UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU

Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran IslamManthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam

This research aims to find out the food that is good to be consumed by every knowledge seeker / santri / student in studying. So that they can achieve success, usefulness and blessings from the knowledge they get. This research uses qualitative methods with library research techniques, the book Talimul Mutaalim by Imam Az-Zarnuji as the main source used by researchers. The results of this study, there are several foods that can strengthen and weaken the memorisation of knowledge claimants / students / students. Eating kundar (frankincense) mixed with honey, and eating 21 Red Grapes every morning before eating anything, drinking honey, milk and eating dates and often shaving the toothbrush are foods and behaviours that can strengthen the memory of knowledge claimants. Whereas eating wet coriander, eating sour apples, seeing people being beaten, reading writings in graves, passing through rows of camels, throwing live dandruff on the ground and cantuk (wounding on the head to relieve dizziness) in the nape of the neck. sour food, fatty food, and haram or syubhat food are foods that can weaken memorisation. The knowledge claimants/students/students are expected to avoid market food because market food is easily exposed to unclean and dirty, and far from remembering Allah, S.wt. and closer to neglecting Allah, Swt.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa makanan memiliki peran penting dalam proses belajar dan menghafal.Kitab Talim al-Mutaallim karya Imam Az-Zarnuji menekankan pentingnya memilih makanan yang dapat menguatkan hafalan dan menjaga kesehatan tubuh.Dengan mengonsumsi makanan yang baik dan menghindari makanan yang dapat melemahkan daya ingat, pelajar dapat mencapai potensi maksimal dan meraih kesuksesan dalam belajar.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kandungan nutrisi spesifik dalam makanan yang direkomendasikan oleh Imam Az-Zarnuji dan menganalisis dampaknya terhadap fungsi kognitif dan daya ingat. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan pola makan pelajar yang mengamalkan ajaran kitab Talimul Mutaallim dengan pola makan pelajar yang tidak mengamalkannya, untuk melihat perbedaan dalam prestasi akademik dan kesehatan mental. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk menggali persepsi dan pengalaman pelajar mengenai hubungan antara makanan, kesehatan, dan proses belajar, serta bagaimana mereka mengimplementasikan ajaran kitab Talimul Mutaallim dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran makanan dalam mendukung keberhasilan pendidikan dan kesehatan pelajar, serta memperkaya khazanah pengetahuan tentang kearifan lokal dalam bidang nutrisi dan pembelajaran.

Read online
File size373.4 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test