KETERAPIAN FISIKKETERAPIAN FISIK

Jurnal Keterapian FisikJurnal Keterapian Fisik

Latar belakang: Nyeri punggung bawah masih banyak terjadi pada pesepeda. Posisi duduk dianggap sebagai salah satu faktor penyebab keluhan nyeri punggung bawah. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan korelasi antara posisi duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pesepeda. Metode: Penelitian ini menggunakan metode narrative review dengan mengumpulkan sepuluh artikel penelitian dari database Google Scholar dan PubMed, mengidentifikasi kata kunci menggunakan format PEOs sehingga kata kunci yang digunakan adalah Pesepeda, Posisi Duduk, Nyeri Punggung Bawah, dan Semua Desain Penelitian. Hasil: Semua artikel yang digunakan adalah artikel yang diterbitkan mulai tahun 2010. Tujuh artikel menyatakan bahwa nyeri punggung bawah lebih sering terjadi pada posisi duduk dengan fleksi lumbar yang besar. Enam artikel menyatakan bahwa posisi duduk pesepeda dipengaruhi oleh posisi setang. Lima artikel menyatakan bahwa duduk dengan setang yang lebih rendah menghasilkan fleksi lumbar dan anterior pelvic tilt yang lebih besar. Lima artikel menyatakan bahwa fleksi lumbar dan anterior pelvic tilt yang berkepanjangan mengakibatkan lower crossed syndrome. Empat artikel menemukan bahwa lower crossed syndrome berkontribusi pada nyeri punggung bawah. Simpulan: Terdapat korelasi antara posisi duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pesepeda. Namun, terdapat keterbatasan pada artikel yang menyatakan keeratan statistik korelasi antara posisi duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pesepeda.

Terdapat korelasi posisi duduk terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada pesepeda.Posisi duduk dengan tangan pada bagian setang yang lebih rendah mengakibatkan fleksi lumbar dan anterior pelvic tilt yang lebih besar.Jika dipertahankan, kondisi ini akan menyebabkan lower crossed syndrome sehingga terjadi nyeri punggung bawah.

Bagaimana pengaruh intervensi penyesuaian sepeda (bicycle fitting) yang spesifik berbasis evaluasi risiko ergonomis terhadap penurunan kejadian nyeri punggung bawah pada pesepeda rekreasi dibandingkan dengan metode penyesuaian standar? Apakah perbedaan durasi dan frekuensi variasi posisi duduk (misalnya perpindahan tangan antar setang selama berkendara) memberikan dampak signifikan terhadap pencegahan penurunan fleksibilitas dan kekuatan otot yang terkait lower crossed syndrome? Sejauh mana efektivitas program latihan penguatan otot abdomen dan gluteus serta peregangan otot quadricep dalam mencegah perkembangan nyeri punggung bawah kronis pada pesepeda dengan posisi duduk flektif?.

  1. #tekanan darah#tekanan darah
  2. #back pain#back pain
Read online
File size492.1 KB
Pages18
Short Linkhttps://juris.id/p-2iG
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test