kasus tindak pidana anak dan faktor yang menjadi kendala penerapan diversi di Kejaksaan Negeri Banyuwangi. Penulis menggunakan metode yuridis-empiris yang mana penelitian tersebut penulis lakukan di Kejaksaan Negeri Banyuwangi. Berdasarkan hasil penelitian ini diversi sudah diterapkan di Kejaksaan Negeri Banyuwangi, prosedur pelaksanaan diversi pada tahap penuntutan sudah diatur dalam Peraturan Jaksa Agung, tetapi dalam penerapannya upaya diversi kerap mengalami kendala yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor struktur hukum, substansi hukum dan budaya hukum.
Penerapan diversi pada kasus tindak pidana anak di Kejaksaan Negeri Banyuwangi sudah dilaksanakan sejak berlakunya UU SPPA, di mana di dalamnya mengatur kewajiban Jaksa sebagai Penuntut Umum untuk melakukan upaya diversi pada perkara pidana anak.Prosedur pelaksanaan diversi pada tahap penuntutan diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2015 Tentang Pedoman Pelaksanaan Diversi dan Penanganan Anak Yang Belum Berumur 12 (Dua Belas) Tahun, dan lebih rinci melalui Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor Per-006/A/J.A/04/2015 Tentang Pedoman Pelaksanaan Diversi Pada Tingkat Penuntutan.Perkara pidana anak yang dapat diselesaikan dengan cara diversi harus memenuhi syarat yaitu ancaraman hukumannya tidak lebih dari 7 (tujuh) tahun dan bukan merupakan pengulangan tindak pidana.Penerapan diversi dengan pendekatan keadilan restoratif merupakan upaya yang dilakukan untuk memberikan perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum serta menghindarkan anak sebagai pelaku tindak pidana dari stigma negatif sebagai seorang kriminal saat kembali ke lingkungan masyarakat.Faktor yang menjadi kendala penerapan diversi pada kasus tindak pidana anak di Kejaksaan Negeri Banyuwangi dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu faktor struktur hukum dalam hal kurang optimalnya peran Jaksa Penuntut Umum sebagai fasilitator untuk memberikan pandangan yang meyakinkan para pihak, baik pihak korban maupun pihak pekaku, untuk menyelesaikan perkara dengan upaya diversi.Faktor substansi hukum dalam hal terjadi benturan antara kewajiban Jaksa Penuntut Umum untuk menyelesaikan perkara dengan upaya diversi dengan persetujuan para pihak untuk melangsungkan upaya diversi tersebut.Faktor budaya hukum dalam hal adanya budaya berpikir dalam masyarakat yang beranggapan bahwa setiap perkara pidana harus diproses sesuai dengan hukum acara pidana dan setiap pelaku tindak pidana harus dihukum dengan pemidanaan berupa kurungan atau penjara.
Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan diversi pada kasus tindak pidana anak di Kejaksaan Negeri Banyuwangi. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, seperti wawancara mendalam atau studi kasus, untuk mengidentifikasi faktor-faktor tersebut secara lebih mendalam. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat fokus pada pengembangan strategi dan pelatihan bagi para fasilitator dalam proses diversi, agar mereka dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para pihak terkait konsep diversi dan manfaatnya. Dengan demikian, diharapkan upaya diversi dapat semakin efektif dalam melindungi hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum dan mencegah stigma negatif terhadap mereka.
| File size | 368.79 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
JOMPUJOMPU Selain itu, pengembangan media pembelajaran secara berkelanjutan diperlukan agar media tetap relevan dengan kebutuhan siswa dan perkembangan pendidikan.Selain itu, pengembangan media pembelajaran secara berkelanjutan diperlukan agar media tetap relevan dengan kebutuhan siswa dan perkembangan pendidikan.
JOMPUJOMPU Hasil penelitian mengungkapkan bahwa metafora sering dimanfaatkan untuk membangun imajinasi visual yang intens dan mendalam, sedangkan ritme serta rimaHasil penelitian mengungkapkan bahwa metafora sering dimanfaatkan untuk membangun imajinasi visual yang intens dan mendalam, sedangkan ritme serta rima
JOMPUJOMPU Penelitian menghasilkan bahan ajar digital berbasis puisi tradisional dengan pendekatan Project Based Learning yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkanPenelitian menghasilkan bahan ajar digital berbasis puisi tradisional dengan pendekatan Project Based Learning yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan
UNAIM WAMENAUNAIM WAMENA Distrik Pisugi yang dihuni oleh masyarakat adat suku Dani memiliki struktur sosial, bahasa, dan nilai-nilai budaya yang kuat, sehingga pendekatan layananDistrik Pisugi yang dihuni oleh masyarakat adat suku Dani memiliki struktur sosial, bahasa, dan nilai-nilai budaya yang kuat, sehingga pendekatan layanan
UntikaUntika Eksistensi Hak Pengelolaan (HPL) di Kota Palu dan Kabupaten Donggala mengalami perubahan signifikan setelah diberlakukannya Undang‑Undang Cipta Kerja,Eksistensi Hak Pengelolaan (HPL) di Kota Palu dan Kabupaten Donggala mengalami perubahan signifikan setelah diberlakukannya Undang‑Undang Cipta Kerja,
UNISKA BJMUNISKA BJM Diskusi berperan penting dalam memperkuat partisipasi dengan menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berbagi pengalaman dan mengatasi ketidakpastian secaraDiskusi berperan penting dalam memperkuat partisipasi dengan menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berbagi pengalaman dan mengatasi ketidakpastian secara
AKRABJUARAAKRABJUARA Hoax, saat ini menjadi sebuah keniscayaan yang harus dihadapi masyarakat di era digital ini. Produksi berita palsu atau bohong tersebut tidak lepas dariHoax, saat ini menjadi sebuah keniscayaan yang harus dihadapi masyarakat di era digital ini. Produksi berita palsu atau bohong tersebut tidak lepas dari
AKRABJUARAAKRABJUARA Mayoritas responden (75%) menyatakan tidak pernah mendapatkan sosialisasi, mengindikasikan bahwa banyak program tidak berjalan optimal dan masyarakat tidakMayoritas responden (75%) menyatakan tidak pernah mendapatkan sosialisasi, mengindikasikan bahwa banyak program tidak berjalan optimal dan masyarakat tidak
Useful /
INTERNATIONALPUBLISHERINTERNATIONALPUBLISHER This study extends prior research by integrating these psychological and organizational factors within a Positive Organizational Behavior framework inThis study extends prior research by integrating these psychological and organizational factors within a Positive Organizational Behavior framework in
UNAIM WAMENAUNAIM WAMENA Peningkatan kapasitas aparat, penyederhanaan prosedur hukum, harmonisasi peraturan, dan penguatan pengawasan serta partisipasi masyarakat adalah langkahPeningkatan kapasitas aparat, penyederhanaan prosedur hukum, harmonisasi peraturan, dan penguatan pengawasan serta partisipasi masyarakat adalah langkah
STIKKENDALSTIKKENDAL Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi guna memperoleh data yang relevan. Temuan penelitian menunjukkanStudi ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi guna memperoleh data yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan
STIKKENDALSTIKKENDAL Peserta didik menunjukkan antusiasme, keberanian berpendapat, pemahaman materi yang lebih baik, dan semangat belajar yang tinggi, sehingga metode ini terbuktiPeserta didik menunjukkan antusiasme, keberanian berpendapat, pemahaman materi yang lebih baik, dan semangat belajar yang tinggi, sehingga metode ini terbukti