UBTUBT

Jurnal Pengabdian Masyarakat BorneoJurnal Pengabdian Masyarakat Borneo

Sektor Pertanian memiliki beragam kekayaan hayati berupa tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga imun dan mencegah COVID-19. Beberapa tanaman yang mudah didapat dan tersedia di beberapa pekarangan rumah memiliki khasiat yang sangat baik untuk diramu menjadi minuman maupun produk antiseptik untuk melindungi tubuh dari virus maupun kuman. Tujuan dari pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah memberikan pengetahuan serta keterampilan dalam pembuatan handsanitaser berbahan alam yaitu dari tanaman lidah buaya dan pembuatan acar bawang putih sebagai suplemen peningkat imun tubuh. Program dilaksanakan di Kelurahan Juata Kerikil dengan sasaran anggota Kelompok Wanita Tani “Anggrek. Metode yang digunakan adalah melalui penyuluhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan penyuluhan tentang pemanfaatan obat keluarga (TOGA) sebagai alternative pencegahan covid 19 di kelompok tani “Anggrek yakni: tahap pertama, melalui sosialisasi/edukasi peserta dapat mengenali pemanfaatan berbagai macam TOGA untuk imunitas dan handsanitizer. Tahap kedua adalah pelatihan pembuatan Handsanitizer dari bahan dasar lidah buaya dan suplemen penambah imunitas dari bawang putih. Tahapan terakhir ialah melakukan evaluasi dengan menggunakan kuisioner dengan hasil 50% peserta puas terhadap kegiatan pelatihan dan 41,67% merasa sangat puas, sisanya menyatakan cukup puas, itu artinya mayoritas masyarakat puas dengan kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan.

Kegiatan penyuluhan tentang pemanfaatan obat keluarga (TOGA) sebagai alternative pencegahan covid 19 di kelompok wanita tani Anggrek dilakukan melalui tahapan awal yaitu sosialisasi dimana peserta dapat mengenali pemanfaatan berbagai macam TOGA untuk imunitas dan handsanitizer, dalam kegiatan tersebut dikenalkan beberapa tanaman toga diantaranya serai, bawang putih, jahe, sidaguri, sirih, lidah buaya.Tahap kedua adalah pelatihan pembuatan Handsanitizer dari lidah buaya dan suplemen penambah imunitas dari bawang putih.Tahapan terakhir ialah melakukan pendampingan dengan menggunakan kuisioner dengan hasil 50% peserta puas terhadap kegiatan pelatihan dan 41,67% merasa sangat puas, sisanya menyatakan cukup puas, itu artinya mayoritas masyarakat puas dengan kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan.Berdasarkan hasil yang dilakukan dilokasi mitra, disarankan bagi kegiatan penyuluhan yang serupa agar fasilitasi pelatihan dengan bahan dasar yang benar-benar ada di lingkungan masyarakat atau memberikan alternative pengganti bahan baku misalnya bawang putih dengan tanaman lain yang ada di pekarangannya.Pendampingan kepada masyarkat pada skala yang lebih luas lagi perlu untuk dilakukan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan metode penyuluhan yang lebih interaktif dan menarik, seperti menggunakan media visual atau praktikum langsung, untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai alternatif pencegahan COVID-19. 2. Melakukan penelitian lebih lanjut tentang khasiat dan efek tanaman TOGA yang berbeda terhadap imunitas tubuh, serta mengidentifikasi tanaman TOGA yang paling efektif untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 3. Menganalisis dampak ekonomi dari produksi dan penggunaan produk TOGA, seperti handsanitizer dan suplemen, terhadap keluarga petani dan kelompok wanita tani. Penelitian ini dapat mengeksplorasi potensi bisnis dan manfaat ekonomi dari pemanfaatan TOGA, serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan usaha kecil berbasis TOGA.

Read online
File size1.98 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test