CASCAS

Journal of Indonesian UlamaJournal of Indonesian Ulama

This research aims to analyze the role of Sheikh Abd al-Rau>f and Sultanah Tajul Alam Safiatuddin in fighting for gender equality and womens leadership in the Sultanate of Aceh in the 17th century. The method used is library research with a historical approach, which involves documentation and folklore. Antonio Gramscis theory of domination was applied to understand how al-Singkili>, through his fatwas, and Sultanah Safiatuddin, as the first female leader, challenged the dominant patriarchal ideology. The research findings show that al-Singkili> played an important role in legalizing gender equality, particularly by supporting women to become leaders of the country. The research argument asserts that despite resistance to womens leadership, al-Singkili>s contribution in championing gender equality through law and education succeeded in providing the basis for social change in Aceh, which was also influenced by moderate Islamic values.

Sheikh Abd al-Rau>f al-Singkili>s contribution in encouraging the puritanization of egalitarian education in Aceh is proven through egalitarian thinking and fatwas.The role of al-Singkili> and Sultanah Tajul Alam Safiatuddin in fighting for gender equality can be understood through Antonio Gramscis domination theory, emphasizing efforts to build cultural hegemony.Further research is needed to expand the scope of the study and explore the interaction between religious teachings, politics, and society in encouraging social change related to womens leadership.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menelusuri lebih dalam mengenai konten moderasi dan kesetaraan yang disampaikan oleh al-Singkili> dalam praktik pendidikan dan fatwanya di Aceh. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara pemikiran al-Singkili> dengan tokoh-tokoh lain dari periode dan wilayah yang berbeda untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perjuangan kesetaraan gender dalam sejarah Islam. Lebih lanjut, penelitian dapat difokuskan pada interaksi antara ajaran agama, politik, dan masyarakat dalam mendorong perubahan sosial terkait kepemimpinan perempuan, serta menganalisis bagaimana warisan pemikiran al-Singkili> dapat diterapkan dalam konteks kontemporer untuk memperkuat kesetaraan gender dan inklusi sosial di Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkaya wacana tentang peran perempuan dalam Islam dan masyarakat, serta menginspirasi upaya-upaya konkret untuk mewujudkan kesetaraan gender yang lebih substantif dan berkelanjutan.

  1. PEREMPUAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN AL JAM'IYATUL WASHLIYAH | Hanum | Journal of Contemporary Islam... doi.org/10.30821/jcims.v2i1.1755PEREMPUAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN AL JAMIYATUL WASHLIYAH Hanum Journal of Contemporary Islam doi 10 30821 jcims v2i1 1755
  2. KONSEP KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM PANDANGAN ABDUR RAUF AS-SINGKILI | Basha'ir: Jurnal Studi Al-Qur'an... doi.org/10.47498/bashair.v1i2.867KONSEP KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM PANDANGAN ABDUR RAUF AS SINGKILI Bashair Jurnal Studi Al Quran doi 10 47498 bashair v1i2 867
Read online
File size237.03 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test