STIKES SAPTABAKTISTIKES SAPTABAKTI

Jurnal Riset Media KeperawatanJurnal Riset Media Keperawatan

Keluarga dengan salah satu anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa berat/skizofrenia dapat mengalami beban psikologis tersendiri bagi keluarga penderita skizofrenia tersebut. Perasaan cemas, bersalah, bingung, stres, hingga depresi akan dirasakan oleh keluarga yang salah satu anggota keluarganya mengalami skizofrenia. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif untuk mengetahui gambaran tingkat stres pada keluarga pasien skizofrenia yang dirawat di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah. Pengambilan responden dalam penelitian ini menggunakan prosedur nonprobability sampling dengan teknik penetapan pada responden mengunakan purposive sampling. Jumlah keseluruhan responden pada penelitian ini sebanyak 50 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS42) untuk mengukur tingkat stres yang terjadi pada keluarga. Hasil penelitian menunjukkan pada demografi usia mayoritas responden yang berada pada pada tingkat stress ringan dan sedang berada pada usia dewasa madya dengan jumlah sama yaitu sebanyak 14 orang (28,0%).Mayoritas responden yang berada pada tingkat stress sedang adalah laki-laki dan perempuan dengan jumlah sama sebanyak 14 orang (28,0%). Pada demografi pendidikan, mayoritas responden yang berada pada pada tingkat stress ringan dan sedang adalah pendidikan dasar dengan masing-masing secara berurutan yaitu sebanyak 13 orang (26,0%) dan 15 orang (30,0%). Pada demografi pekerjaan, mayoritas responden yang berada pada tingkat stress sedang adalah buruh 14 orang (28,0%). Pada demografi status dalam keluarga, mayoritas responden yang berada pada pada tingkat stress ringan dan sedang adalah orang tua dengan masing- masing secara berurutan yaitu sebanyak 18 orang (36,0%) dan 22 orang (44,0%).

Gambaran tingkat stres pada keluarga pasien skizofrenia berdasarkan data demografi di RSJD Dr.Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah berada pada tingkat stres ringan hingga sedang.Tingkat stres ini terjadi karena keluarga merasa terbebani, khawatir dengan kondisi pasien, serta kurang mendapat perhatian dari rumah sakit yang berdampak pada rendahnya kesadaran dan penerimaan.Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pendidikan keperawatan jiwa, serta menjadi bahan diskusi mengenai keluarga pasien skizofrenia.

Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan tiga arah utama untuk memperdalam pemahaman tentang keluarga pasien skizofrenia. Pertama, perlu ada penelitian yang menyelidiki lebih dalam hubungan antara peran spesifik dalam keluarga, seperti menjadi orang tua atau pasangan, dengan jenis stres yang paling dominan mereka alami, apakah itu stres karena keuangan, beban emosional, atau tekanan sosial. Kedua, mengingat belum adanya perhatian khusus dari rumah sakit, penelitian bisa fokus pada pengembangan dan pengujian suatu program pelatihan bagi keluarga. Program ini bisa dirancang untuk membantu keluarga mengatasi stres dengan efektif dan melihat apakah program ini benar-benar dapat menurunkan angka kekambuhan pasien. Ketiga, penting juga untuk meneliti bagaimana cara komunikasi dalam keluarga berubah setelah adanya anggota yang menderita skizofrenia, dengan mendengarkan langsung pengalaman dari setiap anggota keluarga. Pemahaman ini akan mengungkap faktor-faktor yang secara tidak langsung memengaruhi tingkat stres dan kesehatan hubungan keluarga secara keseluruhan, yang mungkin tidak terlihat dari data angka saja.

  1. Correlates of Caregiver Burden among Family Members of Patients with Schizophrenia in Lagos, Nigeria... hindawi.com/journals/schizort/2013/353809Correlates of Caregiver Burden among Family Members of Patients with Schizophrenia in Lagos Nigeria hindawi journals schizort 2013 353809
  2. DOI Name 10.1155 Values. name values index type timestamp data email admin cnri reston serv crossref... doi.org/10.1155DOI Name 10 1155 Values name values index type timestamp data email admin cnri reston serv crossref doi 10 1155
  3. Gambaran Strategi Koping Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga yang Menderita Gangguan Jiwa Bera |... doi.org/10.24198/jkp.v4n1.9Gambaran Strategi Koping Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga yang Menderita Gangguan Jiwa Bera doi 10 24198 jkp v4n1 9
  1. #tekanan darah#tekanan darah
  2. #balita mayoritas responden#balita mayoritas responden
Read online
File size242.4 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2km
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test