DINASTIREVDINASTIREV
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan PolitikJurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan PolitikPenelitian ini mengevaluasi perlindungan hukum terhadap konsumen dalam praktik pengambilalihan objek fidusia tanpa persetujuan tertulis dari kreditur, tindakan yang berpotensi melanggar Undang-Undang Jaminan Fidusia dan prinsip perlindungan konsumen. Metode yang digunakan adalah kombinasi yuridis normatif dan empiris melalui studi kasus lembaga pembiayaan dan sengketa nyata. Analisis diarahkan pada relevansi Pasal 23 ayat (2) UU No. 42 Tahun 1999 yang melarang pemberi fidusia mengalihkan objek tanpa izin kreditur, serta ketentuan UU Perlindungan Konsumen terkait klausul baku, hak atas informasi, advokasi, dan mekanisme penyelesaian sengketa. Penelitian juga membahas praktik eksekusi fidusia pasca wanprestasi, meliputi pemberian titel eksekutorial dan prosedur pelelangan atau penjualan di bawah tangan, serta interpretasi Mahkamah Konstitusi terhadap aspek teknis pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam praktik banyak lembaga pembiayaan melakukan pengambilalihan objek fidusia secara sepihak tanpa pemberitahuan tertulis, tanpa musyawarah, dan dengan pengabaian terhadap prosedur hukum. Akibatnya, konsumen menanggung kerugian finansial (kehilangan objek, biaya tambahan) dan immateril (stres psikologis, hilangnya kepercayaan terhadap sistem keuangan). Konsumen juga sering kurang memahami klausul dan haknya, sementara pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelaku usaha belum maksimal. Regulasi terkait eksekusi fidusia elektronik dan penarikan objek masih mengandung celah, dan integrasi antara UU Jaminan Fidusia dan UU Perlindungan Konsumen belum sepenuhnya harmonis. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merekomendasikan: harmonisasi regulasi antara UU Jaminan Fidusia dan UU Perlindungan Konsumen; penguatan sistem pengawasan serta penegakan hukum; peningkatan literasi hukum konsumen; pengembangan mekanisme penyelesaian sengketa alternatif (mediasi atau arbitrase konsumen) serta akses advokasi mudah; dan penerapan sanksi yang konsisten terhadap pelanggaran agar praktik pengambilalihan tanpa izin dapat ditekan dan perlindungan konsumen lebih efektif.
Konsumen atau debitur memiliki kedudukan hukum yang dilindungi dalam transaksi jaminan fidusia, termasuk ketika terjadi upaya pengambilalihan objek fidusia tanpa izin kreditur.2/PUU-XIX/2021, telah mengubah lanskap hukum pelaksanaan eksekusi fidusia dengan mewajibkan pengajuan permohonan eksekusi ke pengadilan jika debitur tidak menyerahkan objek secara sukarela.Implementasi perlindungan hukum konsumen memerlukan penguatan melalui harmonisasi regulasi, penegasan prosedur eksekusi, pengawasan terhadap praktik debt collector, peningkatan literasi hukum, dan edukasi konsumen.
Berdasarkan temuan penelitian, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas implementasi POJK No. 22 Tahun 2023 dalam melindungi konsumen dari praktik penagihan yang tidak adil oleh debt collector, termasuk analisis dampak POJK terhadap penurunan jumlah pengaduan konsumen terkait fidusia. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model mediasi atau arbitrase yang spesifik untuk sengketa fidusia, dengan mempertimbangkan karakteristik unik dari transaksi ini dan kebutuhan konsumen untuk mendapatkan penyelesaian yang cepat, murah, dan adil. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan dengan negara-negara lain yang memiliki sistem jaminan fidusia serupa untuk mengidentifikasi praktik terbaik dalam perlindungan konsumen dan penegakan hukum, serta mengadaptasi model-model tersebut ke konteks hukum Indonesia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan perlindungan hukum bagi konsumen dalam transaksi fidusia, memperkuat kepastian hukum, dan mendorong praktik pembiayaan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
| File size | 287.14 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Ketidaksesuaian spesifikasi barang (non-konformitas) merupakan salah satu penyebab utama terjadinya sengketa dalam pelaksanaan kontrak Pengadaan Barang/JasaKetidaksesuaian spesifikasi barang (non-konformitas) merupakan salah satu penyebab utama terjadinya sengketa dalam pelaksanaan kontrak Pengadaan Barang/Jasa
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Penelitian ini menganalisis konstruksi yuridis kontrak konstruksi pada proyek investasi dengan porsi kepemilikan kontraktor dalam posisi investasi non-mayoritas.Penelitian ini menganalisis konstruksi yuridis kontrak konstruksi pada proyek investasi dengan porsi kepemilikan kontraktor dalam posisi investasi non-mayoritas.
DINASTIREVDINASTIREV Dalam konstitusinya, Negara Republik Indonesia telah melindungi hak atas pelayanan kesehatan yang merupakan hak asasi manusia yang mendasar. PemenuhanDalam konstitusinya, Negara Republik Indonesia telah melindungi hak atas pelayanan kesehatan yang merupakan hak asasi manusia yang mendasar. Pemenuhan
DINASTIREVDINASTIREV Digitalisasi rekam medis mendorong efisiensi dan kesinambungan layanan, tetapi meningkatkan risiko atas hak privasi pasien. Penelitian ini menelaah kerangkaDigitalisasi rekam medis mendorong efisiensi dan kesinambungan layanan, tetapi meningkatkan risiko atas hak privasi pasien. Penelitian ini menelaah kerangka
DINASTIREVDINASTIREV Pengamanan Keimigrasian oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang dilakukan terhadap 4 (empat) objek yaitu Izin Keimigrasian, Personel, Dokumen dan IzinPengamanan Keimigrasian oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang dilakukan terhadap 4 (empat) objek yaitu Izin Keimigrasian, Personel, Dokumen dan Izin
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Kasus ini menimbulkan efek hukum, ekonomi, dan sosial yang signifikan. KPPU menyatakan para pelaku usaha (produsen minyak goreng) terbukti secara sah danKasus ini menimbulkan efek hukum, ekonomi, dan sosial yang signifikan. KPPU menyatakan para pelaku usaha (produsen minyak goreng) terbukti secara sah dan
DINASTIREVDINASTIREV Penelitian oleh Tombokan dkk (2024) menekankan pentingnya sanksi bagi penyalahgunaan data dalam aplikasi layanan kesehatan. Selain itu, studi Wibowo dkkPenelitian oleh Tombokan dkk (2024) menekankan pentingnya sanksi bagi penyalahgunaan data dalam aplikasi layanan kesehatan. Selain itu, studi Wibowo dkk
STAIDAPONDOKKREMPYANGSTAIDAPONDOKKREMPYANG Dengan menekankan penyucian jiwa (tazkiyat al‑nafs), regulasi emosi, dan spiritualitas cinta Ilahi, Sufisme diyakini dapat memberikan kedamaian batinDengan menekankan penyucian jiwa (tazkiyat al‑nafs), regulasi emosi, dan spiritualitas cinta Ilahi, Sufisme diyakini dapat memberikan kedamaian batin
Useful /
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Sampel penelitian adalah mahasiswi di Universitas Prima Indonesia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel adalah purposiveSampel penelitian adalah mahasiswi di Universitas Prima Indonesia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel adalah purposive
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Penelitian ini menunjukkan bahwa metode Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) lebih efektif dalam mempercepat pemulihan pasien sectio caesareaPenelitian ini menunjukkan bahwa metode Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) lebih efektif dalam mempercepat pemulihan pasien sectio caesarea
SINESIASINESIA Namun, banyak ekspresi budaya tradisional di Indonesia belum mendapatkan pelindungan kekayaan intelektual komunal. Salah satunya adalah Kesenian GenggongNamun, banyak ekspresi budaya tradisional di Indonesia belum mendapatkan pelindungan kekayaan intelektual komunal. Salah satunya adalah Kesenian Genggong
UNIBUNIB Uji dalam bentuk pemberian pertanyaan kepada mahasiswa bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman mahasiswa terhadap materi setelah media pembelajaranUji dalam bentuk pemberian pertanyaan kepada mahasiswa bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman mahasiswa terhadap materi setelah media pembelajaran