UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU

Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran IslamManthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam

Penelitian ini membahas konsep suksesi kepemimpinan menurut Ibnu Khaldun yang berfokus pada proses pergantian kekuasaan secara siklis dan dipengaruhi oleh solidaritas sosial (asabiyah), kekuatan militer, legitimasi pemimpin, faktor ekonomi, serta pengaruh eksternal. Ibnu Khaldun menekankan bahwa kepemimpinan yang kuat berawal dari kelompok dengan solidaritas tinggi, namun melemahnya asabiyah akan menyebabkan kejatuhan dinasti dan memicu suksesi. Penelitian ini juga mengkaji relevansi teori Ibnu Khaldun dalam konteks kepemimpinan era reformasi di Indonesia, di mana dinamika politik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, termasuk partai politik, ekonomi, dan ketimpangan sosial. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode riset pustaka (library research), menggunakan sumber primer dan sekunder yang mencakup karya-karya Ibnu Khaldun serta literatur terkait. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi, yang bertujuan untuk memahami pandangan Ibnu Khaldun dalam konteks sosiologi politik dan agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori suksesi kepemimpinan Ibnu Khaldun memberikan perspektif yang relevan dalam memahami stabilitas politik, perubahan kekuasaan, dan tantangan yang dihadapi dalam menjaga pemerintahan di era modern.

Pemikiran Ibnu Khaldun mengenai suksesi kepemimpinan sangat relevan dalam memahami dinamika politik era reformasi di Indonesia, terutama terkait pentingnya legitimasi dan karisma pemimpin, serta peran dukungan publik dan tokoh berpengaruh.Konsep siklus dinasti juga terlihat dalam transisi politik nasional, sementara faktor seperti kekuatan aparat negara, kondisi ekonomi, ketimpangan sosial, dan pengaruh eksternal turut membentuk stabilitas dan legitimasi kepemimpinan.Meskipun beberapa aspek pemikiran Ibnu Khaldun berasal dari konteks monarki, inti ajarannya tentang solidaritas sosial (asabiyyah), keadilan, dan siklus kekuasaan tetap menjadi kerangka analitis yang berharga untuk menganalisis tantangan suksesi di era modern.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana konsep asabiyyah Ibnu Khaldun berwujud dalam solidaritas kelompok modern di Indonesia, seperti partai politik atau gerakan sosial, dan bagaimana pengaruhnya terhadap konsolidasi demokrasi serta kohesi sosial di tengah masyarakat multikultural. Penting untuk memahami apakah dan bagaimana asabiyyah ini berkontribusi pada atau justru menghambat praktik demokrasi yang inklusif, khususnya saat proses suksesi kepemimpinan. Selanjutnya, studi dapat menganalisis bagaimana prinsip-prinsip kepemimpinan ideal Ibnu Khaldun, seperti keadilan, karisma, dan kebijaksanaan, dapat diadaptasi untuk mengevaluasi efektivitas dan tingkat kepercayaan publik terhadap pemimpin yang terpilih secara demokratis di Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi informasi. Peneliti bisa melihat bagaimana pemimpin menggunakan platform digital untuk membangun legitimasi dan menjaga komunikasi dengan rakyat. Terakhir, disarankan untuk mengkaji secara lebih mendalam korelasi antara ketimpangan ekonomi dan sosial dengan legitimasi pemimpin yang sedang menjalani suksesi. Studi ini dapat mengidentifikasi kebijakan-kebijakan spesifik yang selaras dengan nilai keadilan Khaldunian, yang berpotensi memperkuat kepercayaan publik dan stabilitas pemerintahan, terutama di wilayah-wilayah dengan disparitas sosial ekonomi yang tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan praktis bagi para pembuat kebijakan.

Read online
File size289.19 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test