STIAMISTIAMI

IJSTIAMI : International Journal of Social, Tax, Information, Administration, Management and InnovationIJSTIAMI : International Journal of Social, Tax, Information, Administration, Management and Innovation

Penggunaan teknologi digital menawarkan berbagai manfaat. Namun, tingkat adopsi digital di kalangan usaha mikro masih relatif rendah, terutama dalam penggunaan aplikasi pelaporan keuangan digital. Hal ini terlihat dari masih banyaknya usaha mikro yang belum memiliki laporan keuangan meskipun sudah ada aplikasi yang dapat membantu mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pelaku usaha mikro di Kelurahan Cimpaeun, Kota Depok, terhadap adopsi aplikasi pelaporan keuangan digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian eksploratori. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan tujuh informan usaha mikro di wilayah tersebut dan dianalisis menggunakan metode analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha mikro memiliki persepsi positif terhadap kemudahan dan efisiensi aplikasi dalam mengelola keuangan. Namun, hambatan seperti literasi digital yang terbatas, akses terhadap teknologi, biaya, dan keamanan data menjadi tantangan utama. Studi ini menemukan bahwa untuk meningkatkan tingkat adopsi pelaporan keuangan digital di kalangan usaha mikro, diperlukan pelatihan untuk meningkatkan literasi digital, pengembangan aplikasi yang ramah pengguna, dukungan teknologi, dan jaminan keamanan data untuk mempercepat adopsi aplikasi pelaporan keuangan digital.

Penggunaan aplikasi pelaporan keuangan digital memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas manajemen keuangan bagi usaha mikro, menyediakan data yang lebih akurat untuk pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik.Namun, adopsi teknologi ini masih terhambat oleh rendahnya literasi digital, keterbatasan akses teknologi, kekhawatiran keamanan data, dan resistensi terhadap perubahan dari sistem manual.Oleh karena itu, strategi komprehensif diperlukan untuk mendorong adopsi, termasuk peningkatan literasi digital melalui pelatihan kolaboratif, pengembangan aplikasi yang ramah pengguna, dukungan akses ke teknologi dan pendanaan, serta jaminan keamanan data yang transparan dan didukung pendampingan berkelanjutan.

Penelitian ini memberikan pemahaman awal tentang persepsi pelaku usaha mikro terhadap aplikasi pelaporan keuangan digital, namun cakupannya masih terbatas. Untuk pengembangan lebih lanjut, ada beberapa arah studi yang menjanjikan. Pertama, akan sangat bermanfaat jika dilakukan penelitian kuantitatif berskala besar yang mencakup beragam usaha mikro di berbagai kota, bukan hanya satu desa. Ini bisa mengukur secara statistik seberapa besar pengaruh literasi digital, ketersediaan teknologi, biaya aplikasi, dan kekhawatiran keamanan data terhadap keputusan adopsi aplikasi secara nasional, serta melihat apakah ada perbedaan signifikan di antara berbagai jenis usaha atau wilayah. Misalnya, apakah masalah biaya lebih dominan di daerah pedesaan dibanding perkotaan, atau apakah jenis usaha tertentu lebih cepat beradaptasi.. . Kedua, mengingat pentingnya pelatihan dan desain aplikasi yang ramah pengguna, penelitian di masa depan dapat mengevaluasi secara langsung efektivitas intervensi tersebut. Kita bisa menyelidiki: Seberapa jauh program pelatihan yang dirancang khusus dengan praktik langsung dan panduan visual dapat meningkatkan kemampuan pelaku usaha mikro dalam menggunakan aplikasi pelaporan keuangan digital? atau Fitur desain aplikasi seperti apa yang paling efektif mengurangi kebingungan dan mempercepat proses belajar bagi pengusaha yang minim pengalaman digital? Ini juga bisa mencakup studi perbandingan antara aplikasi yang menyediakan mode offline versus online, untuk memahami dampaknya pada adopsi di area dengan akses internet terbatas.. . Ketiga, perlu digali lebih dalam faktor perilaku yang membuat pelaku usaha mikro enggan beralih dari pencatatan manual ke digital, meskipun sudah ada pelatihan. Pertanyaan penelitian bisa meliputi: Bagaimana insentif non-finansial atau elemen permainan (gamifikasi) dalam aplikasi dapat memotivasi penggunaan yang berkelanjutan dan mengubah kebiasaan pencatatan? atau Bagaimana komunikasi yang transparan tentang keamanan data dan studi kasus keberhasilan dapat membangun kepercayaan pelaku usaha mikro untuk menyimpan informasi finansial mereka secara digital?. Selain itu, penelitian bisa juga mengkaji model bisnis yang memungkinkan penyediaan aplikasi pelaporan keuangan digital dasar secara gratis atau sangat murah, dengan mempertimbangkan kolaborasi pemerintah atau lembaga nirlaba, agar hambatan biaya dapat diatasi secara berkelanjutan bagi semua usaha mikro.

Read online
File size507.73 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test