EJURNALILMIAHEJURNALILMIAH

Al-Ulum: Jurnal Pendidikan IslamAl-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam

This study analyzes the relevance of pesantren curriculum to religious moderation values within the context of Indonesian national policy, specifically the Directorate General of Islamic Education Decree No. 7272 of 2019. Using a qualitative approach with case study methods in Cirebon Regency, this research explores how variations in pesantren curricula can produce consistent religious moderation values through kitab kuning instruction and pesantren culture. Data were collected through in-depth interviews with 25 informants (kiai, santri, alumni, and community leaders), participatory observation over 8 months, and curriculum documentation analysis from 4 different pesantren. Findings indicate that despite variations in curriculum structure across pesantren, the use of similar kitab kuning and internalization of pesantren values produce graduates with consistent moderate orientations. Religious moderation principles such as tawasuth, itidal, tasamuh, and musyawarah are integrated into sorogan and bandongan learning methods. Pesantren alumni prove to play strategic roles in maintaining social cohesion and countering radicalism in society. This research contributes to academic discourse on the role of traditional Islamic education in shaping religious moderation in the contemporary era.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kurikulum pesantren di Kabupaten Cirebon memiliki relevansi yang kuat dengan nilai-nilai moderasi beragama sebagaimana yang diformulasikan dalam peraturan nasional.Internalisasi nilai-nilai moderasi berlangsung melalui pembelajaran, budaya pesantren, dan perilaku teladan kiai, yang secara konsisten membentuk lulusan dengan orientasi moderat.Alumni pesantren telah terbukti memainkan peran strategis sebagai agen moderasi dalam masyarakat dengan menunjukkan komitmen nasional, toleransi, penolakan terhadap kekerasan, dan kemampuan mengakomodasi budaya lokal.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas kurikulum pesantren dalam menumbuhkan moderasi beragama pada santri dengan menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji validitas dan generalisasi temuan. Kedua, studi komparatif antara pesantren yang memiliki orientasi kurikulum berbeda perlu dilakukan untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dalam internalisasi nilai-nilai moderasi. Ketiga, penelitian tentang peran alumni pesantren dalam mempromosikan toleransi dan kerukunan antar umat beragama di masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan radikalisme dan intoleransi, dapat memberikan wawasan yang berharga bagi pengembangan kebijakan pendidikan dan program pemberdayaan masyarakat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan dan pembentukan karakter bangsa yang moderat, toleran, dan inklusif, serta mampu menjawab tantangan-tantangan keagamaan dan sosial di era kontemporer.

Read online
File size1014.88 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test