IPMAFAIPMAFA
Mu'ashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi IslamMu'ashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi IslamPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan peningkatan efektivitas komunikasi publik antara kepolisian dan masyarakat. Polrestabes Semarang mengembangkan aplikasi LIBAS (Polisi Hebat Semarang) sebagai inovasi pelayanan untuk mempercepat akses informasi, pelaporan, dan respons kepolisian. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Februari 2025. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LIBAS berfungsi efektif sebagai media komunikasi publik. Fitur-fitur seperti layanan 001, SOS, laporan kejadian, dan panic button mempermudah masyarakat mengakses layanan kepolisian secara cepat. Dampak penggunaan LIBAS terlihat pada tiga aspek: kognitif (peningkatan pemahaman masyarakat terhadap layanan kepolisian), afektif (meningkatnya rasa aman dan kepercayaan), dan behavioral (perubahan perilaku masyarakat yang lebih aktif melaporkan kejadian). Data menunjukkan total 4.233 laporan: 2.466 laporan kejadian, 1.674 laporan melalui SOS, dan 93 aduan panic button. Hasil temuan memperlihatkan bahwa LIBAS meningkatkan efektivitas komunikasi publik dan membangun citra positif kepolisian. Meski demikian, aplikasi masih memerlukan pengembangan melalui sosialisasi intensif dan evaluasi berkala untuk memastikan keberlanjutan efektivitas layanan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa aplikasi LIBAS secara efektif meningkatkan citra Polrestabes Semarang dan mempermudah masyarakat dalam melaporkan kejadian serta mengakses informasi, sehingga memperkuat kepercayaan publik dan hubungan komunikatif dengan kepolisian.Meskipun demikian, untuk menjaga dan meningkatkan efektivitasnya, aplikasi LIBAS memerlukan sosialisasi yang lebih luas, evaluasi berkala, dan pengembangan fitur yang berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat.Upaya optimalisasi ini krusial untuk memastikan LIBAS tetap menjadi solusi komunikasi yang responsif, mempercepat penanganan laporan, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan tindak pidana.
Untuk memperdalam pemahaman tentang inovasi komunikasi publik seperti aplikasi LIBAS, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik. Pertama, penting untuk meneliti secara mendalam efektivitas berbagai strategi sosialisasi yang berbeda, baik digital maupun non-digital, dalam meningkatkan tingkat adopsi dan pemahaman masyarakat akan fitur-fitur LIBAS. Misalnya, bagaimana kampanye di media sosial, lokakarya langsung di komunitas, atau iklan layanan publik memengaruhi minat dan kemampuan penggunaan aplikasi oleh beragam demografi, termasuk kelompok lansia atau mereka yang kurang melek teknologi. Penelitian semacam ini dapat mengidentifikasi metode sosialisasi paling optimal untuk memastikan LIBAS menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kedua, studi jangka panjang mengenai keberlanjutan dampak aplikasi ini sangat dibutuhkan. Kita perlu memahami bagaimana penggunaan LIBAS secara berkelanjutan dalam beberapa tahun memengaruhi persepsi masyarakat terhadap keamanan, tingkat kepercayaan pada kepolisian, serta partisipasi aktif warga dalam melaporkan kejadian. Ini juga mencakup analisis terhadap faktor-faktor eksternal seperti pembaruan teknologi rutin atau perubahan kebijakan kepolisian yang dapat memengaruhi relevansi dan efektivitas aplikasi dari waktu ke waktu. Ketiga, mendalami aspek pengalaman pengguna (UX) dan desain antarmuka (UI) akan sangat bermanfaat. Bagaimana penataan menu, kemudahan navigasi, dan bahasa yang digunakan dalam aplikasi dapat dioptimalkan agar lebih intuitif dan mudah diakses oleh semua pengguna? Penelitian ini dapat memberikan masukan berharga untuk pengembangan fitur aplikasi yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat.
| File size | 471.62 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
IAI SYARIFUDDINIAI SYARIFUDDIN Analisis data dilakukan secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu promosi,Analisis data dilakukan secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu promosi,
PTIQPTIQ Pembentukan kepribadian harus dimulai sejak masa keemasan hingga dewasa karena pendidikan dan pembelajaran terus berlangsung. Peran komunikasi sangat pentingPembentukan kepribadian harus dimulai sejak masa keemasan hingga dewasa karena pendidikan dan pembelajaran terus berlangsung. Peran komunikasi sangat penting
UIADUIAD Postulat merupakan asumsi tak terbukti yang mensyaratkan prinsip kausalitas, objektivitas, empirisme, dan parsimoni. Aksioma adalah dalil terbukti sendiriPostulat merupakan asumsi tak terbukti yang mensyaratkan prinsip kausalitas, objektivitas, empirisme, dan parsimoni. Aksioma adalah dalil terbukti sendiri
SAGITASAGITA Dalam analisis ini, kami akan mengeksplorasi pesan-pesan yang berkaitan dengan nilai-nilai Islam yang terdapat dalam film tersebut. Penelitian ini mengacuDalam analisis ini, kami akan mengeksplorasi pesan-pesan yang berkaitan dengan nilai-nilai Islam yang terdapat dalam film tersebut. Penelitian ini mengacu
STIK KENDALSTIK KENDAL Prinsip-prinsip etika komunikasi dalam Al-Quran, seperti perkataan yang benar, perkataan yang baik, perkataan yang mulia, perkataan yang memudahkan, danPrinsip-prinsip etika komunikasi dalam Al-Quran, seperti perkataan yang benar, perkataan yang baik, perkataan yang mulia, perkataan yang memudahkan, dan
SANGADJIMEDIAPUBLISHINGSANGADJIMEDIAPUBLISHING Kata kunci: komunikasi; islami; media. Pengembangan komunikasi Islami berbasis media sosial di Desa Bukit Durian dan Akekolano memberikan hasil positifKata kunci: komunikasi; islami; media. Pengembangan komunikasi Islami berbasis media sosial di Desa Bukit Durian dan Akekolano memberikan hasil positif
ASIANPUBLISHERASIANPUBLISHER Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa KPI angkatan 2020 yang termasuk dalam subyek penelitian menggunakan media sosial yakni Facebook dan Instagram.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa KPI angkatan 2020 yang termasuk dalam subyek penelitian menggunakan media sosial yakni Facebook dan Instagram.
IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI Eksistensi media Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo memainkan peran penting sebagai sumber kebenaran di era post-truth.melalui berbagai platformEksistensi media Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo memainkan peran penting sebagai sumber kebenaran di era post-truth.melalui berbagai platform
Useful /
DDIPOLMANDDIPOLMAN Efektivitas komunikasi ini didukung oleh kegiatan atau program-program yang konsisten dalam membina akhlak.meskipun masih terdapat sekitar 15% siswa denganEfektivitas komunikasi ini didukung oleh kegiatan atau program-program yang konsisten dalam membina akhlak.meskipun masih terdapat sekitar 15% siswa dengan
DDIPOLMANDDIPOLMAN Dakwah juga harus dilakukan dengan cara-cara yang arif dan bijaksana, tidak konfrontatif, diskriminatif dan provokatif. Media sosial dinilai efektif sebagaiDakwah juga harus dilakukan dengan cara-cara yang arif dan bijaksana, tidak konfrontatif, diskriminatif dan provokatif. Media sosial dinilai efektif sebagai
UIADUIAD Etika didefinisikan sebagai filsafat moral atau ilmu akhlak yang mengajarkan cara hidup bahagia serta berfungsi sebagai pengobatan spiritual. Agama dianggapEtika didefinisikan sebagai filsafat moral atau ilmu akhlak yang mengajarkan cara hidup bahagia serta berfungsi sebagai pengobatan spiritual. Agama dianggap
IPMAFAIPMAFA Dari pembahasan dakwah terhadap hadis-hadis Nabi Muhammad SAW, dapat disimpulkan bahwa berdakwah merupakan kewajiban yang melekat pada setiap Muslim. Bukhari),Dari pembahasan dakwah terhadap hadis-hadis Nabi Muhammad SAW, dapat disimpulkan bahwa berdakwah merupakan kewajiban yang melekat pada setiap Muslim. Bukhari),