STIK KENDALSTIK KENDAL
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic StudiesHalaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic StudiesKomunikasi yang efektif memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, baik secara pribadi maupun profesional. Banyak kegagalan yang disebabkan oleh buruknya cara berkomunikasi, seperti kegagalan seorang guru dalam mentransfer ilmu atau seorang profesional dalam mempromosikan diri. Seiring dengan berkembangnya dunia digital, etika komunikasi menjadi sangat relevan, terutama dalam mengatasi tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan kejahatan di dunia maya. Metode dalam penelitian ini menggunakan kualitatif atau kajian pustaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip-prinsip etika komunikasi yang diajarkan dalam Al-Quran, seperti tabayyun (klarifikasi informasi), qaulan sadidan (perkataan yang benar), dan qaulan marufan (perkataan yang baik), dalam konteks komunikasi digital abad ke-21, serta larangan terhadap prasangka buruk, ghibah (menggunjing), dan fitnah (penyebaran kebohongan). Hasil dari penelitian ini adalah bahwa etika komunikasi yang diajarkan dalam Al-Quran sangat relevan dan penting untuk diterapkan dalam komunikasi digital abad ke-21. Prinsip-prinsip etika komunikasi dalam Al-Quran, seperti qaulan sadidan (perkataan yang benar), qaulan marufan (perkataan yang baik), qaulan karima (perkataan yang mulia), qaulan maisura (perkataan yang memudahkan), dan qaulan layyina (perkataan yang lembut), mengarahkan kita untuk berkomunikasi dengan cara yang sopan, benar, dan menghargai orang lain. Dalam dunia digital, prinsip-prinsip ini sangat relevan untuk menghadapi tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah yang sering terjadi di media sosial. Etika komunikasi dalam Al-Quran juga menekankan pentingnya tabayyun (klarifikasi informasi), penghindaran dari ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), dan fitnah (penyebaran berita bohong). Penerapan prinsip-prinsip ini dapat membantu menciptakan komunikasi digital yang lebih bertanggung jawab, menjaga keharmonisan sosial, serta mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh informasi yang salah atau merugikan.
Prinsip-prinsip etika komunikasi dalam Al-Quran, seperti perkataan yang benar, perkataan yang baik, perkataan yang mulia, perkataan yang memudahkan, dan perkataan yang lembut, mengarahkan kita untuk berkomunikasi dengan cara yang sopan, benar, dan menghargai orang lain.Di dunia digital, prinsip-prinsip ini sangat relevan untuk menghadapi tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah yang sering terjadi di media sosial.Mengintegrasikan nilai-nilai etika Qurani dalam pendidikan digital dan regulasi media sosial akan membantu menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat dan beradab.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai etika komunikasi dalam Al-Quran dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan formal, khususnya pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, sehingga dapat membentuk karakter generasi muda yang lebih bertanggung jawab dalam menggunakan media digital. Selain itu, studi lebih lanjut diperlukan untuk menguji efektivitas berbagai strategi dan intervensi yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip etika komunikasi Islam di kalangan pengguna media sosial, misalnya melalui kampanye daring, pelatihan literasi digital, atau pengembangan aplikasi yang mempromosikan konten positif dan konstruktif. Penelitian juga dapat difokuskan pada analisis komparatif antara perspektif etika komunikasi dalam Al-Quran dengan konsep-konsep etika komunikasi dari tradisi atau agama lain, sehingga dapat ditemukan titik temu dan sinergi yang dapat memperkaya wacana etika komunikasi global serta mempromosikan dialog antarbudaya dan antaragama yang lebih harmonis dalam era digital saat ini.
| File size | 867.6 KB |
| Pages | 20 |
| DMCA | Report |
Related /
NALANDANALANDA Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan moral dalam membentuk karakter generasi muda, terutama dalam ajaran Buddha yang menekankan pengendalianPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan moral dalam membentuk karakter generasi muda, terutama dalam ajaran Buddha yang menekankan pengendalian
PUTRAGALUHPUTRAGALUH Hal tersebut dapat memupuk kepribadian peserta didik sesuai dengan nilai pendidikan karakter. Terbentuknya karakter generasi muda yang sesuai dengan ideologiHal tersebut dapat memupuk kepribadian peserta didik sesuai dengan nilai pendidikan karakter. Terbentuknya karakter generasi muda yang sesuai dengan ideologi
AFEKSIAFEKSI Subjek penelitian terdiri atas dosen dan mahasiswi semester 1–5 dari berbagai program studi yang dipilih melalui purposive sampling, yakni mereka yangSubjek penelitian terdiri atas dosen dan mahasiswi semester 1–5 dari berbagai program studi yang dipilih melalui purposive sampling, yakni mereka yang
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Studi ini menggunakan karya Imam Ash-Shatibi untuk berargumen bahwa pilar dasar agama adalah manfaat kehidupan ini dan yang berikutnya, dan oleh karenaStudi ini menggunakan karya Imam Ash-Shatibi untuk berargumen bahwa pilar dasar agama adalah manfaat kehidupan ini dan yang berikutnya, dan oleh karena
ULUMUNAULUMUNA Data tambuhan diperoleh melalui wawancara dengan pakar budaya Sunda dan pendidik, serta kajian pustaka tentang kearifan lokal dan pendidikan karakter.Data tambuhan diperoleh melalui wawancara dengan pakar budaya Sunda dan pendidik, serta kajian pustaka tentang kearifan lokal dan pendidikan karakter.
UNRAMUNRAM Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menguatkan nilai-nilai luhur kearifan lokal masyarakat Bugis melalui pendekatan ButterflyPengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menguatkan nilai-nilai luhur kearifan lokal masyarakat Bugis melalui pendekatan Butterfly
MANDALANURSAMANDALANURSA Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran pendidikan karakter dalam mengatasi krisis moral dan etika pada siswa. Penelitian ini menggunakanPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran pendidikan karakter dalam mengatasi krisis moral dan etika pada siswa. Penelitian ini menggunakan
PSEBPSEB Metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika digunakan untuk menganalisis nilai-nilai agama, moral, sosial, budaya, dan pendidikan dalam novel. TemuanMetode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika digunakan untuk menganalisis nilai-nilai agama, moral, sosial, budaya, dan pendidikan dalam novel. Temuan
Useful /
AFEKSIAFEKSI Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Sugiyono yang dibatasi hingga tahap ketujuh, meliputi identifikasiJenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Sugiyono yang dibatasi hingga tahap ketujuh, meliputi identifikasi
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Hasil penelitian ini menyatakan bahwa variabel Koordinasi Inter-Fungsional memediasi hubungan antara variabel Orientasi Teknologi dan variabel InovasiHasil penelitian ini menyatakan bahwa variabel Koordinasi Inter-Fungsional memediasi hubungan antara variabel Orientasi Teknologi dan variabel Inovasi
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Objektif penelitian adalah untuk mengevaluasi tingkat adopsi teknologi AI, menilai manfaat dan efisiensi yang dirasakan, serta mengidentifikasi tantanganObjektif penelitian adalah untuk mengevaluasi tingkat adopsi teknologi AI, menilai manfaat dan efisiensi yang dirasakan, serta mengidentifikasi tantangan
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Salah satu suku di Indonesia adalah suku Batak Simalungun. Suku Batak Simalungun memiliki ciri khas yang membedakannya dari suku-suku lain, salah satunyaSalah satu suku di Indonesia adalah suku Batak Simalungun. Suku Batak Simalungun memiliki ciri khas yang membedakannya dari suku-suku lain, salah satunya