UACUAC

Nazhruna: Jurnal Pendidikan IslamNazhruna: Jurnal Pendidikan Islam

Pengetahuan Matematika dan Berpikir komputasi melatih kemampuan siswa dalam menalar, dan ini sangat dibutuhkan untuk bisa bersaing di era digital di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi instrumen tes kognitif matematis menggunakan model computational thinking (CT) yang memenuhi validitas, reliabilitas, dan kriteria butir soal yang baik serta memberikan wawasan baru tentang bagaimana menerapkan pemikiran komputasi di dalam pendidikan islam (madrasah). Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan yang terdiri dari tahap perancangan dan pelaksanaan dengan sample 160 siswa madrasah aliyah di kabupaten Sleman. Validitas instrumen dilakukan dengan membuktikan validitas konten. Reliabilitas diestimasi menggunakan koefisien separation reliability, dan kualitas instrumen dianalisis dengan model Rasch. Instrumen dinyatakan reliabel (koefisien separation reliability sebesar 0,8059), tergolong cukup baik (good fit of model, p-value sebesar 0,64 > 0,05), dan efektif mengukur kemampuan matematika dengan persentase 99,85%. Instrumen yang dikembangkan membuka wawasan bahwa materi pelajaran di madrasah sangat memungkinkan untuk diintegrasikan dengan kemampuan berpikir komputasi, dan dapat digunakan sebagai alternatif untuk tes diagnostik, formatif, maupun sumatif.

The Cognitive Test Instrument of Computational Thinking model developed has been proven to be valid and reliable.The quality of the test instrument is also quite good (good fit of model) and the instrument effectively measures latent variables with a percentage of 99.The test instrument will be optimal if done by students with average ability.This research shows that computational thinking is very likely to be applied in madrasah, and integrated into the subjects.This research is limited to one mathematics topic (matrix), further research is expected to construct other computational thinking problems on different mathematics topics or even on social and religious subjects.Another limitation of this research is the sample size, although based on the sample adequacy test, future research needs to increase the sample size to be more representative.The unequal gender proportion is also a limitation.A total of Madrasahs need to formulate policies for the implementation of computational thinking in the intracurricular curriculum to improve the quality and competitiveness of madrasah students.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan instrumen tes kognitif matematika model berpikir komputasi yang lebih komprehensif, mencakup berbagai topik matematika dan bahkan subjek sosial dan agama. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada peningkatan kualitas dan representasi sampel, serta mempertimbangkan proporsi gender yang lebih seimbang. Selain itu, penting bagi madrasah untuk merumuskan kebijakan implementasi berpikir komputasi dalam kurikulum agar meningkatkan kualitas dan daya saing siswa madrasah.

  1. Construction of Mathematics Cognitive Test Instrument of Computational Thinking Model for Madrasah Aliyah... e-journal.uac.ac.id/index.php/NAZHRUNA/article/view/4425Construction of Mathematics Cognitive Test Instrument of Computational Thinking Model for Madrasah Aliyah e journal uac ac index php NAZHRUNA article view 4425
  2. Development of Islamic Educational Institutions in Increasing Competitiveness in Madrasah Tsanawiyah... doi.org/10.31538/cjotl.v3i1.723Development of Islamic Educational Institutions in Increasing Competitiveness in Madrasah Tsanawiyah doi 10 31538 cjotl v3i1 723
Read online
File size622.68 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test