IAIN CURUPIAIN CURUP

Islamic Counseling: Jurnal Bimbingan Konseling IslamIslamic Counseling: Jurnal Bimbingan Konseling Islam

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi antar pribadi guru dengan siswa bermasalah, mengetahui faktor penghambat komunikasi antar pribadi dengan siswa bermasalah, dan mengetahui hasil Komunikasi antar pribadi dengan siswa bermasalah di SMA Negeri 13 Medan. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun Subjek Penelitian ini adalah komunikasi orang tua dan guru dalam pembinaan siswa bermasalah, sedangkan Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan, Guru Bimbingan Konseling serta orangtua siswa di SMA Negeri 13 Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bentuk komunikasi antara guru bimbingan dan konseling dengan siswa yang bermasalah di SMA Negeri 13 Medan berupa komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal, faktor-faktor yang menjadi penghambat komunikasi antarpribadi dengan guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi siswa yang bermasalah di SMA Negeri 13 Medan adalah siswa kurang terbuka dan kurangnya komunikasi dengan orang tua serta Komunikasi interpersonal antara guru BK dengan siswa yang melakukan pelanggaran kedisiplinan dilakukan melalui tatap muka secara langsung serta menggunakan media whatsapp dan sudah efektif di dalam pelaksanannya.

Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa bentuk komunikasi antara guru bimbingan dan konseling dan siswa yang bermasalah di SMA Negeri 13 Medan, berupa komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal.Komunikasi verbal yang dilakukan guru bimbingan dan konseling yaitu dengan cara mengkomunikasikan pesannya secara verbal atau dengan lisan melalui program pembelajaran yang telah ditetapkan, sedangkan komunikasi nonverbal antara siswa dan guru terjadi sebagai proses pertukaran pikiran dan gagasan dimana pesan yang disampaikan berupa isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata, gerakan tubuh dan sentuhan.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti bagaimana penggunaan platform digital, seperti aplikasi pesan singkat atau portal daring, memengaruhi kualitas komunikasi interpersonal antara guru, siswa bermasalah, dan orang tua, serta apakah hal tersebut meningkatkan keterbukaan siswa dalam menyampaikan masalahnya. Selanjutnya, diperlukan studi komparatif yang membandingkan efek ruang konseling khusus yang terisolasi dengan ruang kelas terbuka yang biasa dipakai, untuk mengetahui apakah fasilitas fisik yang privat dapat menurunkan rasa cemas siswa dan memperbaiki hasil konseling. Pada tahap berikutnya, sebuah penelitian campuran (mixed‑methods) yang melibatkan beberapa sekolah menengah atas dapat menguji pengaruh pelatihan intensif bagi guru bimbingan konseling dalam penggunaan teknik komunikasi nonverbal, seperti kontak mata, ekspresi wajah, dan gestur, terhadap perubahan perilaku disiplin dan prestasi akademik siswa yang bermasalah. Dengan menggabungkan data kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor‑faktor yang memperkuat atau menghambat efektivitas komunikasi interpersonal di lingkungan sekolah. Hasilnya dapat menjadi dasar kebijakan pendidikan yang menekankan pentingnya infrastruktur, teknologi, dan kompetensi guru dalam mendukung kesejahteraan siswa.

Read online
File size232.91 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test