UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU

Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran IslamManthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam

Ilmu aṣwāt, sebagai kajian fonetik dan fonologi dalam bahasa Arab, memainkan peran vital dalam menunjang kefasihan dan ketepatan komunikasi lisan. Artikel ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam bagaimana ilmu aṣwāt berkontribusi dalam memahami intonasi dan jeda kalimat bahasa Arab, serta relevansinya dalam membentuk kompetensi komunikatif pembelajar non-Arab. Melalui pendekatan studi pustaka, dikaji sejumlah literatur terkini yang mengupas fungsi intonasi dalam membedakan jenis kalimat (khabariyyah, istifhāmiyyah, amr, nahy) serta peran jeda (waqf) dalam menghindari ambiguitas makna, khususnya dalam konteks Al-Quran. Temuan menunjukkan bahwa ketepatan dalam mengelola intonasi dan jeda tidak hanya memperkuat struktur ujaran, tetapi juga berimplikasi langsung terhadap makna, nuansa, dan keberterimaan pesan dalam komunikasi Arab.

Ilmu Aṣwāt berperan vital dalam membantu pemahaman intonasi dan jeda kalimat, sehingga meningkatkan kejelasan pelafalan serta mencegah kesalahan makna dalam komunikasi.Integrasi ilmu ini dalam pembelajaran bahasa Arab sangat diperlukan untuk meningkatkan kompetensi lisan peserta didik, terutama sebagai bahasa kedua di Indonesia.Dengan menguasai intonasi dan jeda secara tepat, pembelajar dapat menyampaikan pesan secara utuh, bermakna, dan menyesuaikan sikap dalam interaksi lisan.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi eksperimental yang menguji pengaruh pelatihan ilmu Aṣwāt terhadap kemampuan berbicara siswa bahasa Arab sebagai bahasa kedua di Indonesia, dengan membandingkan kelompok yang menerima pelatihan intensif terhadap kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Selanjutnya, perlu dilakukan analisis perbandingan antara metode pengajaran tradisional yang berfokus pada nahwu‑sharaf dengan pendekatan integratif yang menambahkan latihan intonasi dan jeda, untuk menilai efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman makna khususnya pada teks Quran. Terakhir, sebuah studi longitudinal dapat mengevaluasi perkembangan kompetensi komunikatif siswa setelah penerapan modul digital interaktif berbasis simulasi suara Aṣwāt, dengan mengamati faktor motivasi belajar serta retensi pengetahuan jangka panjang.

  1. PENGARUH ILMU ASHWAT TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA ARAB DI IAIM SINJAI... doi.org/10.47435/naskhi.v2i2.436PENGARUH ILMU ASHWAT TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA ARAB DI IAIM SINJAI doi 10 47435 naskhi v2i2 436
Read online
File size466.57 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test